HELOINDONESIA.COM - Pertarungan untuk menentukan jumlah pasangan Capres-Cawapres 2024 masih berlangsung. Saat ini ada tiga capres, meski belum definitif daftar ke KPU. Ketiganya adalah ANies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.
Soal capres Prabowo dan Ganjar Pranowo mendapat perhatian dari mantan menteri era Gus Dur, yakni Muhammad AS Hikam. Menurut AS Hikam, pendukung Ganjar Pranowo (GP) naga-naganya perlu meningkatkan doanya (ia menggunakan istialah doanya) agar Prabowo Subianto (PS) tidak jadi nyapres sendiri, tetapi menerima tawaran PDIP untuk menjadi Cawapresnya Ganjar Pranowo.
“Pak Ganjar Pranowo (GP) naga-naganya perlu meningkatkan doanya agar Pak Prabowo Subianto (PS) tidak jadi nyapres sendiri, tetapi terima tawaran PDIP utk jadi Cawapresnya GP,” tulis AS Hikam di Facebook.
“Sebab, kalau Prabowo jadi nyapres, apalagi kalau beliau didukung Pak Jokowi, maka akan sangat berat bagi Ganjar Pranowo dan parpol pendukungnya,” jelasnya. Sebab, pengaruh Presiden Jokowi masih sangat kuat, relawannya banyak yang mengikutinya, juga pemilih setianya ikut Jokowi kemana pilihannya.
Baca juga: Anies Baswedan Ungkap Kerumitan Menggelar Formula E di Jakarta
Ia lantas memberi gambaran yang lebih luas, yakni semacam semacam pertandingan tri angle (segi tiga). Menurutnya, ketiga capres ada orang kuat di belakangnya, bahkan Presiden dan mantan presiden.
“Di belakang Anies ada mantan Presiden SBY, jangan meremehkan Pak SBY belaiau itu ahli strategi. Di belakang Prabowo kemungkinan walau masih spekulatif, ada Pak Jokowi sendiri, lantas di belakang Ganjar adalah Bu Mega,” ungkapnya.
Nah, di situlah yang menjadi pemikiran AS Hikam terkait nasib Ganjar Pranowo. Jokowi diharapkan tetap setiap dalam barisan PDIP, karena dia kader partai banteng itu. Namun, naga-naganya ada di belakang Prabowo.
Kalau Prabowo tidak satu paket dengan Ganjar, maka dia berarti akan menjadi capres terpisah. Dan kalau benar Prabowo menjadi capres mandir terpisah dari Ganjar, maka hal yang tidak menguntungkan kepada jago PDIP bila Jokowi tidak di barisan itu,
Baca juga: KPU Dorong Parpol Catat Sumber Dana Kampanye, Cegah Aliran Duit Narkoba
“Kalau benar Pak Prabowo mucnul sebagai calon mandirim tanpa Ganjar, ya kemungkinan kans Ganjar menurun mengingat pengaruh Pak Jokowi sebagai incumbent itu masih sangat kuat. Sekarang saja, survey Prabowo mulai mengungguli,” katanya.
Satu hal lagi AS Hikam memandang penting untuk memperhatikan sosok Mahfud MD, Menko Polhukam. Menurutnya, siapapun capres yangg muncul, hendaknya perlu memperhitungkan dengan serius untuk mengajak Prof MMD sebagai Cawapres.
“Memang faktanya semua parpol kayak masih alergi dan bahkan takut dengan beliau, dan baru PKS yg resmi mengajak Prof Mahfud MD bergabung. Tetapi di mata publik, Menko Polhukam ini adalah sosok yang sangat didambakan. Pilpres putaran 1 atau 2 rasanya sangat memerlukan Cawapres yang mampu mendulang suara seperti beliau,” tandasnya. (*)
(Winoto Anung)
