LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Aisha Aulia Danastri Fitriani, murid Kelas 6D SDN 2 Palapa karib Dupal, Enggal, Bandarlampung, menceriterakan singkat uneg-uneg, harapan dan mimpi terkait, sepulangnya mengikuti upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 di sekolahnya, Selasa (28/10/2025).
Aisha, kelahiran 11,5 tahun silam, bagian dari generasi Alpha: kelompok orang yang lahir antara 2010 dan 2024, genre pertama lahir sepenuhnya abad ke-21, anak-anak dari milenial, adik dari Gen Z nan tumbuh di era digital, amat terhubung teknologi Revolusi Industri 4.0 per dini, genre paling terhubung secara global, dan memiliki preferensi visual dalam mengkonsumsi informasi ini; senang.
"Lihat temen-temen pada pakai baju adat. Aku jadi lihat Indonesiaku di depan mataku," tuturnya, terkesan melihat teman sekolahnya meski cuma beberapa jam ia lihat tampil beda, gagah dan anggun berbusana itu.
Di-spill tanya, kalau disuruh memilih, lebih suka bunyi Sumpah Pemuda atau Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada, dahi sang 'calon pemoedi' ini tampak mengernyit.
Lalu buru-buru ia menyahut, "kok nanya hal sulit? Dua-duanya sumpah bersejarah, itu. Kupilih dua-duanya," sahutnya rada sewot. Duh, ahaha.
Memang Aisha punya harapan apa sih di Peringatan Hari Sumpah Pemuda hari ini?
"Pengen Indonesia maju. Anak-anak semua bisa sekolah. Anak-anak Indonesia, dia bisa sekolah sampai kuliah bisa gratis. Itu kan bertanah air, berbangsa, berbahasa satu. Aku pengen bahasa Lampung (dan bahasa daerah yang di Indonesia yang terancam punah, red) jangan sampe ilang. Sama apa lagi, aku pengen MBG jalan terus," tutur ia.
Apa mimpi tentang Indonesia versi kamu?
Aisha menunjuk langit. "Jagain semua yang Allah kasih sama kita (rakyat, bangsa, dan negara Indonesia, red). Jangan sampai Dia marah (murka, red). Jangan suka ngejekin teman. Kalau (dia) salah kasitau salahnya apa. Suruh perbaiki, bukan di-bully."
Menutup obrolan, dengan 'bahasa bayi', Aisha berharap para pemimpin NKRI jangan salah didik terhadap anak-anak republik hari ini, para Gen Alpha yang notabene bakal berusia 21-35 tahun pada momen tahun Indonesia Emas 2045 nanti.
"Salah didik anak, (buahnya) salah urus negara nanti," pungkas Aisha, yang dengan susah payah nun berhasil jua dibujuk untuk sekadar sejenak bicara serius soal nasib dan masa depan diri dan negerinya.
Pembaca, Salam Sumpah Pemuda. Hidup Pemoeda-Pemoedi Indonesia! (Muzzamil)
