✕

Dua Hari Dicari Terjun dari Dermaga Bakauheni, Dedi Ditemukan di Pulau Kandang

Senin, 12 Oktober 2026 19:53
Tim SAR Gabungan saat menyelamatkan Dedi Rustana Siregar dari Pulau Kandang, Tanjung Tua, Kabupaten Lampung Selatan. HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Dua hari disisir Tim SAR Gabungan, Dedi Rustana Siregar (38) yang terjun dari Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni ditemukan selamat di Pulau Kandang, Tanjung Tua, Kabupaten Lampung Selatan.

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi Dedi Rustana Siregar (38), Senin (12/10/2026), pukul 13.00 WIB. Warga Cilegon, Banten, itu keluar dari mobil, lompat pagar dermaga, lalu terjun ke laut, Minggu (11/10/2026), pukul 01.10 WIB.

Tak ada penjelasan, apa alasan Dedi Rustana Siregar lari dari kendaraan lalu lompat ke laut. Adik sepupu korban, Eno Sardiono hanya melaporkan Dedi melompat ke laut kepada petugas ASDP Bakauheni. 

Dedi Rustana Siregar (baju putih) saat hendak dievakuasi dari Pulau Kandang

Hari pertama, Tim SAR Gabungan menyisir korban sejak pagi hingga pukul 17.15 WIB. Hari kedua, mereka kembali menyisir perairan sekitar dan lepas perairan dermaga dimulai pukul pukul 07.00 WIB.

Pukul 12.25 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi Dedi Rustana Siregar berada di Pulau Kandang. Mereka berhasil menemukannya selamat di pulau tersebut pada pukul 13.00 WIB.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mewakili Kepala Kantor Basarnas Lampung mengatakan Dedi ditemukan pada koordinat 5°52.981' LS dan 105°45.627' BT, atau sekitar 0,99 mil laut ke arah tenggara dari titik tempat melompat ke laut.

Tim SAR Gabungan saat menyisir korban

Setelah dievakuasi, korban dibawa ke Kantor ASDP Bakauheni. Selanjutnya, korban direncanakan kembali ke Cilegon, Banten. Operasi pencarian dihentikan pada pukul 13.50 WIB. Seluruh personel kembali ke satuan masing-masing.

Tim SAR Gabungan yang mencari korban terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Bakauheni, Polairud Polres Lampung Selatan, Polda Lampung, ASDP Bakauheni, TNI Angkatan Laut, nelayan, serta keluarga dan masyarakat setempat.

Mereka menggunakan sejumlah sarana untuk mendukung operasi pencarian, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB), perahu karet bermesin, kendaraan operasional, peralatan komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.

"Basarnas Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR, nelayan, keluarga, serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian," kata Rezie Kuswara.

Menurut dia, dukungan dan kerja sama berbagai pihak dinilai menjadi bagian penting dalam keberhasilan operasi tersebut. (Rls/Hajim)

Berita Terkini