BANJARMASIN, HELOINDONESIA - Sejumlah figur calon gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Pilgub Kalsel tahun 2024 mulai bermunculan. Setidaknya 6 figur yang mencuat, hal ini terlihat dari baliho yang tersebar dan pemberitaan di media sosial.
Kemunculan nama-nama figur itu pun mulai memanas. Masing-masing memiliki modal untuk maju dengan berbagai latar belakang, baik sebagai elite partai hingga kepala daerah.
Adapun figur calon gubernur Kalsel tersebut ialah Ibnu Sina selaku Ketua Partai Demokrat Kalsel yang kini masih menjabat Wali Kota Banjarmasin dua periode.
Ada juga Muhidin Ketua PAN Kalsel kini masih menjabat Wakil Gubernur Kalsel. Lalu, muncul nama Zairulah Azhar Bupati Tanah Bumbu, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda anggota DPR RI terpilih dari Partai NasDem Kalsel.
Juga pemilik klub sepak bola Barito Putera Hasnuryadi anggota DPR RI dari Partai Golkar dan istri Gubernur Kalsel Syahbirin Noor, Raudatul Jannah juga dicalonkan Partai Golkar Kalsel manju pada Pilkada 2024.
"Mencermati 6 figur ini, sebenarnya nama ini muncul bukan tanpa alasan. Pertama tentu karena mereka adalah tokoh di masing-masing konteksnya sehingga kemudian dianggap punya modal untuk bisa maju di dalam kontestasi politik nanti di Pilgub 2024," kata pengamat politik Universitas Islam Kalimantan Suriani Shiddiq, M.Si, Ph.D, Jumat (5/4/2024).
Suriani menilai nama-nama figur yang bermunculan ini memiliki modal basis besar. Sebab, tak sedikit di antara mereka merupakan fungsionaris partai hingga kepala daerah aktif.
"Sehingga memang ketika nama tokoh ini muncul, nama-nama inilah yang ada di permukaan, kemudian dianggap punya basis dan modal politik yang cukup, mereka mulai mematut diri maju mencalonkan jadi gubernur” tegasnya.
Meski demikian, kata Suriani nama-nama figur yang muncul masih berpotensi berubah. Bahkan bisa jadi muncul nama-nama figur baru lainnya. "Berikutnya nama-nama ini dianggap bisa bersaing satu sama lain. Artinya Pilgub nantinya di Kalsel akan cukup seru dengan nama-nama lain lagi yang akan muncul," pungkasnya.
Pandangan Suriani terhadap 6 calon gubernur ini juga cukup beralasan, karena masing-masing dinilainya memiliki kompetensi. “Nama-nama bacalon gubernur Kalsel seperti Zairullah Azhar, Muhidin dan Ibnu Sina. Adalah sosok populer di jagat politik Kalsel, terutama Muhidin yang sekarang masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalsel,” ujarnya.
Sementara Zairullah Azhar adalah Bupati Tanah Bumbu, yang menjabat sebagai bupati selama 3 periode atau sekitar 13 tahun. “Zairulah memiliki prestasi luar biasa, tak hanya menjadi representasi kepercayaan masyarakat tetapi juga menunjukkan dedikasinya berjuang untuk daerah sangat tinggi. Di luar prestasi cemerlang lainnya selama menjabat sebagai bupati maupun ketika menjabat sebagai Anggota DPR RI,” katanya.
Ibnu Sina juga demikian, menjadi Walikota Banjarmasin dua periode dengan berbagai macam dinamikanya. Menunjukkan bahwa Ibnu Sina juga memiliki leadership sekaligus kemampuan memimpin daerah dengan baik.
“Berbeda dengan Rifky Nizami Karsa Yudha anggota DPR RI terpilih dan istri Gubernur Kalsel Raudatul Jannah yang akrab disapa Acil Odah, kami nilai masih belum teruji dan pengalaman yang cukup untuk menjadi kepala daerah setingkat Gubernur,” ulas Ketua Jaringan Muda Kalimantan ini.
Rifki Nizami lanjut Suriani, memang pernah menjadi anggota DPR RI selama kurang lebih 4 tahun ditambah kemampuan retorikanya yg baik, mampu menghipnotis kalangan millennial. Membuat mantan dosen ULM Banjarmasin ini popular, setidaknya melalui media sosial dan dengan itu pula mengantarkan Rifky yang sangat dekat pengusaha dari Tanah Bumbu H Syamsudin Arsyad (Haji Isam Johnlin Group).
Sementara istri gubernur Kalsel yang disapa Acil Odah, kata Suriani, istri gubernur yang juga Ketua Partai Golkar Kalsel juga potensial. Meskipun mendapat dukungan dari sebagian orang di internal Golkar, tetapi elektabilitasnya belum cukup teruji.
"Jika dibandingkan dengan Hasnuryadi Sulaiman pemilik klub bola Barito Putera. Hasnuryadi anggota DPR RI dua periode dan kini terpilih lagi itu, bisa jadi kuda hitam bagi bacalon gubernur lainnya. Karena putra dari tokoh Golkar Kalsel almarhum Sulaiman HB,” katanya.
