LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Dua penghuni kos merenggang nyawa pada waktu dan wilayah yang sama di Kecamatan Wayhalim, Kota Bandarlampung. Keduanya yang meninggal pada Kamis (24/9/2026) adalah Rifki Antono usia 49 tahun dan Tanti Riskania usia 26 tahun
Tanti Riskania ditemukan meninggal di kamar kos Jl. Jaya, RT 09, Kelurahan Wayhalim Permai, pukul 12.00 WIB sedangkan Rifki Antono meninggal di kamar kos Jl. Raden Pemuka, Gg. Terang, Kelurahan Gunungsulah, pukul 21.00 WIB.
Polisi tak menemukan adanya indikasi kekerasan terhadap kedua jenazah. Tim Inafis Satreskrim Polresta Bandarlampung membawa keduanya untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga korban di RSUD Abdul Moeloek.
Rifki Antono
Berawal dari kecurigaan warga adanya bau busuk. Ternyata, sumbernya dari jenazah Rifki Antono. Menurut keluarganya, korban mengalami sakit komplikasi dua bulan dan kos agar dekat dengan RS Urip Sumoharjo dan Advent.
Dua jam lebih setelah diketahui tewas, pukul 23.20 WIB, Tim Inafis Polresta Bandarlampung membawanya ke RSUD Abdul Moeloek. Rifki Antono adalah warga Jl. Raden Fatah, Gg H. Maenin, Kelurahan Kalian, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandarlampung.
Tanti Riskania
Tanti Riskania asal Buleleng, Bali ditemukan meninggal di kamar kos dengan sejumlah obat. Teman dekat korban sempat mengatakan korban mengeluh sakit pada pukul 02.00 WIB.
Sebulan terakhir, korban mengalami gangguan kesehatan, hingga beberapa kali tak masuk kerja sampai akhirnya berhenti kerja di rumah makan. Tanti juga pernah diopname di rumah sakit.
Februari lalu, Sabtu (7/2/2026), seorang pria tewas dengan kepala terbungkus plastik dan diikat lakban di dalam kamar homestay dekat flyover kawasan Jl. Untung Suropati, Labuhanratu, Kota Bandarlampung.
Agustus, Minggu (2/8/2026), Sabto Wibowo usia 52 tahun, ASN, meninggal di kamar kos Jl. Urip Sumoharjo, Gg Sungai 7, Kelurahan Gunungsulah, Kecamatan Wayhalim.(HBM)