Helo Indonesia

Skenario Dua Pasang Capres-cawapres, dan Pilpres 2024 yang Diikuti Anies Baswedan

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Selasa, 1 Agustus 2023 12:02
    Bagikan  
Prabowo, Ganjar, Anies
ist

Prabowo, Ganjar, Anies - Tiga bakal calon Presiden, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan.

HELOINDONESIA.COM - Pilpres 2024 sudah menjadi agenda nasional yang hukumnya wajib, dan pesertanya adalah pasangan capres-cawapres yang diajukan parpol atau gabungan parpol. Untuk

Pilpres kali ini suasananya panas lebih awal karena ada isu hanya dua capres-cawapres, sebelumnya ada isu presiden 3 periode, ada lagi penundaan Pemilu. Semua sudah berlalu, tapi tetap perlu diwaspadai.

Pilpres adalah agenda wajib karena aturan konstitusi menyatakan pilpres adalah agenda lima tahunan. Kalau ada yang membuat skenario dua capres-cawapres saja ini bisa saja, tinggal bagaimana parpol menegosiasi. Namun, menjadi ramai katanya ada yang membuat skenario dua capres-cawapres  saja.

Nah, kalau dua pasang capres-cawapres itu siapa saja nama capresnya? All The President’s Men? Maksudnya bukan judul film tahun 1970-an, tapi calon-calon dari kalangan Presiden. Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo?

Baca juga: Pengamat Kritik Mahfud MD : Reaktif Berlebihan, Bisa Timbulkan Polemik dan Kegaduhan

Nah, ada skenario lain, yang di situ menyebut Anies Baswedan menjadi capres 2024. Hal itu disebutkan oleh sosiolog Musni Umar. Dia menuangkan analisanya dalam tulisan yang diunggahnya di Twitter dengan akun (at)musniumar.

Tapi dia tidak menyebut Pilpres 2024 nanti akan diikuti berapa pasang capres-cawapres kalau Anies Baswedan bisa ikut dalam kontestasi. Kalau kita boleh menduga bisa tiga capres, bisa juga dua capres-cawapres.

Kalau Anies ikut jadi kontestan Pilpres 2024 dan hanya dua pasang atau dua capres-cawapres, maka dari kubu koalisi berkuasa hanya satu capres-cawapres. Ada salah satu yang mundur, atau keduanya berkoalisi menjadi satu pasangan capres-cawapres. Apakah mungkin?

Baca juga: Kenang Sejarah Desa, Warga Serang Purbalingga Gelar Perang Tomat

Entahlah, lebih baiknya tidak melanjutkan diskusi itu, dan simak saja apa yang dimaksud oleh sosiolog Musni Umar, seperti di bawah ini.

Skenario Allah Anies Baswedan Calon Presiden 2024

Oleh Musni Umar, Sosiolog

Sudah lama diskenariokan bahwa hanya 2 (dua) pasang calon presiden dan wakil presiden dalam pemilihan umum 2024.

Skenario itu di susun sangat rapih dan tertata baik, yang meliputi sejumlah langkah dan kebijakan.

Pertama, Partai Amanat Nasional (PAN) dirayu masuk koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, sehingga koalisi pendukung pemerintah di parlemen sebesar 81,9 %.

Dengan demikian tertutup  peluang partai oposisi yang dimotori PKS dan Demokrat untuk mencalonkan pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam pemilihan umum  2024.

Kedua, diduga keras beberapa ketua umum partai politik memiliki kasus hukum, sehingga tersandera secara politik.

Dampaknya tidak bisa bertindak bebas dalam menentukan arah politik partainya dalam pencalonan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Jika bertindak tanpa persetujuan, bisa segera berurusan dengan aparat hukum.

Ketiga, para ketua umum partai politik pada umumnya diberi jabatan sebagai menteri, sehingga dikontrol - termasuk anggota parlemen dari semua partai politik yang berkoalisi dengan pemerintah dikontrol dan dibungkam, sehingga tidak bebas menyampaikan kritik dan aspirasi masyarakat yang diwakilinya.

Keempat, pernyataan budayawan Jaya Suprana bahwa Anies harus dihabisi - tidak boleh menjadi calon presiden 2024 serta pernyataan pendiri CSIS Jusuf Wanandi dan berbagai pihak bahwa calon presiden 2024 hanya 2 (dua) pasang tanpa Anies Baswedan.

Kelima, kuatnya isu yang digelindingkan di masyarakat bahwa Anies Baswedan akan ditangkap KPK dalam dugaan korupsi Formula E. Selain itu, sangat keras tekanan, bujukan dan rayuan kepada pimpinan  partai politik yang mengusung Anies menjadi calon presiden 2024.

Selain itu, terjadi berbagai penjegalan terhadap Anies Baswedan di hampir semua daerah yang dikunjungi, termasuk paling terkini pembatalan Stadion Patriot Candrabhaga di Kota Bekasi, Jawa Barat,  H-1, yang akan dipergunakan untuk senam sehat bersama para tokoh,  kader dan simpatisan PKS dengan  Anies Baswedan.

Skenario Allah Berjalan

Secara politik, Partai Demokrat dan PKS sudah tertutup pintu  untuk mencalonkan satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden termasuk  Anies Baswedan karena kedua partai yang beroposisi tidak mencapai 20% kursi di DPR untuk bisa mencalonkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden RI.

Akan tetapi, skenario Allah berjalan diluar rencana manusia, karena tanpa diduga Surya Paloh, Ketua Umum NasDem, 14 hari sebelum Anies Baswedan mengakhiri masa baktinya  sebagai Gubernurnya DKI Jakarta,  mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden Partai Nasdem 2024.

Tanpa skenario Allah, mustahil Surya Paloh, Ketua Umum NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres NasDem karena resiko politik dan Ekonomi yang bakal dihadapi sangat berat.

Baca juga: Masyarakat Diingatkan Untuk Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Bulan Agustus 2023

Terbukti, sejak NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan menjadi Capres, hubungan Surya Paloh dengan Presiden Jokowi terputus. Pada saat NasDem Ulang Tahun, Presiden Jokowi tidak hadir dan juga tidak kirim ucapan apapun.

Begitu pula, saat presiden Jokowi mengundang pimpinan partai politik dari Koalisi Pemerintahan Jokowi - Mar'uf di istana, minus Partai NasDem.

Di luar dugaan pasca Apel Siaga Perubahan yang dilakukan Partai NasDem di di GBK Jakarta yang dihadiri lautan manusia,  ada yang menyebut dihadiri sekitar 250 ribu kader, simpatisan dan relawan Anies.

Baca juga: Pendukung Jokowi Polisikan Rocky Gerung, Ganjaris Kecam Pendukung Prabowo

Satu hari setelah itu, Presiden Jokowi mengundang Surya Paloh, Ketua Umum NasDem untuk silaturahmi di istana negara. Media memberitakan,  Presiden Jokowi sempat menanyakan kepada Surya Paloh siapa Cawapres Anies Baswedan.

Skenario manusia mau menjegal Anies Baswedan tampil menjadi Capres 2024 telah dikalahkan oleh skenario Allah. Banyak tantangan, hambatan dan gangguan yang di alami, tetapi berkat usaha keras, konsistensi, kolaborasi dan doa kepada Allah, satu persatu ditemukan jalan keluarnya. (*)

(Winoto Anung)