HELOINDONESIA.COM - Bakal calon presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo resmi memperkenalkan kemeja garis-garis hitam putih dalam acara silahturahmi relawan menyabut 1 Muharam 1445 H di Senayan, Jakarta, Rabu (19/7/2023).
Dalam pidato politiknya Ganjar menyebut kemeja itu dibuat sebagai identitas kampanye dalam Pilpres 2024. Kemeja garis-garis hitam putih didesain khusus oleh Presiden Joko Widodo.
Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan menilai bahwa Ganjar mengaplikasikan cara-cara Jokowi di Pemilu sebelumnya yang pernah menggunakan identitas pakaian sebagai simbol politik.
Jokowi sering memakai kemeja putih saat mensosialisasikan diri ke masyarakat pada Pemilu 2019. Jokowi pun identik dengan capres berkemeja putih.
Baca juga: Mahasiswa Pariwisata USM Laksanakan KKL ke Dinpar Kabupaten Bantul
"Kmeja hitam putih yang dikenalkan Ganjar Pranowo ingin memperlihatkan bahwa barisan pendukungnya solid dan tidak tercerai berai," kata Yusak, saat dihubungi Kamis (20/7/2023).
Selain itu Yusak melanjutkan dalam situasi politik jelang pilpres, pakaian nisa menyimbolkan komunikasi semiotis dalam interaksi politik. Kemeja hitam putih yang dipakai ganjar pranowo beserta pendukungnya tentu menyiratkan sikap tidak abu-abu alias lurus.
"Hitam putih garis lurus memberi makna bahwa Ganjar akan tegak lurus, bukan hanya terhadap cita-cita NKRI tetapi juga terhadap PDIP," katanya.
Dia mengungkapkan, Ganjar juga ingin menegaskasn bahwa relawannya solid dalam hal dukungan di Pilpres 2024. "Relawannya atu kata, tidak main dua kaki. Ganjar sedang menyindir kelompok-kelompok relawan yang dalam perjalanannya mengalihkan dukungan politik," kata dia.
Lewat pakaiannya Ganjar menegaskan sikap loyalitas terhadap PDI Perjuangan. , penggunaan kemeja garis hitam putih itu menekankan konsistemsi dalam mendukung pencapresan Ganjar Pranowo. Oleh karena itu, kader dan pendukung Ganjar Pranowo dituntut untuk bahu-membahu memenangkan kontestasi Pilpres 2024.
"Hitam putih bisa bermakna loyalitas, dedikasi dan konsistensi atas sikap politik. Jadi tidak abu-abu dalam berpolitik atau mendukung capres," pungkasnya.
