LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Dunia kerja tak selalu menunggu ijazah datang dengan tangan terbuka. Ada kompetensi yang harus diasah, pengalaman yang perlu ditempa, dan kesiapan yang mesti dibangun sebelum langkah pertama memasuki dunia profesional.
Berangkat dari kebutuhan itu, Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Ikaperta Unila) menyiapkan terobosan melalui Program Karir Akademi Ikaperta Unila. Program yang mulai dirancang pada 2026 ini ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate, dan alumni.
Program ini bukan sekadar pelatihan mencari pekerjaan, Karir Akademi diarahkan menjadi ekosistem pengembangan talenta yang mempertemukan calon tenaga profesional dengan dunia industri, khususnya sektor pertanian, agribisnis, agroindustri, dan agroinput.
Direktur Pelaksana Karir Akademi Ikaperta Unila, Ir. Ahmad Jahri, SP, SH, MH, mengatakan pendaftaran peserta dibuka mulai Senin, 28 September hingga 15 Oktober 2026. Sementara pembelajaran dijadwalkan dimulai pada 7 November 2026.
“Bagi yang berminat, pendaftaran dibuka dari hari ini, Senin, 28 September 2026 hingga 15 Oktober 2026. Kami akan mulai melakukan pembelajaran pada 7 November 2026,” ujar Jahri dalam rilis yang diterima Heloindonesia.com, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, Karir Akademi berlangsung selama dua bulan dengan pembelajaran setiap Sabtu dan Minggu. Setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran dan memenuhi persyaratan, peserta akan diarahkan mengikuti program magang di perusahaan mitra.
Program tersebut mengusung tema “Mempersiapkan Talenta Muda Pertanian yang Kompeten, Profesional, dan Berdaya Saing untuk Menjawab Kebutuhan Industri Agroinput.”
Baca juga: Jaringan Ikaperta Unila, Modal Besar Jembatani Akademi dan Lulusan
Dari Kelas ke Dunia Industri
Salah satu bagian penting dalam Karir Akademi adalah program magang. Peserta yang telah mengikuti pembelajaran akan menjalani proses competency matching dengan perusahaan mitra.
Penempatan, kata Jahri, tidak dilakukan secara sembarangan. Kompetensi peserta, hasil evaluasi selama akademi, minat, kebutuhan perusahaan, kualifikasi, serta ketersediaan posisi magang menjadi pertimbangan.
“Penempatan tidak dilakukan secara sembarangan. Kompetensi peserta, hasil evaluasi akademi, minat, kebutuhan perusahaan, kualifikasi serta ketersediaan posisi magang menjadi pertimbangan dalam proses tersebut,” jelasnya.
Selama menjalani magang, peserta akan dinilai berdasarkan kemampuan menyelesaikan pekerjaan, pencapaian target, komunikasi, kerja sama tim, kemampuan beradaptasi, disiplin, inisiatif, tanggung jawab, hingga integritas.
Peserta dengan performa terbaik bahkan berpeluang masuk dalam proses talent identification perusahaan dan dipertimbangkan mengikuti proses rekrutmen sesuai kebutuhan perusahaan.
Dengan pola tersebut, Karir Akademi tidak berhenti pada sertifikat pelatihan. Program ini berupaya membangun jembatan yang lebih nyata dari ruang kuliah menuju dunia kerja.
“Ukuran keberhasilan program bukan hanya berapa banyak peserta yang mengikuti akademi. Yang lebih penting adalah apakah mereka benar-benar memiliki kompetensi, mendapatkan pengalaman industri dan memiliki peluang untuk berkembang setelah mengikuti program,” kata Jahri.
Ikaperta sebagai Penghubung
Dalam ekosistem tersebut, Ikaperta Unila menempatkan diri sebagai inisiator, pengelola, fasilitator sekaligus penghubung antara alumni dan dunia industri.
Sementara perusahaan mitra menjadi bagian penting dalam validasi kompetensi, pelaksanaan magang, evaluasi kinerja, hingga pengembangan talent pipeline.
Jalur yang dibangun tidak hanya berhenti pada tahap entry level. Ke depan, peserta diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan karier dari tingkat staff, supervisor, hingga manager, sesuai kompetensi, pengalaman, kinerja, dan kebutuhan perusahaan.
Jahri mengatakan program tersebut lahir dari kebutuhan industri pertanian terhadap sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori akademik, tetapi juga siap bekerja, mampu berkomunikasi, memahami bisnis dan pemasaran, mengolah data, bekerja berdasarkan target, serta menghadapi dinamika lapangan.
“Mahasiswa pertanian tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik,” tandasnya. Menurut dia, lulusan baru juga perlu memahami bagaimana sebuah perusahaan bekerja, bagaimana berhadapan dengan pelanggan, mencapai target, berkomunikasi secara profesional, hingga menyelesaikan persoalan yang muncul di lapangan.
“Karir Akademi ini kami dorong agar mahasiswa dan fresh graduate tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga siap masuk ke lingkungan kerja yang sesungguhnya. Mereka perlu memahami target, budaya perusahaan, komunikasi, pemasaran dan problem solving,” ujarnya.
Learn – Practice – Internship – Career Development
Karir Akademi menggunakan pendekatan “Learn – Practice – Internship – Career Development”.
Artinya, proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan dilanjutkan dengan praktik, kemudian dipertajam melalui pengalaman industri lewat magang, sebelum diarahkan menuju pengembangan karier.
“Yang ingin kita bangun adalah talent pipeline. Perusahaan dapat melihat langsung kemampuan peserta, sementara peserta memperoleh pengalaman kerja nyata. Jadi hubungan antara kampus, alumni dan industri tidak berhenti pada kegiatan seremonial,” ujar Jahri.
Pada titik itulah Karir Akademi mencoba mengisi ruang yang selama ini kerap menjadi jarak antara kampus dan dunia kerja: ketika teori harus bertemu target, pengetahuan harus berhadapan dengan persoalan nyata, dan seorang lulusan harus membuktikan bahwa dirinya bukan hanya siap menerima pekerjaan, tetapi juga siap tumbuh di dalamnya. (Rls)