Jangkau Desa, Pemprov Jateng Kirim Dokter dan Bidan di Pustu Lewat Inovasi DUA SATU

Selasa, 25 Agustus 2026 20:33
Program DUA SATU yang menjangkau Puskesmas Pembantu diluncurkan Pemprov Jateng

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan strategi terobosan untuk mengakhiri krisis ketimpangan tenaga kesehatan di desa-desa.

Melalui inovasi bertajuk DUA SATU (Dua Tenaga Kesehatan Sahabat Puskesmas Pembantu), Pemprov Jateng memastikan setiap Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayahnya kelak akan disiagakan minimal satu dokter dan satu bidan.

Langkah ini diambil menyusul analisis situasi hingga tahun 2026 yang menunjukkan bahwa dari 1.716 Pustu di Jawa Tengah, belum ada dokter definitif yang bertugas secara tetap—pelayanan dokter selama ini hanya mengandalkan sistem piket —sementara ketersediaan bidan baru mencapai 60,74%.

Baca juga: RSJD Amino Gondohutomo Luncurkan SETARA, Inovasi Telenursing untuk Cegah Kekambuhan Pasien Jiwa

Dari sisi sarana, sebanyak 854 Pustu juga masih mengalami berbagai tingkat kerusakan. Kondisi tersebut memicu terbatasnya akses layanan dasar, tingginya biaya transportasi warga pedesaan, serta melonjaknya angka rujukan yang seharusnya dapat ditangani di tingkat pelayanan primer.

Uniknya, inovasi DUA SATU tak membebani anggaran daerah dengan perekrutan pegawai baru. Pemprov Jateng mengusung skema gap-focused redistribution—yakni pemetaan wilayah defisit dan penugasan bergilir (shifting) tenaga medis langsung dari Puskesmas induk.

Strategi ini diperkuat oleh pemanfaatan teknologi informasi, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen penuh dari pemerintah kabupaten/kota.

"Aksi perubahan ini membawa manfaat nyata: menekan pembiayaan JKN, mengurangi beban biaya dan waktu tunggu masyarakat, serta memangkas angka rujukan non-spesialis," ujar Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng sekaligus Project Leader inovasi, Dr Elhamangto Zuhdan MKM, dalam keterangannya Selasa 25 Agustus 2026.

Uji Coba hingga Replikasi ke 35 Kabupaten/Kota

Gerakan ini diawali dengan uji coba di Kabupaten Batang dan Kabupaten Demak. Keberhasilan tahap awal langsung disusul pilot project di seluruh Pustu wilayah Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Temanggung, dan Kota Semarang, sebelum akhirnya siap direplikasi secara masif di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Di sisi lain, keberadaan dokter sebagai clinical leader dan bidan di Pustu mampu menekan angka rujukan yang tidak perlu ke rumah sakit, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan daerah. Secara jangka panjang, DUA SATU menjadi model transformasi tata kelola SDMK yang adaptif, berkeadilan, dan mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional RPJMN 2025–2029.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Zulfahmi Wahab, SpPD KH-OM (K), FINASIM, menegaskan pentingnya kolaborasi ini.

"Pemenuhan satu dokter dan satu bidan di Puskesmas Pembantu adalah langkah besar membawa layanan terbaik ke tingkat desa. Sinergi lintas pihak kunci utama agar Pustu benar-benar hadir dan terasa seperti 'sahabat' bagi masyarakat," pungkasnya.

Lewat DUA SATU, Jawa Tengah tidak hanya membenahi tata kelola SDM kesehatan, tetapi juga mengembalikan hak warga desa untuk mendapatkan akses medis yang layak, dekat, dan bermartabat. (Aji)

Berita Terkini