LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM–
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 72 mustahik yang mengalami putus sekolah.
Penyaluran bantuan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tubaba, Rabu (23/9/2026). Bantuan tersebut disalurkan melalui sembilan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di wilayah Tubaba.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp20.838.000 untuk periode triwulan pertama, Juli-September 2026. Para penerima merupakan mustahik berusia di atas 24 tahun yang mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba, M. Cheri Sopian, S.H., M.H., mengapresiasi kontribusi BAZNAS dalam membantu masyarakat mendapatkan kembali akses pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi salah satu langkah untuk menekan angka putus sekolah sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya tidak menyelesaikan pendidikan formal.
“Bantuan pendidikan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung masyarakat kembali memperoleh pendidikan melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan pendidikan kesetaraan memiliki peran penting karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Tubaba, KH. Jumantoro, M.Pd.I., menjelaskan bahwa bantuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Ia mengatakan, dana yang dikelola BAZNAS berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat atau muzakki. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui berbagai program, termasuk bidang pendidikan.
“Bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS menyalurkan dana ZIS kepada mustahik secara tepat sasaran,” jelasnya.
Menurut Jumantoro, dukungan terhadap pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tubaba.
Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Tubaba berharap para penerima dapat kembali menempuh pendidikan, menyelesaikan jenjang kesetaraan yang diikuti, serta memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan taraf hidup.
Program bantuan pendidikan melalui sembilan PKBM ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan bagi warga Tubaba yang sebelumnya mengalami putus sekolah.
(Rohman)