LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----Pengelola Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung memperketat langkah antisipasi kebakaran menyusul tingginya volume sampah yang mencapai sekitar 800 ton per hari. Selain mengintensifkan sosialisasi kepada para pemulung, pengelola juga menyiagakan toren air sebagai upaya penanganan dini apabila muncul titik api.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, mengatakan pencegahan menjadi fokus utama mengingat musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran di kawasan TPA.
"Kami terus mengingatkan para pemulung agar tidak merokok dan tidak membakar sampah di area TPA. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran," kata Budi, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, sosialisasi dilakukan secara rutin kepada seluruh pemulung yang beraktivitas di TPA Bakung. Mereka diminta mematuhi aturan demi mencegah munculnya titik api yang dapat dengan cepat menyebar di tumpukan sampah.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, DLH juga telah menyiagakan toren air di sejumlah titik sebagai sumber air untuk penanganan awal sebelum api membesar.
"Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran," ujarnya.
Budi menjelaskan, TPA Bakung saat ini menerima sekitar 800 ton sampah setiap hari dari berbagai wilayah di Kota Bandarlampung. Dengan volume sampah yang terus meningkat, pengelolaan risiko kebakaran menjadi salah satu prioritas agar operasional TPA tetap berjalan aman dan tidak mengganggu lingkungan maupun masyarakat sekitar.
DLH juga telah menyiapkan langkah mitigasi lainnya, seperti pemetaan area TPA seluas 14 hektare serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
"Langkah tersebut dilakukan sebagai evaluasi setelah TPA Bakung pernah dilanda kebakaran besar yang berlangsung lebih dari 24 jam pada Desember 2024. Pemerintah berharap seluruh pihak, terutama para pemulung, dapat bersama-sama menjaga kawasan TPA agar terbebas dari kebakaran," tandasnya.( Hajim).