Semarang Tampilkan Wajah Inklusif dalam Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI

Selasa, 8 September 2026 22:11
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam sebuah pawai

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kota Semarang bersiap menyambut perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dengan cara yang istimewa. Nuansa persatuan, keragaman budaya, dan toleransi beragama akan berpadu indah dalam Pawai Ta’aruf yang dijadwalkan berlangsung meriah pada Sabtu, 12 September 2026 mendatang.

Tak kurang dari 1.000 peserta dari 38 kontingen kafilah provinsi se-Indonesia, serta perwakilan kabupaten/kota se-Jawa Tengah, dipastikan tumpah ruah menampilkan pawai budaya yang memukau.

Ada pemandangan yang sarat makna dalam barisan pawai tahun ini. Di garda terdepan parade, jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) akan berjalan bersisian dengan Paskibraka pembawa bendera Merah Putih, panji LPTQ, iringan Marching Band, hingga Maskot resmi MTQ Nasional.

Baca juga: Dari Tanah Kampus 3, Ponpes Fadlul Fadlan Wujudkan Pangan Mandiri untuk Santri

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa kehadiran barisan lintas agama ini memancarkan pesan mendalam mengenai harmonisasi nilai-nilai Al-Qur'an dengan semangat toleransi yang hidup di Kota ATLAS.

“Pawai Ta’aruf ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kota Semarang adalah rumah yang hangat, aman, dan toleran bagi siapa saja. Ditempatkannya barisan Tokoh Agama dari FKUB di garda terdepan parade menegaskan komitmen kita bersama: MTQ bukan hanya milik satu golongan, melainkan pesta sukacita seluruh warga yang merayakan keberagaman dan persatuan bangsa,” ujar Agustina, Selasa 8 September 2026.

Ia juga menambahkan, kekayaan budaya Kota Semarang yang berakar dari akulturasi berbagai etnis akan menyambut para tamu delegasi dari 38 provinsi di Indonesia.

"Masyarakat yang hadir nanti akan disuguhi seni pertunjukan khas seperti Tari Warak Dugder dari Sanggar Sobokarti. Sebuah tarian simbol keberagaman etnis Jawa, Tionghoa, dan Arab di Semarang, serta petikan musik Gambus Zabarjada yang syahdu. Ini adalah wajah Kota Semarang yang inklusif, hebat, dan berbudaya," tambahnya.

Pawai akan dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda pada pukul 07.00 WIB dan menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer. Rombongan bergerak menuju Tugu Muda, Jalan Pandanaran, kawasan Mugas dan Jalan Tri Lomba Juang, kemudian melintasi Taman Indonesia Kaya hingga berakhir di Panggung Kehormatan Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan.

Saksikan Pawai

Masyarakat dapat menyaksikan pawai dari sejumlah titik sepanjang rute. Pelepasan di Balai Kota akan disertai Tari Warak Dugder dan musik Gambus, sementara kawasan Taman Pandanaran, Taman Indonesia Kaya, serta Jalan Tri Lomba Juang dapat menjadi pilihan warga untuk menyaksikan rombongan dan pertunjukan. Rangkaian pawai ditutup dengan atraksi Marching Band dan pengumuman pemenang mobil hias di panggung utama Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Baca juga: Rektor USM Audiensi ke KSP, Bahas Penguatan Sinergi Kampus dan Pemerintah

Untuk mendukung kelancaran pawai, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polrestabes Semarang telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Penutupan dan pengalihan arus dilakukan secara bertahap di sejumlah ruas yang dilalui pawai, termasuk Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Tri Lomba Juang, Jalan Menteri Supeno, hingga Jalan Pahlawan.

Sejumlah kantong parkir juga disiapkan bagi masyarakat yang hendak menyaksikan pawai, antara lain Balai Kota Semarang, DP Mall, Museum Mandala Bhakti, Stadion Tri Lomba Juang, Gedung Rimba Graha, Masjid Baiturrahman, Gedung Parkir Mall Ciputra, eks Gedung Matahari, dan Super Ekonomi Simpang Lima. Sementara parkir armada mobil hias peserta disiapkan di kawasan Wonderia dan Taman Budaya Raden Saleh.

Masyarakat diimbau mengantisipasi kepadatan lalu lintas, menggunakan jalur alternatif, serta menjaga kebersihan selama Pawai Ta’aruf berlangsung. (Aji)

Berita Terkini