Helo Indonesia

Sejumlah Kader PPP Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Mardiono: Mereka Penyusup

Kamis, 4 Januari 2024 04:49
    Bagikan  
Deklarasi Kader PPP
Tangkapan layar

Deklarasi Kader PPP - Sejumlah kader PPP deklarasi dukung Prabowo-Gibran

HELOINDONESIA.COM - Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono angkat suara mengenai para mantan kader PPP yang mendukung pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Mardino menyebut jika para mantan kader tersebut merupakan gerombolan penyusup.

"Sejumlah kader yang mengklaim sebagai Pejuang PPP itu telah dipecat dan dicabut keanggotaannya. Mereka tidak memahami partai politik dan PPP," kata Mardiono di Gedung High End, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2024).

Mardiono menyebut bahwa dirinya yang sudah mengabdi di partai tersebut selama 26 tahun, tidak pernah menobatkan diri sebagai pejuang.

Baca juga: Meski Mendapatkan Protes, KPU Pastikan MNC Group Tetap Jadi Televisi Penyelenggara Debat Ketiga Pilpres 2024

"Mereka yang baru bergabung selama 7 bulan mengklaim sebagai "Pejuang PPP." Saya ini mengabdi di PPP sudah 26 tahun. Dan, hari ini saya diberi amanah dan tidak pernah menobatkan diri sebagai pejuang," jelasnya.

"Bagaimana mungkin seseorang yang baru 7 bulan, membaca AD/ART tidak, tapi mengklaim sebagai pejuang," sambungnya.

Mardiono mengatakan mantan kader tersebut telah ditindak. Dia menyebut tindakan itu sebagai bentuk penyusupan.

"Saya sebut ini sebagai penyusupan. Alhamdulilah, Allah sayang kepada PPP dan menunjukkan lebih cepat orang-orang ini," tuturnya.

Baca juga: Dana Desa Capai Rp 539 triliun, Bukti Komitmen Pemerintah dalam Pemerataan Pembangunan

Sebelumnya, Mantan Wakil Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Witjaksono angkat bicara usai dicopot dari jabatannya gegara mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di Pilpres 2024.

Witjaksono mengaku siap menerima konsekuensi tersebut.

"Kalau memang Pejuang PPP dianggap melanggar berat aturan partai dan harus diberhentikan dari Partai, dengan mengucap Bismillah niat baik saya siap menerima konsekuensi itu," kata Witjaksono, Minggu (31/12).

Witjaksono menyebut suara akar rumpung (grassroot) PPP telah terpecah.

Witjaksono mengatakan sejumlah pihak menilai bahwa pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud Md tidak memberi efek elektoral bagi PPP.

"Masa grassroot kita ini sangat beragam, di mana hasil analisa kami yang mendalam bahwa pemilihan Presiden-Wakil Presiden, kenyataan di lapangan tidak bisa linear dengan suara loyalis partai. Efek dari capres yang di usung oleh PPP tidak memberikan efek langsung ke suara partai di lapangan," ujar Witjaksono.

Dia mengaku telah mendengarkan aspirasi dari grassroot yang mayoritas mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Dan kami mendengarkan aspirasi langsung di masyarakat bahwa suara grassroot terpecah juga di paslon 01, 02 dan 03. Dimana analisa kami mayoritas justru di paslon 02," tandasnya.

Tags
PPP