HELOINDONESIA.COM - Perpecahan di kubu Partai Demokrat terus menjadi sorotan setelah kubu Moeldoko mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) terkait posisi kepengurusan partai.
Partai berlambang bintang mercy yang saat ini dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu bakal rontok jika MA mengabulkan permohonan PK tersebut.
Kalau Moeldoko menang, maka partai besutan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan diambil alih oleh kepemimpinan Moeldoko.
Dengan demikian, putusan itu secara otomatis menarik dukungan Demokrat kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (Bacapres) dari Koalisi Perubahan.
Baca juga: Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal Pimpin Rapat Persiapan Lampung Craft 2023
Profesor Musni Umar turut menyoroti PK yang diajukan Moeldoko Cs ke MA.
Menurutnya, pengajuan PK itu bagaikan membuka kotak pandora.
"Nampak kecil tapi dampak negatifnya luas dan bisa hadirkan keributan & permusuhan abadi antara SBY dengan Jokowi," utas Prof Musni Umar dalam cuitannya di media sosial Twitter yang dilihat Heloindonesia pada Jumat (26/5/2023).
Publik patut menduga, Jokowi menggunakan tangan Moeldoko untuk mengambil alih Partai Demokrat.
Baca juga: Waspada Modus Korban Ngaku Ditabrak Padahal Memeras, Sopir Lansia Dipaksa Ganti Rugi Kerusakan
Prof Musni Umar menduga, hukum dijadikan alat persekusi. Sehingga tidak baik bagi bangsa, bagi SBY & Jokowi.
"Sejatinya bersatu, saling menghormati & melindungi yang sedang berkuasa maupun yg sudah mengakhiri masa baktinya," utas Musni Umar.
Tuit Musni Umar pun ditanggapi banyak netizen. Salah satunya admin DPC Partai Demokrat Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Menurutnya, ada sesuatu yang dimainkan oleh Jokowi.
Baca juga: 3 Faktor Pemkot Bandarlampung Hattrick Raih WDP Keuangannya
"Dan kami para kader partai tau apa skenario yang sedang dimainkan. Maka itu kami solid, satu hati melawan Rezim yang menodai NKRI," ujarnya.
Menurutnya, yang dimainkan Jokowi ibarat bom waktu.
"Sebentar lagi meledak kawan. Salam waras," balas admin dengan nama akun DPCTimor.
Akun teguhSD menyampaikan apa yang dikatakan Prof Musni Umar adalah benar.
Baca juga: Setelah Bolak-balik Berkas Dikembalikan, Kasus Mario Dandy dan Sean Lucas Dinyatakan Lengkap
"Prof, apa yang Prof sampaikan ini persis dengan obrolan kami di angkringan pagi minggu kemarin," ujar tehuhSD.
Menurutnya, prediksi Jokowi main dua kaki sangat vulgar.
"Hehehe... 3 partai di kubu Mas Anies selalu disudutkan, dijadikan target, dibuat cipta kondisi agar gerakan perubahan batal ajukan capresnya," utasnya.
Berbeda dengan kedua netizen di atas, akun HensuAja meminta Profesor Musni untuk menjaga ucapannya.
Baca juga: Kejahatan 3C Kota Surabaya Semakin Meningkat, Dua Minggu 100 Penjahat Ditangkap, ini Faktanya
"Coba kau pikirkan, boleh tidak seorang presiden campur tangan urusan internal partai? Boleh tidak, presiden mengintervensi kewenangan lembaga Yudikatif (MA)?" ujarnya.
