Helo Indonesia

Jelang Hari Puncak TAF Sekolah Seni Tubaba Gelar Workshop

Annisa Egaleonita - Ragam
Selasa, 25 Juli 2023 16:50
    Bagikan  
Ke empat narasumber saat menyampaikan materi

Ke empat narasumber saat menyampaikan materi - (Foto Rohman/Helo Indonesia Lampung)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Sekolah Seni Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menggelar Workshop Lokakarya Komunikasi dan Publikasi Festival, jelang hari puncak Tubaba Art Festival (TAF).

Worshop tersebut di gelar selama dua hari pada tanggal 25-26 Juli 2023, yang mana pada hari ini digelar di Wisma Asri Tiyuh (Desa) Tirta Kencan dan selanjutnya akan di gelar di Kota Budaya Ulluan Nughik pada 26 Juli.

Berdasarkan pantauan media "Helo Indonesia Lampung" narasumber yang dihadirkan pada workshop hari ini yakni, Eggi Yunaedi Panel Ahli Indonesiana, frans Sartono jurnalis senior Kompas, Taufik Darwis Sekolah Seni Tubaba, Zulfandi JPJR Belitung Timur dan Dedi Priyono Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tubaba.

Dikatakan Eggy Yunaedi narasumber dari Panel Ahli Indonesiana, Festival adalah bagian dari penyampaian pesan untuk membentuk masyarakat Tubaba mejadi masyarakat yang Nemen Nedes Nerimo (Nenemo).

Selain itu Festival dalam artian pada umumnya berarti pesta besar atau acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Festival juga bisa diartikan dengan hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting atau bersejarah, atau pesta rakyat yang bersifat suatu acara yang bersenang senang baisanya untuk menyambut sesuatu yang datang.

Baca juga: Pengawal Airlangga Hartarto Diduga Ancam Tembak Wartawan, Jubir Kemenko Perekonomian Minta Maaf

"Intinya Festival itu adalah sarana untuk menyampaikan komunikasi. Membangun identitas dan membangun dan menata yang ada di Kabupaten Tulangbawang Barat," jelasnya.

Adapun beberapa bentuk Festival tradisional yakni, upacara/ritual, pergelaran dan pertandingan. Tantangan Festival tradisional dan Festival kontemporer membuat nilai-nilai yang ditawarkan relevan dengan aspirasi dan permasalahan aktual, membuat ekspetasi dan persentase Festival menarik sesuai dengan tuntutan zaman.

Selanjutnya Zulfandi JPJR Belitung Timur, menyampaikan, bila kita akan menggelar Festival terlebih dahulu kita menentukan mengkonsep sebuah Festival supaya Festival tersebut berjalan dengan lancar.

"Yang pertama kita harus ada pembedaan dengan daerah lain, supaya menarik dan menjadi pembeda. Karena setiap daerah ada sungai, taman namun kita harus menjadi pembeda," imbuhnya.

Lanjut dia, Tubaba ini mempunyai suatu menarik potensi cagar budaya dan ini sangat erat dengan perdangangan dunia, ini adalah potensi besar dari Tubaba. Menggelar festival yang harus mengangkat nama nama misalnya yang bisa di angkat sungai way kiri, makanan khas Tubaba

Baca juga: Bupati Dendi Lulus Cumlaude IPK 3,840 dari IPDN

"Setiap tahun kalau kita mengadakan Festival harus mengangkat suatu yang berpotensi dan suatu yang belum di ketahui org banyak. Sehingga bila kita angkat menjadi sebuah Festival yang tadi nya tidak beharga menjadi beharga dan memiliki daya saing. Tubaba ini sudah punya semuanya seharusnya iven seperti ini sudah iven sampai internasional," paparnya.

Selain itu, tidak kalah penting, Pergelaran pestival harus mengangkat UMKM jangan sampai tidak ada dampak kepada pelaku usaha UMKM yang ada di Tubaba. Sehingga kita bisa memabukkan atau menguntungkan pelaku usaha UMKM.

Ditempat yang sama, frans Sartono senior Jurnalis Kompas, mengungkapkan bahwa informasi bisa lewat apa saja melalui bidang masing-masing.

"Tubaba ini ada apa apa nya. Bukan apa apa, karena saya saja baru datang tadi malam saya melihat banyak potensi yang bisa di gali dari Kabupaten Tubaba," katanya.

Salah satu identtitas Tubaba ini akan kelihatan melalui Festival ini. Temen temen wartawan harus bisa mengulik suatu informasi agar bisa di tau orang banyak.

Sementara itu, Ketua PWI Tubaba, Dedi Priyono mengucapkan. Dengan TAF 2023 kita sangat bersyukur dengan ada nya kaloborasi antara Kemendikbud dan Sekolah Seni Tubaba.

"TAF yang digagas oleh Sekolah Seni Tubaba ini yang sebenarnya diinginkan oleh pendahulu kita. Bagai mana cara nya lebih memajukan Tubaba "Saya berhap untuk semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan wartawan agar bisa berkolaborasi dan kawan kawan yang mengikuti worshop hari tolong pahami apa itu Worshop apa itu komunikasi dan apa itu publikasi," imbuhnya (Rohman).