SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Universitas Semarang (USM) dan National United University (NUU), Taiwan mulai menjalankan kerja sama melalui pengembangan program akademik yang lebih konkret.
Kepala International Office USM, Albert SE MM PhD mengatakan, pihaknya memfasilitasi persamaan persepsi bersama NUU dan unit akademik USM untuk menyiapkan Double Bachelor’s Degree Program bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi (TI) dan Sistem Informasi (SI), Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) USM.
Baca juga: Menembus Lorong Waktu, Njajan Fest 3X Hidupkan Kembali Kejayaan TRP Kartini
Pembahasan berlangsung secara daring melalui Google Meet pada Kamis (1/10/2026), pukul 09.00–11.30 WIB. Pertemuan menjadi tindaklanjut komunikasi akademik antara USM dan NUU yang telah dibangun sebelumnya. Kedua pihak saling menjelaskan konsep program, skema akademik, serta kemungkinan penerapannya di tingkat program studi.
''Dalam pertemuan tersebut, USM dan NUU mencapai kesepakatan untuk mengembangkan skema Double Bachelor’s Degree Program. Program tersebut diarahkan secara khusus bagi mahasiswa Prodi TI dan SI FTIK USM. Kesepakatan awal ini masih akan ditindaklanjuti melalui pembahasan lebih rinci mengenai aspek akademik dan teknis program,'' Albert.
Dia mengatakan, pihaknya memfasilitasi pertemuan bersama perwakilan NUU dan unit akademik USM.
Dari NUU, pertemuan diikuti Chia-Heng Cheng, Chief of International Affairs, serta Ju-May Wen dari National United University. Pertemuan juga dihadiri perwakilan LKP Pelangi Megah Education, yaitu Kuo Wei Sen, Yosefin Desy, dan Janto.
Dari lingkungan USM, pertemuan diikuti Dr Ir Purwanto ST MT IPM.ASEAN Eng APEC Eng Direktur Kerja Sama, Hilirisasi dan Inovasi, Dr Harmini ST MEng (Direktur Akademik) serta Khoirudin SKom MEng (Direktur Sistem Informasi dan Teknologi). Hadir pula Sinta Pramucitra SIKom MIKom (Manajer Kerja Sama dan Komunikasi Publik), bersama para jajaran pengurus International Office USM.
Pembahasan juga melibatkan sejumlah ketua program studi dari berbagai bidang keilmuan. Dari FTIK, hadir Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Dr Atmoko Nugroho ST MEng, Dr Aria Hendrawan ST MKom (Wakil Dekan FTIK), serta Victor Gayuh Utomo ST MKom (Ketua Program Studi S-1 Teknik Informatika).
''Keterlibatan pimpinan fakultas dan program studi menjadi bagian dari pembahasan mengenai kemungkinan pengembangan kerja sama ke dalam program akademik yang sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing,'' ujarnya.
Baca juga: Pameran HUT Pertama Paguyuban Semar Bersatu: Geliatkan Pesona Batu Mulia & Antikan
Selain dari FTIK, katanya, pertemuan juga diikuti Dr Ir Andi Kurniawan Nugroho ST MT IPM (Ketua Program Studi S-1 Teknik Elektro), Dr Dhamang Budi Cahyono ST M IPM ACPE (Ketua Program Studi S-1 Teknik Sipil) Dr Gita Aprinta E.B SSos MSi (Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi), Dr. Asih Niati SE MM (Ketua Program Studi S-1 Manajemen), Dr Dian Indudewi SE MSi Akt (Ketua Program Studi S-1 Akuntansi), serta Anitiyo Soelistiyono SE, MSi PhD (Ketua Program Studi D-3 Manajemen Perusahaan).
Dia menambahkan, dalam presentasi NUU, skema Double Bachelor’s Degree Program dirancang dengan tahapan pendidikan yang menghubungkan masa studi di USM dengan pengalaman akademik di NUU Taiwan. Mahasiswa menempuh dua tahun pertama di USM.
Mahasiswa kemudian melanjutkan tahapan berikutnya di NUU sesuai dengan kurikulum dan mekanisme transfer kredit yang akan disepakati oleh kedua institusi.
''Pada rancangan program tersebut, mahasiswa mengikuti mata kuliah bidang utama dan capstone project di NUU. Mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran Bahasa Mandarin secara intensif. Salah satu ketentuan yang dipresentasikan NUU adalah pembelajaran Bahasa Mandarin sebanyak 15 jam per minggu selama tahun ketiga,'' jelasnya.
Menurutnya, peserta program juga diwajibkan mengikuti Test of Chinese as a Foreign Language (TOCFL). Level B1 menjadi persyaratan yang dipresentasikan NUU sebelum mahasiswa memasuki tahapan tahun keempat. Tahapan berikutnya diarahkan pada pengalaman industri melalui program industry internship.
Baca juga: Persiapan 95 Persen, Pembukaan Porprov Hadirkan Juara Asian Games dan 4 Mantan Ketum KONI
Presentasi NUU juga memuat sejumlah persyaratan awal calon peserta. Persyaratan tersebut antara lain kemampuan Bahasa Mandarin minimal level A1, posisi akademik pada kelompok 20 persen teratas di program studi atau angkatan, sertifikasi peringkat akademik dari USM, surat rekomendasi profesor, serta autobiography dan personal statement.
''Namun, sejumlah ketentuan tersebut masih menjadi bagian dari bahan pembahasan program. USM dan NUU akan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk menyelaraskan persyaratan dengan sistem akademik, kurikulum, serta ketentuan yang berlaku di kedua institusi,'' ungkapnya.
Dalam skema gelar yang dibahas, lanjutnya, mahasiswa memperoleh satu gelar dari USM. Pada sertifikat mahasiswa akan dicantumkan keterangan bahwa mahasiswa tersebut mengikuti program Double Bachelor’s Degree. Mekanisme akademik dan administrasi terkait keterangan tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan lanjutan antara USM dan NUU.
Bagi USM, pertemuan tersebut memperlihatkan peran International Office dalam menjembatani kerja sama internasional dengan kebutuhan akademik di tingkat fakultas dan program studi. IO memfasilitasi komunikasi dengan mitra internasional. Selanjutnya, fakultas dan program studi membahas kesesuaian akademik serta kemungkinan penerapan program.
Pengembangan program Double Bachelor’s Degree tersebut secara khusus diarahkan kepada Prodi TI dan SI FTIK USM.
''Kedua program studi selanjutnya akan membahas kesesuaian kurikulum, sistem kredit, persyaratan mahasiswa, serta mekanisme pelaksanaan bersama NUU,'' tuturnya.
Join Lecture
Dia mengatakan, pembahasan juga akan dilanjutkan dalam pertemuan berikutnya yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Oktober 2026. Pertemuan tersebut akan digunakan untuk mematangkan aspek akademik dan teknis sebelum program dikembangkan lebih lanjut.
Sementara itu, tindaklanjut terdekat dari komunikasi akademik USM dan NUU akan berlangsung melalui Join Lecture yang direncanakan akan berlangsung pada 7 Oktober 2026. Kegiatan tersebut akan mengangkat tema Cybersecurity and Artificial Intelligence for Academic Transformation.
''Join Lecture akan menghadirkan empat pembicara. Dari USM, pembicara yang dijadwalkan hadir adalah Dr Aria Hendrawan SE MKom (Wakil Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi USM), serta Victor Gayuh Utomo ST MKom (Ketua Program Studi S-1 Teknik Informatika FTIK USM). Dua pembicara lainnya berasal dari NUU Taiwan dan nama keduanya masih menunggu konfirmasi,'' tandasnya. (Aji)