✕

Bicara Tata Kelola di PWI Jateng Corner, Kairul Anwar Tegaskan PSSI Butuh Kontrol Media

Jumat, 16 Oktober 2026 22:42
Ketua PSSI Jateng Kairul Anwar saat bersama pengamat sepakbola di Jateng Amir Machmud NS

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Resmi memimpin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah periode 2026–2030 usai terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa, Kairul Anwar langsung tancap gas. Sosok yang juga menjabat Anggota Exco PSSI Pusat ini berkomitmen mengembalikan kejayaan Jawa Tengah sebagai lumbung pesepak bola nasional dan pengoleksi medali PON.

Langkah strategis tersebut dipaparkan Kairul dalam podcast "PWI Jateng Corner" bertajuk Peran Media dalam Mendukung Tata Kelola Sepakbola Jateng di Studio Dinus FM, Kompleks Kampus Udinus Semarang, Kamis 15 Oktober 2026.

Baca juga: Prodi Pariwisata USM Gandeng LSP PARSI Gelar Uji Kompetensi Profesi

Diskusi hangat yang dipandu Wakil Sekretaris Siwo PWI Jateng, Lia Dina Yunita, ini juga menghadirkan Ketua Dewan Kehormatan PWI Jateng sekaligus pengamat sepak bola, Amir Machmud NS.

Dalam kesempatan itu, Kairul mengawali penyampaiannya dengan menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh Askab/Askot PSSI dan klub-klub anggota atas amanah besar yang dipercayakan kepadanya.

"Jateng pernah meraih medali di PON 2012 dan menjadi lumbung prestasi pemain muda yang menembus level nasional. Fokus pertama yang akan kita lakukan adalah pembenahan tata kelola, dan prioritas utamanya adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kami sudah berkoordinasi dengan PSSI Pusat dan mereka siap menurunkan tim," tegas mantan Direktur dan GM PSIS Semarang tersebut.

Revitalisasi SDM

Mengenai fondasi pembenahan, Kairul menyoroti minimnya jumlah pelatih berlisensi di daerah. Untuk mengatasi hal tersebut, ia menggagas terobosan dengan menggaet dunia pendidikan.

Sertifikasi Pelatih untuk Guru: Kairul berencana berdiskusi dengan Gubernur Jateng agar guru-guru olahraga tingkat SD, SMP, dan SMA diwajibkan mengikuti pelatihan kepelatihan PSSI.

Penguatan Perangkat Pertandingan: Dorongan masif akan diberikan kepada Askab/Askot untuk rutin menggelar pelatihan wasit lokal yang independen dan berkualitas.

Kompetisi Usia Dini (Grassroot): Pembinaan anak usia 8, 9, dan 10 tahun akan digenjot lewat kompetisi antar-SD yang bersih dari intervensi.

"Saya ingin kompetisi ada di level SD dengan perangkat pertandingan yang clear. Grassroot-nya harus hidup! Di setiap turnamen antardesa atau tarkam, saya juga ingin ada regulasi wajib memainkan pemain usia muda agar mereka punya ruang belajar dan jam terbang," ujar Ketua Peradi Kota Semarang tersebut optimis menatap PON 2028.

Demi menjaga marwah sepak bola dan edukasi suporter, Kairul menegaskan tidak akan memberi toleransi sedikit pun kepada oknum-oknum yang merusak jalannya kompetisi. Selain merangkul Polda Jateng untuk menciptakan iklim sepak bola yang ramah keluarga, Kairul juga memasang pagar tegas terhadap integritas pertandingan.

"Jangan hancurkan pembinaan dan mimpi anak-anak kita. Di era kepemimpinan saya, saya terapkan zero tolerance kepada perangkat pertandingan yang terbukti 'bermain'. Tapi di sisi lain, kita juga sangat mengapresiasi wasit-wasit yang jujur dan bagus di lapangan," lugasnya.

Sinergi Bersama Media

Gagasan dan arah kebijakan Kairul mendapat sambutan positif dari Ketua Dewan Kehormatan PWI Jateng sekaligus pengamat sepak bola, Amir Machmud NS. Menurut mantan Ketua PWI Jateng dua periode tersebut, tata kelola yang ideal mengacu pada tiga pilar utama: SDM, transparansi keuangan, dan kejelasan program.

Baca juga: Sidang Korupsi Kuota Haji: 10 Saksi Pengusaha Travel Mengaku Tak Ikhlas Setor Miliaran Rupiah ke KPK

Amir mengingatkan sejarah panjang pers Jawa Tengah yang turut merekam tinta emas perjalanan sepak bola daerah—seperti saat PSIS menjuarai Perserikatan 1987 dan Liga Indonesia V 1999, hingga Persijap yang menjuarai Piala Suratin. Menurutnya, pers tidak hanya bertindak sebagai pencatat sejarah, tetapi juga mitra kritis yang konstruktif.

"Sinergi PSSI Jateng, klub, dan media sudah teruji waktu. Media punya peran edukasi, informasi, dan hiburan. Bahkan di masa lalu, kritik konstruktif media mampu membentuk komposisi tim juara. Kita ingin sepak bola Jateng bukan hanya milik PSSI, tetapi milik seluruh masyarakat," papar Amir yang juga mengusulkan agenda coffee morning rutin antara PSSI dan jurnalis olahraga.

Sinergi manis antara kedua lembaga ini langsung dibuktikan di akhir acara. Kairul menegaskan PSSI Jateng siap memberikan dukungan penuh bagi PWI Jateng yang tengah mempersiapkan tim mini soccer menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV di Lampung tahun 2027 mendatang.

"Prinsipnya, PSSI punya hajat, PWI support. Saat PWI punya hajat, kami siap mendukung full. Begitu Siwo PWI butuh bola untuk latihan, langsung kami eksekusi. Silakan manfaatkan fasilitas dan SDM yang dimiliki PSSI Jateng," tandas Kairul.

Atas komitmen tersebut, Amir Machmud menaruh harapan besar agar kolaborasi erat ini dapat mengantarkan tim mini soccer PWI Jateng tampil luar biasa dan membawa pulang prestasi di ajang Porwanas Lampung kelak. (Aji)

Berita Terkini