HELOINDONESIA.COM - Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD, menyoroti ketimpangan penegakkan hukum di Indonesia.
Menurutnya, kadang kala penegakkan hukum memihak orang yang mempunyai kekuatan dan yang lemah tak mendapat perlindungan hukum. Bahkan kerap terjadi, orang kuat tersangkut masalah hukum namun bisa bebas karena dibekingi oknum pejabat penegak hukum.
"Orang korupsi dilindungi sementara orang mencuri lalu dihajar habis-habisan di tengah jalan. Kalau mencuri itu enggak banyak, dan kadang karena terpaksa tapi kalau korupsi tuh banyak loh, kelasnya miliaran. Orang kuat menyogok dan dibeking pejabat korup agar kasusnya ditutup. Ini bujan rahasia," kata Mahfuid MD dalam keterangannya, dikutip Minggu (10/12).
Oleh karena itu Mahfud mengaku bahwa ia bersama Ganjar Pranowo akan melakukan tindakan nyata dalam pemberantasan korupsi demi penegakkan hukum yang adil.
Baca juga: Dalam Memberantas KKN, Mahfud MD Mengklaim Dirinya dan Ganjar Bak Peluru Tak Terkendali
"Ganjar-Mahfud hadir untuk memperbaiki itu semua," kata Mahfud.
Selain itu, Mahfud mengatakan bahwa masyarakat miskin di Indonesaia tidak akan pernah bangkit, jika korupsi tidak diberangus tuntas.
Seetelah korupsi dikikis, kata dia, Pemerintah dapat menghitung berapa anggaran yang dapat diberikan untuk rakyat sebagai modal kerja, subsidi listrik, menggratiskan internet, maupun menggaji guru dengan layak.
Di sisi lain, Mahfud juga mengatakan bahwa dirinya bersama Ganjar berkomitmen untuk membangun dari wilayah pinggiran.
"Proyek-proyek yang hanya dinikmati kelas menengah ke atas, kita hentikan. Kita akan membangun dari pinggiran. Ganjar-Mahfud akan gaspol," pungkasnya.