HELOINDONESIA.COM -Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Surabaya mengadakan pelatihan bertema “Penguatan Kader dalam Menjalankan Organisasi” pada 8 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader agar mampu menggerakkan roda organisasi partai secara efektif.
Acara ini dihadiri pengurus DPC, PAC, dan Ranting se-Surabaya, termasuk Wakil Partai Demokrat di DPRD Jawa Timur, Rasio, serta tiga anggota DPRD Kota Surabaya. Kehadiran mereka memperkuat sinergi antar struktur partai.
Lho lho lho
Baca juga: Rekaman Dugaan Cara Agus Buntung Merayu Korbannya Bocor
Ketua DPC Demokrat Surabaya, Dra. Lucy Kurniasari, mengapresiasi kerja keras kader, terutama dalam menghadapi agenda politik. "Setiap tahun, kami mengadakan kegiatan untuk menyemangati kader yang terus berjuang. Kami telah meraih sejumlah capaian, seperti memenangkan pasangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim dan Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada Surabaya," ujarnya.
Lucy menekankan pentingnya soliditas untuk mengembalikan kejayaan Demokrat pada 2029. "Target kami adalah satu kursi per dapil. Kegagalan di Pileg lalu justru memotivasi kami bekerja lebih keras," tambahnya.
Lah kog bisa
Baca juga: Sujiwo Tejo Minta Maaf Kepada Netizen, Baru Sadar Gus Miftah Adalah Wali yang Menyamar

Senada dengan itu, Rasio mengajak seluruh kader menjaga kekompakan menjelang agenda politik 2029. "Kunci kesuksesan ada di DPC, PAC, dan Ranting. Saya akan melibatkan mereka secara penuh," tegasnya.
Rasio juga menyampaikan rencana politiknya untuk 2025, yang melibatkan 14 titik kegiatan di Surabaya dengan total 56 acara, masing-masing diikuti 125 peserta. Program ini akan disinergikan dengan kegiatan Lucy dan anggota DPRD Demokrat Surabaya.
Sementara itu, Ketua Bakomstra DPC Surabaya, Indra Wahyudi, menekankan pentingnya penggunaan media sosial dalam berbagai platform untuk menyuarakan aspirasi partai. "Berdasarkan survei, 60 persen arus informasi saat ini berasal dari media sosial," jelas Indra.
Ia meminta PAC dan Ranting untuk mulai memanfaatkan media sosial secara aktif sebagai persiapan menuju 2029. "Jangan menunggu hingga akhir 2029, mulailah dari sekarang," tegasnya.***
