SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Gemuruh suara pendukung di GOR Baru Kendal perlahan surut saat sosok gadis belia, Livia Stevenson Prabawa, melangkah mantap menuju tengah matras cabang olahraga hapkido.
Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, beban cukup berat bertengger di pundaknya: membawa nama besar Kota Semarang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Namun, begitu jurus demi jurus dalam nomor Hyung Individual Putri diperagakan, keraguan itu menguap. Gerakannya presisi, bertenaga, dan sarat akan ketenangan jiwa seorang juara. Skor akhir pun terpampang: 6.333 poin, sebuah angka mutlak yang melesat jauh meninggalkan para pesaingnya.
Baca juga: Mayjen (Purn) Supriyatna Ajak Mahasiswa USM Jadi Benteng Pancasila di Era Digital
Emas pertama untuk Kontingen Kota Semarang resmi berlabuh.
“Terima kasih, puji Tuhan diberi kesempatan menang dan meraih emas pertama untuk Kota Semarang,” tutur Livia dengan nada haru usai mengunci kemenangan debutnya di ajang multi-event olahraga terbesar se-Jawa Tengah tersebut.
Disiplin Sejak Balita
Bagi publik yang baru mengenalnya, penampilan Livia mungkin tampak bagai kejutan manis. Namun, di balik keindahan jurus dan raihan emas debutnya di Porprov, ada jejak keringat panjang yang telah diukirnya selama lebih dari sedekade.
Livia bukan sekadar atlet bakat alam, melainkan hasil dari tempaan kedisiplinan tingkat tinggi. Di bawah bimbingan sang pelatih sekaligus ayahnya, Steve Prabawa, siswi kelas 2 SMA Bina Bangsa ini sudah mengakrabi matras latihan sejak masih berusia empat tahun.
“Seminggu bisa latihan 4 sampai 5 kali sejak usia 4 tahun. Saya sudah mendapat pola latihan yang cukup keras dari Sabeum,” kenang gadis kelahiran 30 April ini sembari tersenyum.
Bagi sang ayah sekaligus pelatih, Steve Prabawa, raihan emas di Kendal ini adalah buah dari konsistensi yang telah menjelma menjadi gaya hidup. Di mata Steve, tidak ada istilah membedakan bobot kejuaraan—baik kelas daerah, nasional, maupun internasional.
“Kuncinya ada pada konsistensi dan disiplin tinggi. Kita tidak pernah membuat ukuran dari kelas kejuaraan sebelumnya, tapi selalu fokus memberikan yang terbaik siapapun lawannya,” tegas Steve dengan nada bangga.
Filosofi itu terbukti sahih. Sebelum menaklukkan panggung Porprov Jateng 2026, jam terbang Livia sudah melanglang buana. Dari kejuaraan nasional di Jakarta, Padang, Surabaya, hingga Lampung sudah ia lalap. Bahkan, podium tertinggi ajang internasional di Hongkong serta medali emas PON Beladiri 2023 sudah lebih dulu menghiasi lemari piala koleksinya.
Pemicu Semangat
Keberhasilan Livia mengamankan medali emas perdana—ditambah raihan medali perunggu oleh Satya Donadyaksa Wicaksana di nomor Hyung Individual Putra—menjadi angin segar sekaligus bahan bakar motivasi bagi rombongan atlet Kota Semarang.
Baca juga: Liga Voli Mahasiswa 2026 Seri Yogyakarta: Tim Putri USM Sukses Bawa Pulang Gelar Runner-Up
Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, tak mampu menyembunyikan rasa bangga atas torehan cemerlang para pemuda binaannya di cabang olahraga Hapkido ini.
“Terima kasih atas kerja keras dan upaya terbaik untuk Kota Semarang. Prestasi ini diharapkan semakin memantik atlet-atlet lain yang belum bertanding untuk mempersembahkan yang terbaik,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Arnaz tersebut.
Bagi Kota Semarang, emas dari Livia bukan sekadar penambah angka di papan klasemen perolehan medali. Ia adalah simbol keberhasilan pembinaan usia dini—bahwa di tangan anak muda yang disiplin dan pantang menyerah, tradisi juara akan terus terpelihara. (Aji)