Helo Indonesia

Laskar Lampung: Bacakada Harus Punya Harga Diri, Jangan Diabetes

Herman Batin Mangku - Nasional -> Politik
Senin, 8 April 2024 13:48
    Bagikan  
Nerozely Koenang atau akrab disapa Panglima Nero (Foto Ist/Helo Indonesia Lampung)
Nerozely Koenang atau akrab disapa Panglima Nero (

Nerozely Koenang atau akrab disapa Panglima Nero (Foto Ist/Helo Indonesia Lampung) - Nerozely Koenang atau akrab disapa Panglima Nero (Foto Ist/Helo Indonesia Lampung)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Ketua Umum Laskar Lampung Indonesia Ir. Nero Koenang mengingatkan agar para bakal calon kepala daerah (bacakada) punya harga diri, tak menghamba kepada pemilik modal buat ikut kontestasi Pilkada 2024.

Masyarakat juga diingatkannya agar jangan memilih kepala daerah yang hanya boneka pengusaha. "Para penyelenggara Pilkada 2024 juga harus tegak lurus, jangan buka buka loket," ujarnya kepada Helo Indonesia, Senin (8/4/2024).

Menurut "Panglima Laskar Lampung" ini, Pilkada Lampung rawan "diabetes". Beberapa tahun terakhir ini, ada indikasi, calon kepala daerah kebanyakan "makan gula". Akibatnya, warga Lampung dipimpin sosok yang kurang kompeten.

Nero Koenang mengingatkan hal ini jelang Pilkada Serentak 2024. Para kandidat yang hendak bertarung mulai bermunculan, baik gubernur maupun 15 wali kota dan bupati di Provinsi Lampung.

Dia berharap demokrasi sehat di Lampung. Hanya dengan itu, Lampung bisa mendapatkan pemimpin yang benar-benar kompeten, bukan karena dipengaruhi konser dan sembako, tandasnya.

Dari belasan nama yang beredar digadang-gadang bakal calon gubernur Lampung, baru empat sosok yang telah terang-terangan menyatakan niatnya menggantikan Arinal Djunaidi.

Mereka adalah Herman HN, Hanan A Rozak, Ahmad Muslimin, dan Umar Ahmad. Herman HN adalah Ketua Nasdem Lampung, Hanan A Rozak diamanahkan DPP Partai Golkar, Ahmad Muslimin jalur independen, Umar Ahmad kader PDIP.

Incumbent Arinal Djunaidi walau juga dicalonkan DPP Golkar tapi juga belum menyatakan hendak mencalonkan diri lagi. Dia hanya menunjukan lewat kegiatan-kegiatan yang melibatkan massa di kabupaten/kota.

Yang lain, masih malu-malu, ada juga dengan cara melempar wacana pencalonannya ke publik lewat survei gratisan, poster elektronik, dan gimik-gimik lainnya mungkin sambil baca gelombang, kalkulasinya, atau menunggu endors. 

Mereka antara lain Umar Ahmad, Mukhlis Basri, Arinal Djunaidi, Putri Zulhas, Edwarsyah Pernong, Chusnunia Chalim, Rahmat Mirzani Djausal, M. Ridho Ficardo, dan masih banyak lagi nama-nama yang digadang-gadang bakal mencalonkan diri sebagai gubernur Lampung.(HBM)

 -