HELOINDONESIA.COM - Setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membangun patung Bung Karno, pembicaraan di media sosial tentang Sang Proklamator Kemerdekaan RI itu semakin banyak. Muncul soal polemik patung Bung Karno, para netizen membuka-buka foto-foto lama, dan catatan-catatan lama sejarah.
Ada yang memunculkan foto Bung Karno semasa masih zaman Jepang, dan itu katanya bagus juga untuk dijadikan patung ketimbang yang dibuat Ridwan Kamil.
Yang mengagetkan, setelah polemik patung Bung Karno itu, ada netizen membuat tulisan dan diunggah di Twitter lewat akunnya, yang mengungkap hal-hal yang jarang ditulis. Netizen Nazlira Alhabsy dengan akun @Naz_lira, menulis dengan judul: S O E K A R N O. Nama Nazlira Alhabsy ini memberikan profil, dia seorang Lawyer & Law Firm, domisili Kuta, Indonesia.
Dalam tulisan itu, dia mengungkap catatan-catatan yang tidak mengagung-agungkan Bung Karno, malah sebaliknya menelisik sisi ‘miring’ sang Prokalamator, dengan mencuplik beberapa buku.
Di bagian awal Nazlira Alhabzy menceritakan, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya. Tapi jangan pernah lupakan sejarah.
Soekarno dalam profil sejarahnya memiliki dua sisi mata uang, disatu sisi sebagai Pahlawan Kemerdekaan, namun disisi lain lembaran-lembaran hitam sarat menghiasi perjalanan hidupnya.
Menurut dia, Soekarno bukan hanya pernah tercatat sbg Mandor Romusha di jaman penjajahan Jepang, pada periode 1956 hingga 1965, kemesraannya dng PKI di masa lalu yang kemudian berujung pada pembantaian sejumlah Jenderal TNI-AD masih segar dalam ingatan rakyat.
Demokrasi Terpimpin Soekarno adalah pencetus Konsep Nasakom. Di Istana Negara, pada 23 Oktober 1965, Soekarno menyebut dirinya sebagai perasan dari Nasakom
Baca juga: Rusuh di Prancis Meluas, Toko-toko Dijarah Pada hari ke-4 Kerusuhan, Ribuan Orang Ditangkap
Nazlira menyebutkan, dalam buku “The Years of Living Dangerously” karya C. J. Koch, seorang jurnalis Australia, pada tahun 1964, bulan Juli, Soekarno pernah berpidato untuk rakyat Indonesia agar makan tikus buat pengganti daging. (Red: Benarkah ini?)
Lantas, dia mengatakan, ada pernyataan yang tak terlupakan dari Soe Hok Gie dalam bukunya “Catatan Seorang Demonstran”, Hok Gie adalah aktivis yang terkenal kritis mengkritik kebijakan pemerintahan di bawah Presiden Soekarno.
“Dia menilai pemerintah membiarkan kondisi ekonomi Indonesia semakin terpuruk, ketika hidup rakyat semakin melarat, para pejabat pemerintahan justru malah berfoya-foya di istana seakan tidak terjadi apa-apa,” tulis Nazlira. Selanjutnya, dia mengutip-ngutip buku Soe Hok Gie.
Disebutkannya, Soe Hok Gie berkata, “Aku dapat membayangkan betapa kotornya hidup perkelaminan di sini (Istana Presiden)," ketika ia melihat Sekretaris pribadi Soekarno di Istana Negara berkebaya ketat dengan buah dada yg menggiurkan.
Baca juga: Pemerintah Tak Punya Perhatian Kerap Putusnya Lantas Jalinbar di Semaka
“Terus terang saja, aku melirik padanya, padahal dalam hal ini aku biasanya acuh tak acuh”, kata Hok Gie.
Menurut dia, printilan peristiwa dalam catatan Soe Hok Gie banyak yang tak diketahui publik. Suatu ketika Senat Fakultas Sastra UI menerima surat dari Menteri Koordinator Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Profesor Prinojo, dimana Fakultas diminta mengirimkan 20 orang mahasiswi untuk nonton wayang kulit di Istana semalam penuh.
Hal itu sontak membuat Hok Gie dan kawan-kawannya tersinggung, karena seolah Fakultas Sastra adalah pemasok wanita utk konsumsi istana. Apalagi tidak ada permintaan utk mengundang seorang pun mahasiswa.
Ketika kebanyakan orang bangga ketika diundang ke Istana, beda dengan Soe Hok Gie yang justru sedih dan kecewa, sebab ia menyaksikan betapa, dalam istilah Nazlira, kotornya kehidupan di Istana.
Baca juga: 5 Manfaat Mengonsumsi Ikan Gabus untuk Para Penderita Kanker yang Perlu Anda Ketahui
"Setiap aku keluar dari istana, aku sedih dan kecewa. Sedangkan biasanya orang lain bangga jika bisa berjabatan tangan dengan Bung Karno," ucap Gie.
Kemudian, Nazlira pindah ke hal lain, menurutny, sejarah juga mencatat bahwa Soekarno adalah salah satu tokoh penyebab kekalahan Perang Surabaya melawan Sekutu. [Ricklefs, Merle Calvin (1993). A History of Modern Indonesia Since c. 1300, Second ed., MacMillan.]
Untuk menyelamatkan pasukan Brigade 49 Inggris (paling ditakuti di Asia) yang hampir menyerah karena kehabisan logistik serta amunisi akibat dikepung dan diblokade Jenderal Soedirman dengan TNI serta para pejuang Surabaya, Inggris membujuk Bung Karno utk menghentikan perang dan segera membuka blokade. Entah kenapa Soekarno setuju, padahal peperangan sudah diambang kemenangan.
Setelah blokade dibuka, Inggris mengirim logistik dan amunisi. Beberapa hari kemudian Inggris memukul mundur warga Surabaya. Inggris dengan telak memenangkan peperangan ini.
Baca juga: Pilih Mana, Android atau iPhone? Berikut Perbedaan Kedua Jenis Ponsel Tersebut
(Pada bagian ini, perlu dicermati, apakah benar Jenderal Soedirman melakukan itu di Surabaya, atau hanya melalui perintah saja?)
Nazlira melanjutkan ceritanya soal Soekarno juga memenjarakan Buya Hamka, Sutan Syahrir, dan lawan-lawan politik lainnya yg telah ikut berjasa memerdekakan Indonesia. Sutan Syahrir sampe lari ke Swiss dan pernah menderita kehausan hingga harus minum air kencingnya sendiri sewaktu dipenjara.
Menurut dia, Jika mau dikupas, masih banyak lagi sejarah buram tentang Soekarno yg ada dalam catatan sejarah, namun demi menjaga maruah para pahlawan bangsa, petikan sejarah itu dibungkus rapat dan ditabukan diperbincangkan dalam berbagai kesempatan.
Di bagian akhir, Nazlira mengatakan, bangsa ini telah memberikan penghormatan yang tidak kurang-kurang kepada Soekarno, bila ‘dipaksa’ berlebihan, khawatirnya disatu waktu akan berbalik, bak dipaksa menelan penghormatan berlebihan, akhirnya berujung muntah penuh kebencian. (*)
(Winoto Anung)
