Habis Nonton Film India, Mahfud MD Cerita Tentang Penjahat dan Polisi Sama-sama Perusak Negara

Minggu, 17 Maret 2024 23:11
Cawapres nomor urut 3 Prof Mahfud MD saat menjawab pertanyaan Gen Z di Yogyakarta. Foto: tangkapan layar

HELOINDONESIA.COM - Cawapres nomor urut 3 Prof Mahfud MD membuat utas di media sosial X tentang cerita polisi India.

Dalam utas yang dibuatnya pada Minggu (17/3/2024), pakar hukum tata negara ini menceritakan ketika sedang menunggu maghrib dan buka puasa ia menonton film India berjudul "Khalnayak". 

"Ceritanya terjadi saling buru dan pertarungan seru antara polisi dan penjahat besar," kisah Mahfud MD.

Singkat kata, lanjut Mahfud MD, penjahat itu tertangkap hingga terjadi dialog di antara keduanya.

Baca juga: Jonatan Christie Sabet Gelar All England 2024! Ini Daftar Juara Tunggal Putra dalam 10 Tahun Terakhir

Menurut Mahfud MD, polisi itu mengklaim sebagai abdi negara dan pahlawan pelindung rakyat.

"Polisi adalah abdi negara dan pahlawan yang melindungi rakyat, sedangkan kamu adalah penjahat pengkhianat", kata Inspektur Polisi. 

Penjahat besar itu menjawab bahwa polisi yang mengaku pahlawan sama saja dengan dirinya yang penjahat. 

"Tak ada bedanya. Saya bekerja untuk bos mafia yang merusak dan sangat jahat. Sedangkan kamu para polisi bekerja untuk pemerintahan dan penegakan hukum yang korup dan menghisap rakyat," tulis Mahfud MD sambil menirukan ucapan si penjahat. 

Baca juga: BMKG Bantah Video Viral di TikTok Sebut Megathrust Lumpuhkan Jakarta

"Jadi penjahat dan polisi sama-sama petugasnya para perusak negara," tambah Mahfud kembali menirukan perkataan penjahat di film India itu.

Mahfud MD menegaskan bahwa cerita film India yang bisa dinikmati melalui Youtube bukan untuk menyindir siapa-siapa. 

"Mungkin cerita film ini bisa menjadi semacam kuliah Ramadhan bagi kita," ujarnya

Seorang netizen dengan nama akun @goensant pun membalas postingan di kolom komentar Mahfud MD.

Baca juga: Masa Depan Sepakbola Kediri Raya Bergantung Persedikab dan Persik Kediri di Kandang Stadion Gelora Daha Jayati

Dia mengingatkan pernyataan Mahfud MD terkait polisi.

"Seingat saya dulu Pak Prof pernah bilang "Lebih baik polisi tidak baik selama 60 tahun daripada tidak ada polisi dalam satu malam," jelas @goensant.

Mahfud pun membenarkan komentar @goensant.

"Betul. Aslinya, lbh baik 60 tahun punya pemerintah yang jelek daripada tidak ada pemerintah meski satu malam saja," tegasnya. 

Baca juga: Tinjau Lokasi Banjir di Kendal, Kepala BNPB Berikan Bantuan Warga Terdampak

Soal lebih baik punya polisi jelek selama 60 tahun daripada 1 malam tidak ada polisi, Mahfud MD menjelaskan kalau itu adalah pernyataan Ibnu Taimiyah. 

"Tapi itu bukan berarti pemerintah dan polisi boleh sewenang-wenang," tandasnya.



Berita Terkini