Weleh-Weleh, SuperApps Lampung-In Baru Diunduh 10 Ribu Akun? Warga Lampung, Ayo!

Kamis, 3 Juli 2025 23:50
LAMPUNG-IN — Aplikasi 9 juta umat: warga Lampung, persembahan duet Mirza-Jihan. Tampak foto pula, Marindo Kurniawan, Elvira Umihani, dan Ganjar Jationo. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Ketipak-ketipuk, ketipak-ketipuk, walalala, gedumbreng! Warga Lampung di 2.654 desa atau pekon/kampung/tiyuh dan kelurahan di 229 kecamatan di 15 kabupaten/kota; dan warganet Lampung di jagat raya mana saja berada, info terkini hingga Kamis (3/7/2025) ini alias 18 hari sejak resmi diluncurkannya SuperApps "Lampung-In" andalan Pemprov Lampung, ternyata baru diakses paling sedikit 10 ribu akun pengguna aktif.

Hal ini tersingkap dari informasi progresi mutakhir pascapeluncurannya 15 Juni 2025, seperti dijelaskan oleh Kepala UPTD Pusat Data dan Informasi Pembangunan Daerah (Pusdatinbangda) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Vika Vitri Indra, B.S.T., M.Sc., dalam Rakor Implementasi dan Pengembangan Aplikasi Lampung-In dipimpin Sekdaprov Lampung Dr Marindo Kurniawan, di ruang kerja Sekdaprov, kompleks kantor Pemprov Lampung di Bandarlampung, Kamis.

"Hingga saat ini, aplikasi Lampung-In telah diunduh sekitar 10.000 pengguna dengan 5.000 lebih pendaftar. Dari total 145 laporan pengaduan, ada 77 laporan telah diproses, 40 laporan selesai, 28 laporan tak dapat diproses karena di luar ranah kewenangan Pemprov Lampung," jelas Vika Vitri Indra.

Kendatipun demikian, kendati baru 18 hari "brojol", namun info berikutnya Vika, Magister Manajemen Maritim dan Transportasi jebolan Universitas Antwerpen, Swedia, ini, sedikit membanggakan hati terkait linimasa waktu penanganan pelaporannya.

"Waktu tercepat penanganan laporan adalah 1x24 jam, sementara yang terlama berkisar 30-60 hari kerja," imbuh Vika, sebagai upaya mempercepat penanganan laporan, pihaknya dalam kesempatan pertama telah berencana mengundang Inspektorat Kabupaten/Kota untuk bahas pembagian tugas kewenangan penanganan laporan melalui Lampung-In.

"Sehingga (nantinya) laporan (warga yang masuk) dapat (dengan segera) ditangani secara langsung oleh Inspektorat di ranah masing-masing," tandas ia, memaksudkan.

Menggenapkan agregat penjelasannyi, Vika menyebut kini sudah banyak masyarakat yang membayar pajak melalui aplikasi tersebut. "Ini menunjukkan, aplikasi ini mulai diterima dan memberikan manfaat nyata,” mantap Vika.

Mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Sekdaprov Marindo Kurniawan taklimatnya bilang, Lampung-In wujud komitmen Pemprov Lampung demi untuk terus meningkatkan pelayanan publik. Diluncurkannya, sebagai langkah konkret mewujudkan transformasi layanan publik pratama berbasis digital yang transparan, partisipatif, akuntabel.

Dikembangkan melalui kerja sama G to G antara Pemprov Lampung dengan Pemprov Daerah Khusus Jakarta melalui tim Jakarta Smart City (JSC) dari Diskominfotik Daerah Khusus Jakarta dengan mengadopsi sistem aplikasi JAKI milik Pemprov Jakarta.

Pemprov sini, berupaya keras merancang Lampung-In tak lain untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik di Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung komit jadikan Lampung-In sebagai gerbang utama bagi seluruh layanan digital pemerintah daerah, sejalan dengan visi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

"Lampung-In awalnya dirancang sebagai platform digital pelaporan masyarakat, yang diharapkan berkembang menjadi sistem terintegrasi yang mewadahi seluruh produk digitalisasi dan aplikasi di Provinsi Lampung.
Kami berharap Lampung-In jadi media utama bagi masyarakat Lampung untuk mengakses berbagai layanan,” ujar Sekdaprov termuda kedua pada saat dilantik, setelah Sekdaprov pertama mendiang Mochtar Hasan ini.

Namun, imbuh dia, sosialisasi Lampung-In tak hanya terbatas pada media sosial, melainkan juga melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Lampung.

“Lampung-In harus meresap ke dalam ASN, memenuhi semua kebutuhan ASN," wanti dia, jka memungkinkan, semua kegiatan OPD dan Pemprov dapat diakses melalui Lampung-In.

"Mari jadikan Lampung-In mewujud menjadi super aplikasi heroik yang benar-benar membantu masyarakat dan mendorong pemanfaatan yang lebih sering,” lugasnya memantik seraya berharap agar kelak dalam pengembangannya, seluruh aplikasi atau sistem digitalisasi OPD Pemprov Lampung dapat digabungkan ke dalam Lampung-In.

Ganjar: Lampung-In Sebagai Maskot

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kadiskominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, turut memproyeksikan pula, bukan tidak mustahil Lampung-In berpotensi menjadi "maskot" bagi berbagai tugas dan fungsi Kominfotik.

Kadis mantan aktivis gerakan mahasiswa Lampung era 80-90an ini berharap, sebagai super aplikasi, Lampung-In dapat menjalin kolaborasi dengan instansi vertikal, namun tetap tunduk pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang nanti akan bertransformasi jadi Sistem Pemerintahan Berbasis Digital (SPBD).

Bicara dampak dari pengembangannya kelak, sebagaimana olah data keterangannya, Ganjar merincikan sedikitnya tiga pointers garis besar dampak multipolarnya kelak:

Bagi OPD dan bagi Pemprov Lampung:
1. SuperApps Lampung-In diharapkan akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui sistem pelaporan terintegrasi yang memungkinkan pemantauan respons OPD.

2. SuperApps Lampung-In akan meningkatkan integrasi data dan informasi melalui penggabungan berbagai aplikasi OPD, sehingga lambat laun akan mempermudah pengambilan keputusan berbasis data.

Bagi rakyat Lampung:
3. SuperApps Lampung-In diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan publik: memungkinkan segenap lapisan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah dengan mudah, mengurangi rantai birokrasi, dan mempersingkat waktu tunggu layanan.

4. SuperApps Lampung-In juga akan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat karena kemudahan akses akan mendorong mereka untuk aktif memberikan masukan dan pengaduan.

Dan, bagi keduanya lintas aktor lintas sektor (operator data, analisa data, ahli data, wali data, pangkalan data, pengakses data, dan pengguna data):

5. Lampung-In akan mampu mewujud sebagai SuperApps Heroik yang jadi gerbang utama seluruh layanan digital Pemprov Lampung dan ciptakan ekosistem digital yang komprehensif.

6. (Muaranya) Lampung-In secara terukur akan dapat meningkatan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh berkat efisiensi dan transparansi, peningkatan Indeks SPBE Provinsi Lampung sejalan dengan program pemerintah pusat, dan peningkatan adopsi teknologi oleh ASN dan masyarakat karena sosialisasi dan kemudahan penggunaannya.

"Implementasi dan pengembangan aplikasi Lampung-In merupakan langkah strategis memantapkannya sebagai tulang punggung digitalisasi pemerintah daerah, menjadikan Lampung sebagai provinsi terdepan dalam inovasi pelayanan publik berbasis teknologi," papar bersemangat Kadis Ganjar berpendar.

Sebagai disclaimer: ini sama sekali bukan pesan sponsor, bagi anda pembaca setia Helo Indonesia, warga Lampung dan warganet Lampung yang budiman, ayo sejenak, ambil gawai Android-mu lalu buka PlayStore, atau buka gawai iPhone-mu lalu buka App Store, yuk unduh aplikasinya.

Lampung-In, aplikasi versi 1.0.1, berkapasitas 23,59 MegaByte (MB), bekerja pada sistem operasi (OS) Android 9 dan OS Apple, telah tersedia di Google PlayStore dan App Store sejak 19 Mei 2025, dirilis Pemprov Lampung 25 Mei 2025, dan di-update 18 Juni 2025.

Bukan bunyi kalimat pidato, seperti disadur dari keterangan aplikasinya, Lampung-In ini diklaim sebagai SuperApps pelayanan publik, solusi digital terpadu Provinsi Lampung.

Aplikasi ini, persembahan duet kepemimpinan kepemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2025–2030 Rahmat Mirzani Djausal - Jihan Nurlela (Mirza-Jihan) demi untuk menjawab tantangan pelayanan publik di Provinsi Lampung.

Dengan satu aplikasi, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan secara cepat, responsif, mudah dijangkau.

Lampung-In menyatukan berbagai layanan dalam satu genggaman, mulai dari informasi, pengaduan masyarakat, ketenagakerjaan, hingga urusan layanan perpajakan.

Apa yang baru? Kini, aplikasi dengan rating 3+ ini telah menambahkan fitur program untuk menampilkan (penampil) file PDF), lalu telah pula ditingkatkan fungsi pencariannya untuk dashboard Harga Pangan serta optimasi fitur Laporan Warga.

Lantaran sebagaimana meminjam keterangan Kepala Bappeda Lampung Elvira Umihani pada 22 Mei lalu, Lampung-In menjadikan fitur Laporan Warga: kanal pengaduan warga masyarakat yang memungkinkan mereka melaporkan keluhan layanan publik secara real-time lengkap foto dan deskripsi lokasi, sebagai fitur andalan alias fitur utamanya ini.

Kemudian, setiap laporan yang masuk akan diteruskan ke OPD terkait guna ditindaklanjuti dan diverifikasi lalu dilaporkan kembali oleh Inspektorat Provinsi sebagai bahan evaluasi pelayanan.

Berikut secara linimasa pengembangannya, Lampung-In notabene telah pula melalui serangkaian tahapan penting, termasuk penandatanganan MoU dengan Pemprov Jakarta 15 April 2025, penyusunan regulasi, dan dua tahap uji coba pengguna (UAT) pada 29 April dan 16 Mei 2025.

Berikutnya, pascapeluncuran, memasuki fase monitoring dan evaluasi menyeluruh disertai penghentian sementara pengembangan fitur baru didalamnya demi memastikan sistem yang ada benar-benar berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Lampung-In tak cuma memfasilitasi aduan, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan daerah, sebut saja misalnya aplikasi, e-Samsat, Lampung Berita, Lampung Sehat, dan Si Gajah, hingga Sigap Lampung.

"Jangka panjang, aplikasi Lampung-In ini akan menjangkau seluruh kabupaten/kota. Ada penambahan fitur layanan ambulans, antrean fasilitas kesehatan, dan informasi pariwisata, hingga perpustakaan keliling," jembreng Elvira.

Terkait, orang nomor satu di Lampung, Gubernur Mirza menekankan, Lampung-In merupakan pintu masuk menuju kolaborasi lebih luas dalam digitalisasi layanan publik dan penguatan ekonomi rakyat.

"Lampung-In menempatkan masyarakat sebagai penggerak utama pengawasan dan peningkatan layanan. Inilah bentuk komitmen kami hadirkan pemerintahan yang modern responsif,” ujar dia berharap Lampung-In jadi etalase digital pelayanan publik pendorong reformasi birokrasi, pembawa Lampung Maju lebih dekat menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Nah, Pembaca, terutama warga Lampung (merujuk data proyeksi: pemutakhiran jumlah penduduk Lampung per 31 Mei 2025 versi BPS Lampung) yang berjumlah 9.522.910 jiwa. Kini telah tiba saatnya, warga Lampung "pacaran" dengan Pemerintah Provinsi-nya. Dari itu, kuylah, download, Lampung-In. (Muzzamil)

Berita Terkini