SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah di Semarang baru-baru ini resmi meluncurkan layanan keperawatan terintegrasi bernama SETARA (Sistem Transisi Asuhan Rawat Terintegrasi). Inovasi berbasis telenursing ini dirancang untuk menjaga kesinambungan perawatan pasien gangguan jiwa yang baru saja menyelesaikan rawat inap.
Kepala Bidang Keperawatan RSJD Dr Amino Gondohutomo sekaligus Project Leader SETARA, dr Riana Dian Anggraini MPH, menjelaskan bahwa masa transisi dari rumah sakit ke rumah merupakan fase paling kritis. Lemahnya pendampingan di rumah sering kali menyebabkan kekambuhan cepat (readmisi) dalam kurun waktu kurang dari 30 hari pasca-rawat.
"Layanan kesehatan jiwa yang paripurna tidak boleh berhenti saat pasien melangkah keluar dari pintu rumah sakit. Lewat SETARA, kami berkomitmen hadir mendampingi pasien dan keluarganya dari pintu masuk rumah sakit hingga pintu rumah mereka," ujar dr Riana, dalam keterangannya Selasa 25 Agustus 2026.
Masalah readmisi ini sebelumnya menjadi perhatian serius. Pada tahun 2025, tercatat 211 kasus pasien jiwa yang kembali dirawat di RSJD Dr. Amino Gondohutomo. Selain menambah beban psikososial keluarga, kondisi ini memicu potensi penolakan klaim BPJS Kesehatan dengan total akumulasi kerugian kas BLUD rumah sakit mencapai Rp1,22 miliar.
Baca juga: Fenomena Pop Kultur Strawberry Shortcake Bangkit di Era Kuliner Moderen
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, inovasi SETARA menerapkan 5 Pilar Arsitektur Pelayanan:
Kelima pilar itu meliputi Skrining Risiko (H-Masuk) yaitu Deteksi dini potensi kekambuhan sejak hari pertama rawat inap melalui modul Rekam Medis Elektronik (eRM), Intervensi Intensif (Fase Inap) yaitu Optimalisasi asuhan keperawatan kolaboratif bersama Manajer Pelayanan Pasien (MPP).
Selanjutnya Discharge Planning (H-3) yaitu Persiapan kepulangan melalui metode edukasi dua arah (Teach-Back) kepada keluarga pasien, EWS Pra-Pulang (Hari H) yaitu Penilaian kelayakan pulang pasien menggunakan Early Warning Score (EWS) untuk menjamin keselamatan. Terakhir Telenursing Berkala (H+1 s.d. H+30) yaitu Pemantauan aktif pasca-rawat melalui aplikasi AMINO Mobile dan WhatsApp Gateway pada jadwal H+1, H+3, H+7, H+14, H+21, dan H+30.
Sistem telenursing ini bekerja otomatis mengirimkan notifikasi pengisian e-logbook ke ponsel keluarga pasien setiap pukul 08.00 WIB. Jika hasil evaluasi menunjukkan indikasi risiko (kategori kuning atau merah), sistem SIMRS rumah sakit langsung memicu alarm agar perawat Case Manager segera melakukan telekonsultasi.
Direktur RSJD Dr. Amino Gondohutomo, dr Ikhwan Hamzah, mengapresiasi hadirnya teknologi ini sebagai langkah mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan memanusiakan manusia.
Dengan implementasi penuh di seluruh bangsal psikiatri RSJD Dr. Amino Gondohutomo, inovasi SETARA diharapkan dapat menjadi model replikasi nasional bagi rumah sakit jiwa lainnya dalam menjaga kesinambungan asuhan (Continuity of Care) demi mewujudkan Jawa Tengah yang lebih sehat, mandiri, dan bermartabat. (Aji)
