Helo Indonesia

Konsolidasi 1 Mirza-Jihan, Sepi Ing Pamrih, Rame in Gawe (1)

Herman Batin Mangku - Nasional -> Politik
Sabtu, 21 September 2024 21:38
    Bagikan  
MIRZA-JIHAN
Helo Lampung

MIRZA-JIHAN - Mirza Jihan (Foto Gerindra/Helo)


OLEH MUZZAMIL*

HELO INDONESIA LAMPUNG menurunkan enam tulisan berseri yang memotret kesan pertama dari konsolidasi pasangan Bacagub Lampung Rahmad Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela Chalim dalam upaya mendapatkan kesempatan dari rakyat Lampung untuk memimpin agar lebih baik selama 2024-2029.

USAI bergiat di Bumi Jejama Secancanan Pringsewu dan Bumi Andan Jejama Pesawaran, lewat bada Ashar gawai pewarta berdering. Panggilan masuk dari sejawat aktivis 1998 mantan bacawagub Lampung Abu Hasan, sejenak terabaikan.

Memacu kecepatan motor bebek keluaran Jepang tahun produksi 2016 dengan gaya tunggang sedikit mirip Ali Topan, lumayan kurangi jeda risiko bakal sedikit telat, liput agenda politik penting, konsolidasi pertama Tim Pemenangan Terpadu Mirza-Jihan.

Beruntung setiba di lokasi acara, Aula Lt 3 Hotel Nusantara Syariah, Jl Soekarno-Hatta 50 Sukabumi Indah, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung, disambut Wakil Sekretaris Partai Gerindra Lampung Agustiono, masih bisa turut khidmat lantunkan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya, H-68 Pilkada, Kamis (19/9/2024) petang.

Enaknya duduk bagian belakang, mata bisa genit lirik kanan kiri. Dasar lelaki, tak tahu kenapa, pandangan pertama tertuju ya pada sosok bening bernas nanalim: Dik Jihan.

Ya, calon wakil gubernur (cawagub) Lampung latar politisi senator dokter milenial hijabers nahdliyin kelahiran 22 April 1994, dr. Jihan Nurlela Chalim.

Dari arah meja hadirin, ia kebetulan duduk paling kanan podium. "ki-ka", kiri ke kanan, setelah aktivis prodemokrasi Lampung, politisi cum advokat Abi Hasan Muan kini diamanati selaku Sekretaris Tim Pemenangan Terpadu Mirza-Jihan, mantan Wagub Lampung kini Ketua Tim Bachtiar Basri, dan cagub Mirza.

Sekelebat, pewarta ingat petuah bijak Jawa yang "Dik" Jihan kutip, pidatonyi deklarasi pencalonan disekaliguskan pendaftaran paslon ke KPU Lampung 29 Agustus lalu.

Magister Manajemen lulusan Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (USBRJ) Bandarlampung ini, kala itu mengutip peribahasa sarat filosofis.

"Sepi ing pamrih, rame in gawe. Banter tan mbancangi, dhuwur tan ngungkuli". Maknanya kurang lebih, banyak berbuat tanpa berharap pamrih atau imbalan. Bergerak cepat tanpa mendahului yang lain, kendati di ketinggian tetapi tanpa dengan Sepihak lainnya. Tripoin, tulus ikhlas, kerja keras, rendah hati.

Bunyi pidato cagub Mirza, lelagi menyuratkan itu. Gereget rasanya, demi mendengar pria santun ini pidatonya meski kuat aroma gelorakan semangat padu timses terpadu. Tetapi Rahmat Mirzani Djausal, pidatonya: pidato perdana konsolidasi pertama Tim, masih kelewat datar.

Bisik-bisik beberapa meja duduk audiens, mereka tercetus ingin dengar pidato gelegar. Bahwa betapa kemenangan politik elektoral duet paslon milenial ini 27 November kelak, bukan hasil wakaf, bukan hadiah menang Pilpres, dan bukan-bukan lainnya. Murni, buah perjuangan kolektif. Seizin Tuhan. Mutlak.

Mirza tetaplah Mirza. Mirza bukan Dewa. Apatah lagi pakai embel 19. Bukan. Dia Mirza. Muslim taat. "Anak Ayah" yang patuh. Sulung pasangan pengusaha top Lampung Faisol Djausal dan Yurtati. Dia si jago sofbol, gemar jogging, hobi golf dan jet ski.

Dulu dua periode Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Baseball dan Softball Indonesia (Perbasasi) Lampung 2012–2022, kini Ketua Pengprov Persatuan Golf Indonesia (PGI) Lampung per 2023 hingga 2027. Pegiat media sosial aktif.

Mirza, anak "horang kaya?" Ya. Tapi merakyat. Sarjana teknik mesin ini ulah pergumulannya dengan pernak pernik dunia usaha termasuk asah latih keberdayaan berorganisasi profesi lantas tak melulu cuma bela kaumnya ini saja tatkala telah injak pedal berpolitik, merebut kekuasaan konstitusional dengan berpartai.

Karakternya terbentuk dari bongkahan utuh perilaku santun junjung adab. Bukan makhluk asosial, yang sekadar disapa saja, melengos.

Pidato Iyay Mirza karibnya tenar pula RMD, masihlah dia anak buah Prabowo. Pendiri 6 Februari 2008, sempat Ketua Dewan Pembina kini Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju Jokowi - Ma'ruf cum Presiden terpilih 2024-2029.

Apa saja intisari pidato suami Purnama Wulan Sari, 'relawan sehidup semati siang malam tiada henti' meminjam istilah Mirza, ibu dari M. Rafi Djausal, Rahmat Rasya Djausal, dan M. Riffat Djausal, buah pernikahan mereka ini? Bersambung. (*) 

 * Kontributor Helo Indonesia Lampung