LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM --- Ketua Depidar VII/Soksi Provinsi Lampung, Alzier Dianis Thabranie (ADT), berencana menemui Ketum DPP Golkar, Bahlil Lahadia terkait berlarut-larutnya aacarut-marut Musda DPD II Golkar Kota Bandarlampung dan Kabupaten Tanggamus.
"Sebagai Ketua Depidar VII/Soksi Provinsi Lampung, saya mrmpunyai tanggung jawab moral terhadap soliditas Partai Golkar," ujar ADT yang pernah memimpin empat periode Partai Golkar Lampung kepada Heloindonesia.com, Jumat malam (25/9/2026).
Dia mengatakan sebagai organisasi sayap partai dirinya tak ingin partainya diacak-acak justru oleh DPD Golkar Lampung dengan cara pimpinan Golkar Lampung memaksakan kehendak untuk sosok ketua dan kepengurusan partai di daerah.
Menurut Alzier, bagaimana Partai Golkar bisa besar jika konflik terus mewarnai partai ini di Lampung. Sementara, partai lain, sudah berlari," ujar ADT. Dia meyakinkan Bahlil bahwa partai dan kader Golkar Lampung tetap kondusif sekalipun Hanan A Rozak di-PAW.
"Ketum DPP Golkar, Bahlil Lahadia harus tegas, jangan sungkan, tak enak," ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Senin (21/9/2026), setelah mulus terpilih aklamasi sebagai ketua DPD Golkar Kota Bandarlampung, Rycko Menoza walkout saat penyusunan kabinetnya. Empat anggota tim formatur sudah hengkang sebelum penutupan Musda XI DPD Partai Golkar.
Di Kabupaten Tanggamus, sehari sebelum musda, Minggu (14/6/2026), Bahlil Lahadalia membatalkan rencana Musda VI Golkar Tanggamus sehari sebelum musda, Minggu (14/6/2026).
Bahlil menginstruksikan pembatalan tersebut kepada Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Golkar Zaini Yahya hingga waktu yang belum ditetapkan, kata Mutaim dari PK Semaka kepada Heloindonesia.com, Selasa (23/6/2026) sore.(HBM)