HELOINDONESIA.COM - Pertemuan antara Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Jumat (19/5/2023) jadi gorengan di berbagai platform media sosial.
Berbagai spekulasi dan narasi dibangun bahwa sambutan hangat Gibran pada Ketua Umum Partai Gerindra tersebut merupakan sebuah dukungan politik menuju Pilpres 2024.
Ada yang mengatakan bahwa melalui anaknya, pertemuan itu menjadi bukti bahwa Presiden Jokowi tidak bisa disetir oleh PDIP, bahkan Megawati.
"Jokowi mbalelo memberi dukungan ke Prabowo," utas STresnowat1 yang dilihat Heloindonesia pada Minggu (21/5/2023).
Baca juga: Bareskrim Usut Laporan Kasus KDRT Legislator PKS Buchori Yusuf
Menurutnya, tak mengherankan pula ke depannya orang-orang PDIP akan teriak "Jadi presiden harus netral dong.".
Utasannya mendapat beragam komentar dari netizen.
Akun Tengkorak_Maut membalas postingan itu dengan menyebut bahwa itulah sejatinya politik.
Menurutnya, Jokowi tidak seharusnya tunduk dengan penguasa partai.
Baca juga: Kasus Pelik, Hilang Sejak 2007 di Portugal, Anak Inggris yang Hilang Masih Terus Dicari
Dia memuji sikap Jokowi yg mencoba melawan bias-bias politik yang tidak bagus itu.
"Terserah mau dikatain penghianat, penyelewengan atau apalah sebutannya. Saya menilai bahwa Gibran itu sosok yang dewasa dalam berpolitik meski usianya masih muda," tambahnya.
"Calon Presiden itu sejatinya pilihan rakyat dan bukan pilihan atau atas dasar kesukaan ketum partai," tandasnya.
Sementara itu, akun Anak_Ogy menyatakan bahwa Prabowo bohong dan mengorbankan Gibran dengan kedatangannya ke Solo.
Baca juga: Sosok Binatang Diduga Babi Ngepet Bikin Geger Warga Depok, Netizen: Depok lagi.. Depok lagi...
"Prabowo mengaku kaget disambut relawan Jokowi & Gibran. Padahal, mayoritas yang hadir adalah kader Gerindra," ungkap Anak_Ogy.
Utasan yang disertai video itu membuka kilas balik bahwa saat Gibran maju sebagai calon Wali Kota Solo saat itu salah satu partai pengusungnya adalah Partai Gerindra.
Dalam video itu, terdapat caption bahwa Prabowo mengaku kaget disambut relawan Jokowi dan Gibran.
"Padahal pertemuan itu direkayasa kader Partai Gerindra Solo. Prabowo sengaja minta waktu ketemu Gibran agar seolah-olah dapat dukungan," utasnya.
Baca juga: Ditagih Lising Sepeda Motor, Ibu Rumah Tangga Lapor Kena Begal
Belakangan, Gibran dipanggil DPP PDIP terkait pertemuannya dengan Prabowo. Padahal, sebelumnya Gibran sudah menyatakan bahwa sebagian besar yang datang itu kader Gerindra dan lain-lain.
"Fungsi saya di situ menjemput beliau sebagai menteri. Kalau masalah pencapresan saya tidak ikut-ikut kemarin, nggih," papar Gibran.
Gibran menegaskan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai yang membesarkannya.
"Partai yang membesarkan saya, mendidik saya, menyekolahkan saya," tandas Gibran dalam pernyataannya di video yang diunggah akun Anak_Ogy.
Baca juga: Jika Tak Gunakan Skincare, Ini 5 Cara Merawat Kulit Agar Tetap Bersinar
Meski sudah mengklarifikasi pertemuannya dengan Prabowo sebatas menghormati sebagai Menhan, kontroversi video itu masih terus berlanjut.
Gibran sendiri masih melayani utasan di media sosial yang ditujukan pada sikapnya saat menemui Capres Prabowo Subianto.
Utasan yang dibuat akun Twitter LikeJoseph17 pada Selasa (23/5/2023) memancing Gibran untuk komen.
Semula, LikeJoseph17 mengaku salut dengan manuver Gibran.
"Tapi sebagai anak muda gw suka manuver lu broow, " utas LikeJoseph17.
Menurutnya, sudah seharusnya PDIP memberi peringatan Keras tapi ini hanya dipanggil sekadar hanya berikan klarifikasi aja.
"Apakah moncong putih takut ya seorang anak muda lepas dr partainya ha ha ha," ucapnya dengan tawa.
Spontan, Gibran melalui akun Gibran_tweet membalas komentar LikeJoseph17 dengan mengatakan kalau pertemuannya dengan Prabowo cuma makan nasi goreng.
"Gw gak manuver apa-apa bang. Cuma makan bakmi sama nasi goreng aja sama pak menteri. Bocil kayak gw emangnya bisa bikin manuver apa?" cuit Gibran, singkat dalam utas yang dilihat Heloindonesia pada Selasa (23/5/2023).
Baca juga: Asyik Bermain Ponsel, ASN yang Baru Dilantik Langsung Disentil Bupati
Tak hanya LikeJoseph17, akun Syaranza juga ikut menimpali ucapan Gibran.
"Yaelah situ bukan bocil lah. Situ orang dewasa yg memenuhi syarat umur menurut konstitusi sini buat jadi kepala daerah dan bukan orang dewasa biasa pula. Anak Presiden cuy. Just drop the act !!
Beda lagi dengan akun Harsojarwo. Menurutnya, apa yang dilakukan kader Partai Gerindra dengan mempertemukan dengan Prabowo merupakan jebakan.
"Sabar nggeh. Itu hanya jebakan batman yang gagal. Kerana hanya mau ambil popularitas Pak Wali di Solo. Semua udah diskenario orang Gerindra," utasnya.
