BANJARNEGARA, HELOINDONESIA.COM - Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Sains Al-Qur'an (Unsiq) Wonosobo Kelompok 43 kembali menggelar kegiatan lingkungan di Desa Cendana, Banjarnegara.
Kali ini, kegiatan yang berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026, mengusung tema sosialisasi pengomposan sederhana sekaligus penguatan program bank sampah. Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Banjarnegara.
Baca juga: Tanpa Bahan Pengawet, Artisan Bread Makin Populer di Mata Pecinta Kuliner Roti Tradisional
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi pemilahan sampah yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh mahasiswa KPM di Dusun Cendana. Pada tahap ini, materi yang disampaikan difokuskan pada teknik pengomposan sederhana yang dapat dipraktikkan langsung oleh warga menggunakan sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan daun-daunan.
Kehadiran DPKPLH Banjarnegara yang diwakiliki Eko Yusfianto dalam kegiatan ini memberikan nilai tambah tersendiri. Pihak dinas turut memberikan pemaparan mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber, teknis pembuatan kompos yang baik, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong terbentuknya bank sampah di tingkat dusun maupun desa.
Selain materi pengomposan, agenda utama lain dalam kegiatan tersebut adalah penguatan kembali program bank sampah Desa Cendana yang sempat vakum. Sebagai bentuk simbolis dimulainya kembali pengelolaan bank sampah, dilakukan pemberian keranjang sampah kepada warga. Pemberian keranjang ini menjadi penanda awal bahwa program pemilahan dan pengelolaan sampah akan kembali berjalan secara rutin di lingkungan dusun.
Baca juga: Seminar Parenting SMAN 1 Pagar Dewa Perkuat Sinergi Orangtua dan Sekolah
Ketua Kelompok KPM 43 Abdul Fathir Alfadil menyampaikan, kolaborasi dengan DPKPLH Banjarnegara diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih berkelanjutan bagi warga, tidak hanya dari sisi edukasi tetapi juga dukungan teknis dan kebijakan. Ia berharap keberadaan bank sampah yang diaktifkan kembali dapat benar-benar dikelola secara mandiri oleh warga dalam jangka panjang.
''Antusiasme warga, khususnya ibu-ibu Dusun Cendana, terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti praktik pengomposan dan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar cara pemilahan sampah serta mekanisme menabung di bank sampah,'' kata Abdul Fathir.
Apresiasi
Perwakilan DPKPLH Banjarnegara Eko Yusfianto, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KPM Unsiq yang dinilai sejalan dengan program pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Pihak dinas menyatakan kesiapan untuk terus mendampingi Desa Cendana agar bank sampah dapat berjalan konsisten dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Banjarnegara.
Ke depan, mahasiswa KPM Kelompok 43 bersama DPKPLH Banjarnegara berencana melakukan pendampingan lanjutan, mulai dari pembentukan kepengurusan bank sampah, penyusunan mekanisme tabungan sampah, hingga monitoring hasil pengomposan warga. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya lingkungan Desa Cendana yang lebih bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan sampah. (Aji)