HELOINDONESIA.COM - Tampaknya masih ada yang kesal dengan manuver Sandiaga Uno ke PKS, yang belakangan disebut-sebut untuk mengajak keluar partai itu dari Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) guna menggagalkan Anies Baswedan menjadi capres untuk ikut kontestasi Pilpres 2024.
Sandiaga Uno sendiri mengaku memang bertemu PKS tapi dirinya ogah disebut telah menghasut agar partai Islam itu keluar dari Koalisi Perubahan.
Namun, bagi pendukung Anies, kegiatan politik Sandiaga Uno sudah dicatat sebagai Langkah yang tidak nyaman untuk persahabatan, dunu Anies dan Sandi berpasangan di pemerintahan DKI Jakarta.
Pegiat media sosial Helmi Felis (akun @HelmiFelis_) menilai, apa yang dilakukan Sandiaga Uno itu menusuk dari belakang, dan dia tidak pantras menjadi sahabat, atau pun pemimpin.
Baca juga: Setelah Sebut AHY dan Mahfud MD, Puan Munculkan Nama Imin dan Airlangga Untuk Cawapres Ganjar
“Ini akan jadi jejak digital. 'Seorang sahabat menusuk dari belakang'. Amoral.! Sandi sangat tidak pantas menjadi pemimpin, jika sahabat sendiri mampu Ia lukai, bagaimana dengan rakyat kecil? Sandi Oportunis yang jorok,” tulis @HelmiFeliis.
Waktu itu, menurut Sandiaga, dia hanya menawarkan gagasan kepada PKS perihal harapan masyarakat yang menginginkan keberlanjutan, sehingga diperlukan percepatan pembangunan.
“Tapi bagaimana caranya PKS bisa ikut bagian dari pada poros percepatan ini. Nah, ini tentunya akan kita bicara bagaimana membangun bangsa bersama,” kata Sandiaga Uno, di Senayan, 9 Juni.
Namun, warganet sudah menerima keterangan itu dari sisi Sudirman Said, anggota Tim 8 Koalisi Perubahan yang mengatakan, ada pejabat negara yang bolak-balik menghubungi pimpinan parpol untuk mengajak keluar dari Koalisi Perubahan. Kini, warganet sudah menangkap apa yang mereka perkirakan.
Baca juga: Viral, Fajri Pria Obesitas 280 Kg Dipindahkan ke RSCM Setelah RSUD Tangerang Tak Sanggup Tangani
“Percepatan pembangunan utk siapa? @sandiuno. Masalah utama saat ini bkn tdk ada pembangunan. Saat ini bnyk kok pembangunan n bleh dikatakn cpt tp tdk berkeadilan sosial. Tanpa keadilan hnya jd pnjajah. Jd utk itu diperlukan Perubahan pembangunan ke arah yang berkeadilan sosial,” tulis @mariadi63425147.
“Andai beliau tetap istiqomah sbg oposisi setelah kalah pilpres 2019 (mundur dari wagub Anies) bisa jadi akan berpasangan kembali dgn Anies sbg capres cawapres 2024,” tulis @Mukaertopo.
Namun, netizen ini berpandangan lain, menurutnya, dalam politik tidak ada namanya sahabat. Politik itu kotor, yang tidak kuat lebih baik mundur.
“Kekuasaan memang empuk ya @sandiuno, tapi jangan sampai lupa penderitaan rakyat bang, nanti udah kualat baru tobat udah ga guna,” tulis @dekna201.
“Betul. Wajah innocence hatinya butek. Pindah partai utk satu ambisi aja sdh menunjukkan level martabatnya. Tega fitnah Pak Anies yg berhutang, gagal, dia coba lg msk lwt PKS. Ga sangka Pak @sandiuno anda sebusuk itu seambisius itu,” tulis netizen @Shareeismyname.
“Dah pada tau bang, kawan seperjuanagn pada masuk penjara , mereka malah masuk istana, jabatan mudah di dapat tapi kepercayaan seumur hidup orang tak kan percaya, mahal harga nya,” ujar netizen Ahmad Hartawan (@AhmadHartawan17)
Bayar Utang
“Dalam politik tak ada namanya sahabat, skrg sahabat besok bisa jd musuh, skrg musuh besok sahabat.. makanya belajar politik broo, politik itu keras dan kotor kalau kuat yah mundur, termasuk capresnya,” tulis @SELimbong.
“Ngaku sahabat tapi utang ngak dibayar. Duit dari nenek lu,” tulis netizen dengan akun @streetlawyers85.
Baca juga: Rebut Titel Pertama, Uruguay Juara Piala Dunia U-20 setelah Tekuk Italia 1-0
“Wah bagus ini pak @sandiuno. Makanya bayar utang biar gak bikin orang jengkel. Kalau perlu tenggelamkan ke comberan tempat Anies kecebur got pak Sandi. Sampai utang mulai dicicil,” tulis @SangGuru2471.
“Coba Anies bayar utang, mungkin Sandi tidak sejahat itu?” tulis Samsul Bahri (@SamsulB40686073). (*)
(Winoto Anung)
