HELOINDONESIA.COM - Selama ini madu dianggap sebagai produk alami yang sehat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Madu adalah bahan alami yang banyak dikenal di berbagai daerah dan digunakan dalam berbagai campuran makanan manis serta digunakan sebagai bahan obat tradisional bagi masyarakat.
Madu memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti antioksidan, antibakteri, dan sifat antiinflamasi yang berguna dalam menunjang kesehatan tubuh.
Namun, ada beberapa kondisi kesehatan atau penyakit di mana mengonsumsi madu harus dihindari atau dibatasi.
Baca juga: Dugaan Korupsi BLT Sumberejo, Inspektorat Lamtim Kirim Surat ke BRI Wayjepara
Berikut adalah keadaan atau penyakit yang sebaiknya tidak mengonsumsi madu.
1. Diabetes
Madu adalah sumber gula alami dan memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan dengan gula biasa.
Pengidap diabetes harus membatasi asupan gula termasuk madu.
Mengonsumsi madu dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak diinginkan dan mempengaruhi kontrol gula darah.
Dengan hal tersebut maka akan memperburuk keadaan seseorang yang mengidap penyakit diabetes.
2. Botulisme
Madu dapat mengandung bakteri clostridium botulinum, bakteri tersebut bisa berbahaya bagi bayi yang masih berumur dibawah 1 tahun.
Hali ini karena sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya berkembang, sehingga mereka akan lebih rentan terhadap infeksi.
Botulisme yang disebabkan oleh bakteri ini dapat menyebabkan paralisis otot bahkan dapat mengancam nyawa sang bayi.
3. Alergi
Beberapa orang memiliki alergi terhadap kandungan madu seperti serbuk sari atau protein.
Gejala alergi dapat menyebabkan reaksi ringan hingga reaksi yang mengancam jiwa seperti sesak napas, gatal-gatal, dan pembengkakan.
Orang yang memiliki riwayat alergi terhadap produk lebah atau alergi terhadap serbuk sari harus menghindari madu.
4. Sindrom iritasi usus besar
Sindrom iritasi usus besar adalah munculnya gangguan akibat adanya peradangan pada saluran pencernaan.
Beberapa gejala kondisi ini termasuk rasa nyeri atau kejang pada perut secara berulang, perut terasa penuh, gangguan pencernaan seperti diare, atau kesulitan buang air besar.
Sindrom iritasi usus besar adalah kondisi yang berlangsung dalam jangka panjang dan cenderung bisa kambuh kembali dimasa yang akan datang.
Madu mengandung FODMAP yang tinggi karena kandungan fruktosanya.
Meskipun beberapa orang dengan IBS dapat menoleransinya dengan baik, yang lain perlu membatasi asupannya untuk mencegah masalah pencernaan.
