MESUJI, HELOINDONESIA.COM -- Warga Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, termasuk banyak yang terkena gagal ginjal. Ada empat daerah yang tertinggi dari 14 puskesmas kabupaten tersebut. Hal ini perlu penelitian lebih lanjut korelasi antara kondisi daerah dengan gagal ginjal.
Data terakhir yang diperoleh Heloindonesia.com dari 14 puskesmas, hingga Juli 2026, ada empat puskesmas yang paling tinggi menerima pasien gagal ginjal, yakni Simpang Pematang 29 pasien, Margojadi 25 pasien, Hadi Mulyo 23 pasien, dan Brabasan 17 pasien.
Keempat wilayah ini menyumbang 94 dari 135 pasien atau 69,6 persen warga Kabupaten Mesuji yang terkena gagal ginjal.
Menyusul kemudian Wirabangun 9 warga; Sumber Makmur 7 warga; Adiluhur 5 warga; Tri Karya Mulya dan Hadimulyo masing-masing 4 warga; Wiralaga dan Bukoposo masing-masing 3 warga; serta Sidomulyo, Tanjungmas Makmur, dan Panggung Jaya masing-masing 2 warga.
Menurut Koordinator Tenaga Pendamping Gubernur Lampung, Anshori Djausal, 135 pasien GGK dari 14 puskesmas merupakan sinyal yang patut ditelusuri, terutama karena 69,6 persen terkonsentrasi pada empat puskesmas. "Perlu ada penelitian keterkaitan kondisi geografis dengan jumlah warga gagal ginjal," katanya kepada Heloindonesia.com, Jumat (21/8/2026).
Menurut dia, Kabupaten Mesuji yang sebagian besar berupa rawa, jaringan sungai yang luas, persoalan air baku, serta penggunaan berbagai sumber air oleh masyarakat membuat faktor lingkungan—termasuk kualitas air—layak diteliti. Meski, hingga saat ini, belum ada dasar untuk menyatakan air rawa atau air payau sebagai penyebab gagal ginjal, ujarnya.
"Menurut saya, angka 135 ini justru bisa menjadi pintu masuk keterkaitan empat puskesmas paling banyak pasien gagal ginjal dengan sumber konsumsi airnya," tambahnya.
Daerah-daerah tersebut perlu diperiksa airnya terkait kandungan pemantik ginjal, yakni arsen, kadmium, timbal, merkuri, kromium, nitrat, mangan, besi, pH, TDS dan mikrobiologi.
Ini penting karena dokumen perencanaan Mesuji sendiri mengakui bahwa wilayahnya didominasi rawa dan masih memiliki tantangan penyediaan air baku/air bersih. (HBM)