JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Kontingen Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah menorehkan prestasi membanggakan pada Puncak Ajang Kreativitas GenRe Nasional (ADUJAKNAS) 2026 yang berlangsung di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN di Jakarta, Selasa 22 September 2026.
Dalam kompetisi tahunan yang mempertemukan perwakilan remaja dari seluruh Indonesia tersebut, Arya Fatikh Izzan Juweri (Mahasiswa Kedokteran Gigi Undip) dinobatkan sebagai Juara 1 Duta GenRe Indonesia Putra 2026. Sedangkan Naura Ade’ Putri (Mahasiswa Ilmu Hukum UNS) menyusul gemilang sebagai Juara 2 Duta GenRe Indonesia Putri 2026.
Perjalanan mereka menuju podium nasional tentu tidak instan. Setelah melalui seleksi ketat tingkat kabupaten/kota, keduanya dinobatkan sebagai Juara 1 Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah (ADUGENJAT) 2025. Selama setahun penuh, mereka diuji untuk merealisasikan program nyata di tengah masyarakat sebelum akhirnya membuktikan kualitas terbaiknya di tingkat nasional.
Mengangkat tema “Gen Z Impact: Gerak Nyata untuk Indonesia”, ADUJAKNAS 2026 diselenggarakan selama dua hari, Senin–Selasa (21–22 September 2026). Rangkaian acara dibuka dengan Sashing Ceremony, Ikrar Duta Generasi Berencana, serta kunjungan edukasi ke Museum Bank Indonesia sebelum memasuki tahap penentuan juara di hari kedua.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr H Wihaji SAg MPd menyampaikan bahwa posisi generasi muda sangat krusial sebagai penentu transisi demografi nasional. Generasi Z yang kini merepresentasikan hampir seperempat populasi Indonesia tidak boleh lagi diposisikan sebatas objek pasif pembangunan.
Baca juga: Jateng Jadi Trigger Nasional, Keberhasilan Demak & Kab Semarang Atasi Stunting Jadi Rujukan
Mendukbangga menekankan bahwa pengukuhan duta remaja di tingkat nasional bukanlah garis akhir kompetisi, melainkan awal penugasan sosial di tengah masyarakat.
"Ajang ADUJAKNAS bukan sekadar kompetisi mengejar selempang juara di atas panggung. Selempang itu adalah amanah. Ukuran keberhasilan sesungguhnya tampak saat kembali ke daerah dan langsung memberi dampak nyata bagi remaja di komunitas serta pelosok desa," tegas Wihaji.
Selain penanganan perkawinan anak, pencegahan seks berisiko, dan penolakan penyalahgunaan NAPZA, Wihaji menugaskan jejaring konselor sebaya untuk aktif terlibat dalam percepatan penurunan stunting dari hulu secara berkelanjutan.
Solusi Remaja Inklusif dan Pangan Lokal
Prestasi Jawa Tengah tidak terlepas dari rancangan program kerja yang berorientasi pada penyelesaian masalah riil di daerah. Arya Fatikh merancang ekosistem program bertajuk SENANDUNG ASA (Seruan Remaja untuk Masa Depan Terencana). Program ini menopang tiga pilar integratif: Inklusivitas, Meaningful Youth Participation (MYP), dan percepatan Penanganan stunting.
Pada pilar Inklusivitas, Arya mengembangkan prototipe pelatihan motorik guna membangun kemandirian remaja dengan disabilitas mental. Pada pilar partisipasi pemuda bermakna, ia menyusun policy brief sebagai media advokasi kebijakan pemuda kepada para kepala daerah. Sementara untuk intervensi gizi, Arya menginisiasi pembuatan pangan alternatif berupa "Dimsum Kelor Lele" sebagai Pendamping Makanan Tambahan (PMT) guna memperkuat ketahanan gizi keluarga.
Baca juga: Dari Telur, Coki Dirawat Hingga Besar di Perkampungan Padat Pelabuhan Panjang
Inovasi penguatan kapasitas remaja juga dihadirkan oleh Juara 2 Putri, Naura Ade’ Putri. Mahasiswa UNS ini mengusung program REHABILITASI (Remaja Harapan Bangsa Lewat Partisipasi Aksi) yang berfokus pada ketahanan kesehatan mental dan kecakapan hidup (life skills).
Gerakan tersebut diwujudkan ke dalam tiga aksi terstruktur: NARASI (Naura Berbagi Informasi) sebagai medium literasi kesehatan; BERITA ACARA (Bersama Naura Kembangkan Life Skill Remaja Nusantara) sebagai inkubasi keterampilan praktis; serta KORPORASI (Kolaborasi Penuh Remaja Berdiskusi) yang membuka ruang aman bertukar cerita tanpa stigma penghakiman bagi sesama remaja.
Guna memperluas daya jangkau program, Arya dan Naura turut mengoptimalkan kanal media sosial sebagai ruang interaksi dan edukasi kreatif bagi Generasi Z hingga Generasi Alpha.
Baca juga: Mengenyangkan Tapi Gak Bikin Ngantuk, Grilled Chicken Sandwich Pas Buat Ganjal Perut di Siang Hari
Hadir pada perhelatan tersebut, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengajak generasi muda untuk aktif menjaga etika dan verifikasi informasi di ruang maya.
"Kalau dulu nenek moyang kita berperang melawan penjajah, kita sekarang harus berperang melawan hoaks di dunia digital. Adik-adik harus belajar dan memahami, cek dulu (kebenaran informasi), serta jangan mudah terprovokasi dan saling bergunjing," pesan Raffi Ahmad di hadapan para delegasi.
Prestasi kontingen Jawa Tengah semakin lengkap dengan perolehan juara di berbagai kategori kelembagaan dan apresiasi individu:
Juara 1 Bina Keluarga Remaja (BKR): BKR Cempakasari (Kota Semarang)
Juara 1 Kanvas Nusantara (Kontingen Jawa Tengah)
Juara 1 Lentera Pengabdian: M. Khotibul Umam
Juara 1 Desa/Kelurahan Ayah Teladan
Juara 2 Genrengers Award: M. Chanan
Juara 2 Reignite PIK R & Juara 2 100% GenRe
Juara 3 PIK R Segmentasi Beraksi: PIK R Samitra Arsa (Kabupaten Kendal)
Keberhasilan luar biasa ini merupakan buah manis dari sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten/kota, Dinas OPD KB, serta perguruan tinggi dalam melahirkan generasi muda yang mandiri, adaptif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Aji)