LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Ketua Golkar Lampung Hanan A Rozak mengatakan penganugerahan terhadap Presiden ke-2 RI HM Soeharto sebagai "Pahlawan Nasional" merupakan kebanggaan bagi keluarga besar Partai Golkar.
"Partai Golkar memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan kepemimpinan Jenderal Besar Pak Harto," kata anggota DPR RI via rilis yang diterima Helo Indonesia dari Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).
Dia mengajak segenap kader bisa mengambil keteladanan HM Soeharto agar terpatri dalam jiwa kader Golkar. "Kami mengajak agar segenap kader bisa mengambil keteladanan Beliau," katanya.
Menurut Hanan, HM Soeharto telah merancang pondasi ekonomi, dan meletakkan dasar pembangunan jangka panjang. Salah satu swasembada pangan dan pemerataan pembangun infrastruktur.
Peran Soeharto pada masa-masa revolusi tidak diragukan lagi, terutama pada masa penumpasan G30S PKI Tahun 1965. Hingga, negara dan bangsa ini tetap bersatu di bawah naungan Pancasila.
Hanan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintahan Prabowo - Gibran atas diterbitkannya Kepres 116/Tahun 2025 tentang 10 Tokoh Pahlawan Nasional -- khususnya Presiden RI yang ke-2 HM Soeharto.
"Ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian Beliau kepada bangsa dan negara Indonesia,” ujar Hanan Rozak.
Dia mengakui Presiden Soeharto (8 Juni 1921 – 27 Januari 2008) pasti ada kekurangannya selama memimpin Indonesia selama 31 tahun 70 hari (8 Juni 1921 – 27 Januari 2008). Presiden dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Indonesia.
Presiden Prabowo memberikan gelar pahlawan untuk sejumlah tokoh. Mereka hasil seleksi 49 nama yang diusulkan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) RI ke Presiden Prabowo. Berikut ini daftar 10 tokoh yang diberikan gelar pahlawan nasional:
1. Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Tokoh Jawa Timur Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam)
2. Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Tokoh Jawa Tengah Bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik)
3. Almarhumah Marsinah (Tokoh Jawa Timur Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan)
4. Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Tokoh Jawa Barat Bidang Perjuangan Hukum dan Politik)
5. Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Tokoh Sumatera Barat Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
6. Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Tokoh Jawa Tengah Bidang Perjuangan Bersenjata)
7. Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin (Tokoh NTB Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi)
8. Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil (Tokoh Jawa Timur Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
9. Almarhum Tuan Rondahaim Saragih (Tokoh Sumatera Utara Bidang Perjuangan Bersenjata)
10. Almarhum Zainal Abidin Syah (Tokoh Maluku Utara Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi). (HBM)
-
