LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Barrier gate atau pintu masuk dan keluar elektronik halaman parkir Kolam Renang Pahoman hanya "pajangan" saja. Jasa parkir diminta begitu saja dari warga sehingga diduga terjadi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD).
Ironisnya, para pemangku mengelak dikonfirmasi sejak kapan barrier gate tersebut jadi "pajangan". Kadispora Lampung, Meiry Harika Sari, S.STP, MM " melempar ke Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Stadion dan PKOR Pahoman, Ilham.
Baca juga: Parkir Kolam Renang Pahoman Diduga Bocor, Dispora Tutup Mata, Ada Apa?
Dengan alasan baru bertugas sebulan, Ilham melibatkan Kasi UPTD Parkir Pahoman, Hamid Barmawi. Dikonfirmasi, dia malah "melimpir". Pemangkunya saja seolah tutup mata atas pengelolaan parkir yang diduga bocor ini: tanpa tiket resmi.
Barrier gate benar-benar jadi "pajangan", tak ada alat elektronik penindai dan hasil printnya. Ditambah lagi, kaca pos parkir yang pecah didiamkan lama. Jangankan berfungsi, terawat pun tidak.
Baca juga: Gubernur Mirza Kejar PAD, Parkir Dispora Diduga Bocor di Stadion dan Kolam Renang Pahoman
Belum lagi jika dipertanyakan apakah sistem Barrier gate telah online agar ada transparansi dana yang masuk dengan pihak-pihak yang berkompeten mengawasinya. Parkir saat ini sudah digitalisasi, bisa dipantau kendaraan masuk dan keluarga lewat handphone.
Ironis, di saat Gubernur Lampung berjuang meningkatakan pendapatan asli daerah (PAD), ada UPTD Dispora Lampung yang seharusnya mengelola pendapatan lahan parkir Stadion dan Kolam Renang Pahoman diduga bocor. (HBM)