TUBABA LAMPUNG-HELOINDONESIA.COM----
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendorong transformasi pelayanan pertanahan agar semakin dekat, mudah, dan pasti bagi masyarakat.
Momentum Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (HANTARU) 2026 dimanfaatkan Kementerian ATR/BPN untuk memperkuat upaya tersebut melalui perluasan Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (LARASITA+) serta transformasi organisasi dan tata kerja (OTK) Kantor Pertanahan (Kantah) dengan pendekatan kewilayahan.
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan, LARASITA+ kembali dihadirkan untuk mendekatkan akses pelayanan pertanahan kepada masyarakat. Program tersebut mulai Kamis (24/9/2026) hadir di 44 lokasi di Pulau Jawa dan Bali.
“Semangat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat diwujudkan melalui Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah atau LARASITA+, yang mulai hari ini kembali hadir di 44 lokasi di Pulau Jawa dan Bali,” ujar Nusron saat memimpin Upacara Peringatan HANTARU 2026 di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Melalui LARASITA+, masyarakat dapat mengakses sejumlah layanan pertanahan tanpa harus datang langsung ke Kantah. Layanan tersebut mencakup konsultasi pertanahan, pengecekan status tanah, pendaftaran tanah pertama kali, perubahan data sertifikat, hingga layanan Hak Tanggungan dan Roya.
Tak hanya memperluas jangkauan layanan, Kementerian ATR/BPN juga melakukan perubahan pola kerja Kantah. Transformasi OTK dilakukan dari pendekatan tematik menjadi pendekatan kewilayahan.
Setelah tahap pertama diterapkan pada 10 Kantah, transformasi tahap kedua kini diperluas ke 50 Kantah dan diluncurkan bertepatan dengan HANTARU 2026.
“Selanjutnya kita menargetkan seluruh Kantah dapat menerapkan pendekatan kewilayahan pada tahun 2027,” kata Nusron.
Menurut Nusron, transformasi pelayanan pertanahan tidak cukup hanya mengandalkan perubahan sistem dan pemanfaatan teknologi. Peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN.
“Perlu saya tegaskan, transformasi layanan tidak cukup hanya dengan perubahan sistem dan teknologi,” tegasnya.
Melalui momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN mendorong seluruh jajaran untuk mempercepat transformasi pelayanan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan layanan yang semakin dekat dan berkualitas kepada masyarakat.
HANTARU 2026 mengusung tema “Transformasi, Melayani Lebih Pasti”, yang menjadi bagian dari semangat Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan perubahan pelayanan pertanahan yang lebih mudah diakses, efektif, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.
(Rohman)