LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Ribuan mahasiswa gagal menemui para wakil rakyat. Anggota legislatif, antara lain Yose Rizal, yang awalnya bersedia menahan diri melihat kondisi aksi yang sempat rusuh menjebol barikade kawat berduri di pintu gerbang Gedung DPRD Lampung, Jumat (23/8/2024).
Jelang salat jumat, mahasiswa akhirnya mundur untuk istirahat, salat, dan makan (isoma). Rencana, usai isoma, mereka kembali aksi buat menyampaikan aspirasinya atas putusan MK soal ambang batas suara dan sikap DPR RI yang cenderung menolaknya.
Massa berangkat dari Universitas Lampung pakai sepeda motor. Sampai di Jl. WR Supratman, ribuan mahasiswa long march hingga Gedung DPRD Lampung. Mereka sempat terhenti di depan barikade pintu Gerbang DPRD Lampung.
Ada sekitar 40 elemen mahasiswa membawa bendera serta membentangkan spanduk diantaranya "Kawal Putusan MK" hingga "Bubarkan DPR RI". Orator aksi menilai DPR RI telah membegal putusan MK.
Hingga berita ini ditayangkan pada pukul 13. 18 WIB, mahasiswa belum memulai aksi. Mereka ingin menyampaikan empat tuntutannya, yakni:
1. Presiden dan DPR RI menghentikan revisi UU Pilkada.
2. KPU sahkan PKPU sesuai dengan keputusan MK No. 60 dan 70 Tahun 2024
3. Hapuskan kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat.
4. Boikot Pilkada 2024. (HBM)
Ribuan Mahasiswa se-Lampung yang tergabung dalam Aliansi Lampung Menggugat ikut gelombang aksi mahasiswa se-Indonesia untuk mengawal putusan MK dan menolak upaya DPR RI mementahkannya.
Mereka begerak dari Universitas Lampung (Unila) lalu menyatu dengan para mahasiswa perguruan tinggi sepanjang Jl. Zainal Abidin Pagaralam, Kedaton, Kota Bandarlampung, menuju DPRD Provinsi Lampung, Jumat pagi (23/8/2024).
Sehari sebelumnya, Kamis (22/8/2024), para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung mengugat sudah konsolidasi akbar di belakang kantor Rektorat Unila.
Aksi ini digerakkan oleh berbagai organisasi mahasiswa dan Cipayung Plus yang tergabung untuk mengawal Putusan MK yang indikasinya hendak dianulir oleh DPR RI lewat UU Pilkada.
Pantauan Helo Indonesia di lapangan, ribuan mahasiswa dengan menggunakan kendaraan roda dua mamacetkan jalan protokol pusat Kota Bandar Lampung. Jalan lewat Komplek Gubernuran dibelokkan ke jalan sekitarnya.
Sementara gerbang DPRD Provinsi Lampung dijaga ketat dan diblokade kawat duri di pintu gerbang masuk kawasan Gubernuran Lampung.
Ratusan personel kepolisian berjajar membentuk barikade. Sedikitnya, ada 10 armada water cannon ditempatkan di beberapa titik sekitar lokasi aksi dikawal beberapa personel kepolisian.
(Hajim)
-
