Helo Indonesia

Kamu Wajib Tau, Sebelum jadi Minuman Kesehatan Tradisional, Ini Bentuk Asli Teh!

M. Haikal - Ragam
Rabu, 8 Januari 2025 20:55
    Bagikan  
Minuman Sehat
Foto: pexels

Minuman Sehat - Minuman yang umumnya diminum pada pagi atau malam hari, kalau enggak teh, ya kopi. Kedua minuman ini memang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk beragam aktivitas.

HELOINDONESIA.COM - Kalau kita bicara mengenai minuman teh-tehan ini memang sudah menjadi budaya di seluruh Indonesia. Ya, tiada hari tanpa minum teh.

Minuman yang umumnya dikonsumsi pada pagi atau malam hari, kalau enggak teh, ya kopi. Kedua minuman ini memang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk beragam aktivitas.

Namun demikian, kita harus tahu manfaat-manfaatnya dan bahan-bahan apa saja yang bisa dikelola hingga menjadi minuman yang disebut teh.

Dengan demikian, minuman teh tidak hanya bisa memberikan rasa dan bugar saja, tapi memiliki manfaat-manfaat kesehatan lainnya.

Ketua Asosiasi Dokter Ethnowellness Indonesia (ADEWI) dr Richard SN Siahaan seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (8/1/2025) mengungkapkan bahan dasar dari teh-tehan ini.

Baca juga: Sehari 2 Pohon Tumbang, 1 Timpa Kantor Kelurahan dan 1 Dapur Warga

Menurutnya, teh merupakan suatu bahan yang tujuannya mengekstraksi dari suatu tanaman obat yang dibutuhkan untuk dikonsumsi.

“Sebelum jauh membicarakan teh, minuman kesehatan ini merupakan hasil dari teknik yang disebut simplisia. Ini adalah teknik ekstraksi air yang biasa dilakukan di rumah. Bisa direbus atau diseduh,” paparnya.

Simplisia itu sendiri, menurutnya, berasal dari kata simpel, yang berarti satu atau sederhana.

“Istilah simplisia itu digunakan untuk menyebut bahan-bahan obat alam yang belum diolah atau belum mengalami perubahan bentuk,” paparnya.

Baca juga: Tim SAR Evakuasi Tiga Nelayan asal Tegal yang Terombang-ambing di Lautan Akibat Mesin Kapal Mati

Jadi, lanjutnya, simplisia itu adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun. Dan umumnya perubahan bahan akan terjadi setelah dikeringkan.

“Jadi simplisia berasal dari tanaman obat yang sudah dikelola dari pensortiran sampai pencucian kemudian dikeringkan. Nah simplisia inilah yang akan menjadi bahan baku untuk membuat teh-tehan ini,” ungkapnya.

Kalau punya bahan atau nabati yang sudah dikeringkan dengan pengolahan yang bener, lanjutnya, itulah yang disebut dengan simplisia.

“Secara praktis, bahasa awamnya untuk obat atau untuk kesehatan lah belum mengalami mengalami pengolahan apapun kecuali dinyatakan simplisia yang dikeringkan,” tambahnya.

Baca juga: Agar Panjang Umur Minumlah Kopi Pagi Hari

dr Richard menyebutkan, ada berapa jenis simplisia, yakni simplisia nabati, hewani dan mineral.

Simplisia nabati ini merupakan tanaman utuh, bagian tanaman, eksudat tanaman atau gabungan dari ketiganya. Misalnya detura folium dan piperis nigri fructus.

Eksudat tanaman adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau dengan cara tertentu dengan sengaja dikeluarkan dari selnya.

Eksudat ini dapat berupa zat-zat atau bahan-bahan nabati lainnya dengan cara tertentu dipisahkan/diisolasi dari tanamannya.

“Simplisia nabati ini lebih gampang mendapatinya dan mengolahnya dari bahan-bahan tanaman obat,” ujarnya.

Baca juga: Di Balam, Target Awal Program Makanan Bergizi 2.903 Siswa di Sukarame

Kemudian, ada yang disebut simplisia hewani yang berupa hewan utuh atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa bahan kimia murni. Misalnya minyak ikan (Oleum iecoris asserii dan madu (Sel Mel depuratum).

Ada juga simplisia mineral. Biasanya dalam bentuk mineral yang belum diolah atau sudah diolah dengan cara sederhana dan belum berupa bahan kimia murni. Contohnya serbuk seng dan serbuk tembaga.

“Kita ambil dari bahan-bahan yang ada di alam, kemudian kita ekstrak dan kita dapatkan bubuk seng atau bubuk tembaga. Tapi ingat, bukan dalam istilah bubuk tembaga besi seng ya,” jelasnya.

Namun demikian, simplisia mineral ini agak susah untuk mengolahnya. Perlu perlakuan khusus untuk mendapatkan hasilnya.

Baca juga: Di Balam, Target Awal Program Makanan Bergizi 2.903 Siswa di Sukarame

“Yang biasa kita gunakan adalah simplisia nabati untuk sehari-hari,” tambahnya.

Nah bagaimana pengolahan simplisia? dr Richard menyebutkan dengan cara pengeringan, proses khusus dengan menggunakan air atau direbus.

“Yang kita bilang sebagai rebusan-rebusan itulah nantinya disebut teh-tehan yang kita pakai untuk kesehatan,” terangnya.