HELOINDONESIA.COM - Effendi Simbolon memenuhi panggilan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PDIP terkait pernyataannya memberi sinyal dukungan pada Calon presiden (capres) Prabowo Subianto.
Usai klarifikasi kepasa Badan Kehormatan, Effendi mengaku pernyataan mengenai Prabowo Nakhoda RI tersebut hanya sebatas pandangan pribadinya saja terhadap Prabowo selaku Menhan.
"Selaku Ketua Punguan Simbolon dohot Baruna se-Indonesia (PSBI) mengundang Prabowo selaku Menteri Pertahanan (Menhan) RI," kata, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (10/7/2023).
Effendi menganggap dirinya tetap objektif karena turut mengeritik kinerja Prabowo. Dia bilang pernah mengkritik Pranowo terkait dengan kebijakan pembelian pesawat bekas Mirage dari Qatar. Bahkan hal itu merupakan suatu kebijakan yang tidak tepat bahkan berpotensi melanggar UU.
Baca juga: New York Diterjang Banjir Bandang, Satu Tewas dan Sejumlah Orang Hilang
"Demikian pula berbagai kebijakan-kebijakan pertahanan lain di dalam pengadaan alutsista yang dilaksanakan secara tidak proper," sambungnya.
Di tempat yang sama, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, setelah mendengarkan penjelasan Effendi Simbolon, menegaskan bahwa sebagai kader tetap tegak lurus dengan keputusan partai.
"Sebagai kader partai, Pak Effendi Simbolon taat sepenuhnya untuk mendukung keputusan dari ketum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri. Selain itu siap berjuang di dalam memenangkan Pak Ganjar Pranowo sebagai capres yang diusung oleh PDIP dan partai-partai lain," kata Hasto.
Baca juga: 8 Bahan Alami Pengusir Bau Bangkai Tikus di Rumah, Mudah Ditemui
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto enggan mengomentari pemanggilan Effendi Simbolon oleh DPP PDIP. "Itu urusan, bukan urusan sdaya,” kata Prabowo di Kota Tangerang, Minggu (9/7).
