Helo Indonesia

Romi Sebut SBY Dulu Ikut Cawe-cawe Saat Pilpres, Demokrat Bantah dengan Data KPU

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Sabtu, 13 Mei 2023 17:54
    Bagikan  
pilpres 2014
Twitter/ @jansen_jsp

pilpres 2014 - Paslon capres 2014, Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, Joko Widodo - Jusuf Kalla, didukung 6 parpol, tanpa Partai Demokrat.

HELOINDONESIA.COMPoliitisi PPP Romahurmuziy menyebut bahwa saat masih menjabat, Presiden Susilo Bambang Yudhowono (SBY) ikut cawe-cawe dalam urusan Pilpres dan capres.

Hal itu disampaikan Romi, panggilan akrabnya dalam bincang di stasiun televisi. Romi bahkan menyebut SBY ikut tanda tangan mendukung capres Prabowo Subianto.

Terhadap pernyataan Romi itu, Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan, pernyataan Romi itu salah. Dia membantah dengan dokumen KPU, dalam gambar pasangan capres dan cawapres, yakni pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dan Jokowi-Jusuf Kalla, di bawahnya tidak ada gambar Partai Demokrat sebagai pengusung ataupun pendukung.

“Sesuai Dokumen KPU dibawah yg ditandatangi para komisioner: Pilpres 2014 lalu kami @PDemokrat  bukan Partai PENGUSUL dan/atau PENGUSUNG Prabowo-Hatta. Dapat dilihat tidak ada gambar Demokrat di dokumen,” tulis Jansen Sitindaon di Twitter (@jansen_jsp).

Baca juga: PBB Daftarkan Caleg ke KPU, Yusril Didampingi Sekjen PBB Pimpin Rombongan

Dia kemudian menjelaskan, pada waktu itu belum ada aturan jika tidak ikut, Pilpres berikutnya akan kena “sanksi” tidak boleh ngusung. Norma itu baru ada di Pilpres 2019. “Jadi ngaco itu omongan Romy,” tulis Jansen Sintindaon lagi.

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, Presiden SBY mengundang kedua capres, yakni Praboiwi dan Jokowi. Jansen menyertakan foto saat SBY mengundang kedua tokoh itu naming tidak memberikan keterangan waktu atau tanggal pertamuan itu.

“Setelah itu ke 2 kandidat Capres (Jokowi Prabowo) sama2 diundang pak SBY,” tulis Jansen lagi,.

 “Karena sikap Partai secara resmi Netral apalagi sikap pak SBY, utk itu kami yg ketika itu sudah jadi Kader dan pengurus Demokrat, dibebaskan utk mendukung/memilih siapapun. Bisa pak Prabowo bisa juga pak Jokowi,” ujar Jansen Sitindaon.

Baca juga: Lagu Rungkad Ciptaan Vicky Prasetyo Versi Salma di Indonesian Idol, Kini Tembus 9,5 Juta Views

Menurutnya, saat itu tidak ada sanksi meski tidak mendukung capres.  “Dan tidak kena sanksi. Banyak teman2 ketika itu yg ke Prabowo, namun tidak sedikit juga yg ke pak Jokowi. Melihat daerahnya,” tambahnya.

Dia pub mengimbau kepada siapa pun untuk memberikan informasi yang benar dan sehat kepada publik. (*)

(Winoto Anung)