LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Baru dua pekan terpilih sebagai Ketua Karang Taruna (KT) Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi (WFS) langsung gas pol. Bersama jajaran pengurus, ia langsung membangun kolaborasi dengan sejumlah stakeholder sekaligus menggerakkan berbagai program kepemudaan dan sosial.
Terbaru, Kamis (20/8/2026), Karang Taruna Lampung bersilaturahmi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung. Pertemuan itu bukan sekadar seremoni, tetapi diarahkan pada kerja sama konkret dalam mitigasi dan penanggulangan bencana hingga tingkat desa.
Pada hari yang sama, Karang Taruna Lampung juga bersinergi dengan Dinas Sosial Lampung membuka seleksi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional 2026. Seleksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) 2026.
Gerak cepat Wahrul bukan baru terjadi setelah terpilih sebagai ketua. Sabtu (8/8/2026), ia memberikan pembekalan kepada peserta yudisium Fakultas Hukum Universitas Lampung. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa gelar sarjana hukum harus diikuti keberanian untuk mengambil peran di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Dua hari kemudian, Senin (10/8/2026), Karang Taruna Lampung bertemu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung untuk membahas pengembangan kewirausahaan pemuda.
Dalam pertemuan dengan Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy dan jajarannya itu, Wahrul menegaskan posisi Karang Taruna sebagai mitra strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi generasi muda. “Karang Taruna merupakan mitra strategis hilirisasi,” kata Wahrul.
Gandeng BPBD, Siapkan Karang Taruna Tangguh Bencana
Di kantor BPBD Lampung, Wahrul dan jajaran pengurus Karang Taruna disambut Kepala BPBD Lampung Rudy Sjawal Sugiarto, SE, MH, bersama jajarannya. Wahrul mengatakan kedatangan mereka selain untuk bersilaturahmi juga untuk memastikan Karang Taruna dapat mengambil peran lebih besar dalam menghadapi ancaman bencana di Lampung.
“Kami datang untuk silaturahmi sekaligus mendukung BPBD Lampung dalam menghadapi berbagai bencana alam,” ujarnya. Wahrul hadir bersama Sekretaris Karang Taruna Lampung Deni Ribowo, senior KT Gurmewa, Putri Maya Rumanti, Paman Acong, Mico, Hermawan, serta sejumlah pengurus lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, muncul gagasan menjadikan Karang Taruna sebagai bagian dari Satgas Desa Tangguh Bencana melalui pembentukan Karang Taruna Tangguh Bencana di desa-desa.
Menurut Wahrul, jaringan Karang Taruna yang tersebar hingga pelosok menjadi modal sosial yang cukup kuat untuk membantu pemerintah dalam mitigasi bencana.
“KT yang anggotanya tersebar hingga pelosok daerah siap berkolaborasi dengan BPBD Lampung memitigasi bencana, mulai dari kebakaran lahan akibat El Nino Godzilla, erupsi Anak Gunung Krakatau (GAK), banjir, gempa bumi, dan berbagai ancaman lainnya,” ujarnya.
Kepala BPBD Lampung Rudy Sjawal menyambut positif tawaran kolaborasi tersebut. Ia mengakui penanggulangan bencana tidak mungkin dilakukan pemerintah sendirian.
Karena itu, keberadaan Karang Taruna sampai tingkat desa dinilai dapat memperkuat gerakan Desa Tangguh Bencana, terutama dalam upaya pencegahan dan respons awal ketika bencana terjadi.
Sementara itu, Fares dari BPBD Lampung menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mencontohkan potensi kebakaran semak-semak di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
Jika kebakaran terjadi di lokasi terpencil dan mengganggu jaringan listrik, dampaknya dapat meluas, bahkan berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik di wilayah Lampung.
Karang Taruna Berprestasi
Selain agenda kebencanaan, Karang Taruna Lampung kini juga tengah mendorong desa dan kelurahan untuk mengikuti seleksi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional 2026.
Di kantor advokat milik Wahrul yang sementara juga digunakan sebagai markas Karang Taruna Lampung, ia bersama dua perwakilan Dinas Sosial Lampung menjelaskan mekanisme seleksi tersebut.
Seleksi tidak sekadar mencari organisasi dengan aktivitas paling banyak. Penilaian diarahkan untuk menemukan Karang Taruna yang benar-benar hidup, bekerja, berinovasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Putri Maya Rumanti menjelaskan, salah satu aspek penilaian adalah prestasi dan keunggulan dengan bobot 15 persen. Aspek tersebut mencakup penghargaan yang pernah diperoleh, praktik baik, replikasi program, kepeloporan, serta kreativitas dan inovasi unggulan.
Secara keseluruhan, terdapat enam aspek utama yang menjadi penilaian, yakni kebijakan dan kepatuhan organisasi; kelembagaan dan administrasi; program dan inovasi sosial; dampak dan kebermanfaatan; kemitraan dan kolaborasi; serta prestasi dan keunggulan.
Sepuluh besar Karang Taruna Berprestasi nantinya akan diundang mengikuti Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna di Yogyakarta pada 23-24 Oktober 2026. Biaya keikutsertaan ditanggung Kementerian Sosial dan penyelenggara BBKT.
Wahrul mengatakan seleksi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Desa dan Kelurahan merupakan bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Bulan Bakti Karang Taruna pada 23-25 Oktober 2026.
“Seleksi ini untuk memberikan apresiasi kepada Karang Taruna yang terbaik lewat inovasi program dan dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, ukuran keberhasilan Karang Taruna bukan semata-mata dari kelengkapan struktur organisasi atau banyaknya kegiatan.
“Yang kita cari adalah Karang Taruna yang benar-benar hidup di tengah masyarakat. Ada programnya, ada inovasinya, tata kelolanya baik, mampu membangun kolaborasi, dan yang paling penting keberadaannya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Proses seleksi berlangsung mulai 20 Agustus 2026 hingga 2 Oktober 2026.
Wahrul berharap ajang tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi menjadi momentum untuk mendokumentasikan sekaligus menyebarluaskan praktik-praktik baik Karang Taruna di Lampung agar dapat menjadi inspirasi di tingkat nasional.
“Jangan ragu untuk mendaftarkan diri. Tunjukkan apa yang sudah dikerjakan, inovasi yang sudah dibangun, kolaborasi yang sudah dilakukan, dan manfaat yang sudah dirasakan masyarakat. Ini adalah kesempatan untuk memberikan apresiasi sekaligus memperkuat gerakan Karang Taruna di Lampung,” kata mantan Direktur LBH Bandar Lampung itu. (HBM)