Helo Indonesia

Golkar dan PAN Ajukan Pasangan, Diprediksi Pilpres 2024 Akan Ada 4 Paslon

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Sabtu, 27 Mei 2023 23:25
    Bagikan  
Zulhas, Airlangga Hartarto, Muhamad Mardiono.
tangkapan layar

Zulhas, Airlangga Hartarto, Muhamad Mardiono. - Zulkifli Hasan, Airlangga Hartarto, dan Muhamad Mardiono, saat perrtemuan KIB. (foto: Tangkapan layar).

HELOINDONESIA.COMDinamika politik di Tanah Air terus menggelinding, sejauh ini bakal capres yang sudah diusung ada tiga tokoh. Ketiganya adalah ANies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Diperkirakan aka nada paslon (pasangan calon), ada pula kabar yang mengatakan Jokowi ingin dua paslon.

Berita mutakhir, Golkar dan PAN akan berkoalisi, setelah KIB tak juga membuahkan hasil, terlebih PPP bergabung mendukung Ganjar Pranowo. Maka, kalau Golkar dan PAN berkoalisi dan mengajukan pasangan, yakni Airlangga berpasangan dengan Zulkifli Hasan, maka akan ada satu poros lagi, hingga diprediksi Pilres 2024 akan ada 4 paslon.

Hal ini tampaknya diamini oleh politisi PAN (Partai Amanat Nasional) Guspardi Gaus, ia memprediksi akan ada lebih dari tiga pasangan calon (paslon) di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Sejauh ini, lanajut Guspardi sejumlah partai politik Sudan sudah mengumumkan secara resmi calon presiden yang diusungnya di Pilpres. PDIP secara resmi mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Lantas didukung juga oleh PPP.

Baca juga: Diva Dunia Celine Dion Batalkan Semua Tur 2023-2024 Karena Gangguan Neurologis Langka

Lantas, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yaitu Partai Gerimdra dan PKB mengusung Prabowo Subianto. Kemudian Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) terdiri dari Partai Demokrat, Nasdem dan partai keadilan sejahtera (PKS) sedari awal telah mengumumkan Anies Baswedan sebagai capres.

“Kita berharap itu calonnya minimal 3 orang, itu yang jelaskan, ada Gannjar, Prabowo, dan Anies,” kata Guspardi.

Namun, Guspardi menyampaikan, jumlah pasangan calon kemungkinan besar akan bertambah. Karena hingga saat ini, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diinisiasi Golkar, PAN, dan PPP belum mengumumkan nama capres untuk Pilpres 2024.

"Bahkan bisa 4 calon, karena kan Golkar sudah bertemu Gerindra dan Demokrat,” tandas Guspardi.

Baca juga: Duel Sengit F-16 Vs Su-37 di Langit Ukraina, Begini Jalannya Pertempuran

Tokoh politik yang dulu mendirikan PAN, yakni Prof Didik J Rachbini memprediksi hal senada, Golkar dan PAN akan mengusung capres dan cawapres sendiri, sehingga nantinya memungkinkan adanya 4 paslon capres-cawapres.

Ia menganalisa dari kondisi KIB yang dinilainya hampir bubar. Apalagi PPP sudah menyeberang lebih dahulu ke PDIP dengan mendukung calon presiden (capres) Ganjar Pranowo, meskipun belum final. Adapun KIB terdiri Partai Golkar, PAN, PPP.

"PPP tempatnya bukan di situ, karena arus bawahnya berkiblat ke calon presiden yang lain. Ini merupakan faktor ketidakstabilan baru di PPP sendiri sehingga pasca-Jokowi pasti akan ribut kembali karena perubahan kepemimpinan PPP adalah pesanan dari luar," kata Didik di Jakarta, Sabtu 27 Mei.

"Momentum transisi ini sangat berpeluang besar bagi Golkar dan PAN untuk membuat membuat poros ke-empat demi memperkuat ketahanan partai. Jika mengekor saja, maka partai pengekor tidak akan mendapat tambahan suara, kecuali dapat jatah menteri kemudian hari," ujar Didik.

Baca juga: Pendukung Ganjar Pranowo Diminta Meningkatkan Doanya Agar Prabowo Tidak Jadi Nyapres

Dia menilai, Golkar partai besar sebenarnya menjadi partai paling stabil pada saat ini. Golkar semestinya berkehendak untuk membuat debut sendiri dan mengusung capresnya karena diharapkan berdampak kepada elektabilitas partainya.

"Ini merupakan peluang untuk berkiprah mengusung pasangan sendiri sehingga bisa membuat peta politik baru menjadi empat pasangan dan koalisi baru Golkar PAN cukup untuk mengusungnya," ucap Didik.

Jika Golkar dan PAN bergabung dengan enam koalisi partai dan mengusung Prabowo Subianto, kata dia, dua partai itu hanya menjadi pengekor. Dampak positif Pilpres 2024 hanya akan dinikmati Gerindra saja. "Golkar tidak mendapat apa-apa dalam hal votes, kecuali jatah menteri. Itu pun jika menang," kata eks politikus PAN tersebut.

Prof Didik menganggap, momen sekarang sebenarnya kesempatan atau peluang besar bagi Golkar dan PAN maupun partai tengah lain untuk berkiprah mengusung capres sendiri. Jika
Golkar mengusung Airlangga, sambung dia, dinamika partainya akan hidup selama Pilpres 2024 daripada mengusung kader partai lain. Wakil dari kader PAN menjadi cawapres bisa bergabung dengan Golkar.

Baca juga: Anies Baswedan Ungkap Kerumitan Menggelar Formula E di Jakarta

"Apalagi jika Golkar berhitung matematis votes secara strategis mengusung kader barunya, M Ridwan Kamil, sebagai calon presiden, maka suara Jawa Barat akan disapu bersih. Golkar akan mendapat manfaat besar dalam demokrasi terbuka ini," ucap Didik.

Dia menyebut, ada tiga kemungkinan pasangan yang siap selama hampir setahun terakhir ini berdasarkan elektabilitas. Dengan komposisi tiga pasangan calon tersebut, maka tidak mungkin Pilpres 2024 berjalan satu putaran.

"Masuknya poros ke empat PG dan PAN tidak akan mengubah kemungkinan itu sehingga keduanya, PG dan PAN bisa menjajal ikut pesta demokrasi di pilpres sehingga akan mengambil keuntungan elektabilitas partainya. Jadi, inisiatif poros keempat bisa dikatakan rasional dilihat dari kepentingan partai-partai yang terus bersaing satu sama lainnya," ucap Prof Didik J Rachbini. (*)
(Winoto Anung)