HELOINDONESIA.COM - Sejumlah tokoh mendeklarasikan diri di Juanda untuk menyikapi persoalan yang tengah dihadapi bangsa
Juru bicara deklarator Juanda, Usman Hamid menyebutkan deklarasi para tokoh yang dilakukan di Juanda ini menyoroti menguatnya masalah politik dinasti yang kental dengan nepotisme.
Oleh karena itu, dia memaparkan, deklarasi itu ingin menggerakan dan mengingatkan masyarakat tentang adanya bahaya yang sangat serius, terkait dinasti politik itu.
"Seorang presiden memaksakan kehendaknya untuk mengistimewakan anaknya dalam mendapatkan jabatan publik, dan fasilitas bisnis dari kelompok oligarkhi," kata Usman dalam keterangannya dikutip Jumat.
Baca juga: Pengamat : Putusan MK Bikin Jokowi Dikenang Sebagai Presiden Langgengkan Dinasti Politik
Hal yang lebih memprihatinkan lagi, kata Usman, upaya politik dinasti ini dilakukan lewat Mahkamah Konstitusi.
"MK sebagai lembaga tertinggi penjaga konstitusi sudah disalahgunakan. Karena Ketua MK-nya adalah ipar dari Presiden Jokowi. Orang yang akan diuntungkan dari putusan MK adalah keponakannya," kata Usman.
Dia juga menyebut Reformasi Kembali ke Titik Nol, jika niatan mewujudkan politik dinasti terus dilanjutkan, maka tokoh-tokoh bangsa akan terus bergerak melakukan perlawanan.
"Jika fenomena politik ini diteruskan kita akan bergerak terus. Akan terus kita gerakkan,” kata Usman.
Baca juga: Mantan Menteri Sebut dengan Politik Dinasti, Kedaulatan Rakyat Tinggal Nama, Dinasti Jadi Penentu
Usman berharap denhan peringatan yang disampaikan para tokoh yang tergabung di Deklarasi Juanda ini, masyarakat akan tergerak.
"Bagaimanapun mereka harus melihat masyarakat tidak bisa dibodohi terus menerus," kata Usman.
Deklarasi para tokoh yang dilakukan di Juanda, merupakan bagian dari mengingatkan sejarah tentang Kedaulatan Bangsa yang disampaikan Juanda melalui Deklarasi Juanda.
"Ada semangat untuk merngusung kembali semangat kedaulatan yang dulu digelorakan oleh Juanda," kata Usman.