Helo Indonesia

Anies Pilih Cak Imin, PKS Tulus, Lantas saat AHY bertemua Puan, Nasdem Tidak Menuding Demokrat Pengkhianat

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Jumat, 1 September 2023 07:00
    Bagikan  
Cak Imin dan Anies Baswedan
X / @Umar_Hasibuan__

Cak Imin dan Anies Baswedan - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat bertemu Anies Baswedan di acara peluncuran bukun AHY, di Jakarta, 11 Agustus 2023. (foto: X / @Umar_Hasibuan__)

HELOINDONESIA.COM - Geger politik terjadi di akhir Agustus 2023, bulan kelahiran AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), Ketua Umum Partai Demokrat.

Geger politik, karena meledak kabar bahwa Surya Paloh secara sepihak membuat kesepakatan dengan PKB, tak tanggung-tanggung, dia memutuskan Cak Imin menjadi bakal cawapres pendamping bakal Capres Anies Baswedan. Dan Anies manut. Anies pilih Cak Imin jadi cawapresnya.

Itu klaim dari Partai Demokrat, melalui Sekjen Teuku Riefky Harsya. Dan kini, para politisi dan kader Partai Demokrat tenggelam dalam kekecewaan mendalam.

Sudirman Said sendiri yang mengabarkan itu ke Demokrat. Lantas, dalam kabarnya, Sudirman Said menyatakan, Anies Sudah mengusulkan nama AHY ke para pimpinan parpol koalisi KPP (Koalisi Perubahan untuk Persatuan), pada Juni 2023.

Baca juga: Anies Sudah Usulkan AHY ke Pimpinan Parpol Koalisi, Nasdem Cari Nama Lain, Demokrat: Selamat Berjuang

Menurut Sudirman Said, ada yang menerima, ada yang menerima dengan meminta segera dideklarasikan, dan Nasdem minta menunggu dulu sembari mencari nama lain yang mungkin muncul di tengah jalan.

Bagi kritikus Faizal Assegaf, reaksi Demokrat itu sudah diprediksi, SBY dan Demokrat ngotot AHY harus jadi Cawapres. Keharusan dan harga mati. Jika tidak, Demokrat akan keluar dari koalisi Nasdem, PKS dan Partai Ummat.

Menurut dia, ihwal itu membuat Anies Baswedan berada dalam posisi dilematis. Sebab PKS pun menyodorkan beberapa nama sebagai Cawapres. Namun sikap PKS matang, elegan dan realistis. Tidak ngotot!

Baca juga: PKS Menyatakan Masih Tetap Mendukung Anies baswedan Pasca Penujukan Cak Imin Jadi Bakal Cawapres

“Menariknya SBY dan Demokrat tak hanya mengunci Anies. Namun, PDIP pun dibujuk agar AHY dipinang Ganjar Pranowo. Walhasil, saling kedip mata antara Puan dan AHY dimainkan,” ujarnya.

Dalam pandangannya, saat pertemuan Puan dan AHY berlangsung mesra, sikap Nasdem dan PKS merespon santai. Tidak menuding SBY, AHY dan Demokrat pengkhianat. Bahkan Anies sangat tenang dan bijak.

“Sejak itu publik membaca dengan sangat terang, SBY dan Demokrat kerja keras demi AHY jadi Cawapres. Tak peduli Anies atau Ganjar, yang penting hajat utama AHY masuk arena Pilpres,” ujar Faizal.

Baca juga: Jumlah Kursi Nasdem dan PKB Memenuhi Syarat Untuk Mendaftarkan Capres-cawapres

Maklum, selama lebih dari 10 tahun SBY telah melakukan segala jurus politik. Tujuannya satu, AHY harus jadi Cawapres. Tidak ada yang dipikirkan selain hajat dan kepentingan tersebut.

Kini terbukti, lanjutnya, setelah AHY tak dipilih jadi Cawapres, kemarahan pun meledak. Segala tudingan jahat dialamatkan pada Anies, Surya Paloh dan Nasdem. Seolah karir AHY sudah tamat.

Padahal, bukankah SBY dan Demokrat juga melobi PDIP untuk memasangkan Ganjar - AHY…? Aneh, bermain di dua kaki, tapi marah ke Anies, sembari lembut dan mesra ke Ganjar, Megawati dan PDIP.

“Andai SBY tulus berpihak pada aspirasi rakyat dan agenda perubahan, tentu tidak terjebak dalam ambisi buta. Mestinya SBY, AHY dan Demokrat bersikap konsisten sebagaimana PKS dan Nasdem. Bongkar pasang Capres - Cawapres hal biasa!” tutur Faizal Assegaf yang menyebut dirinya kritikus itu. (**)