Dinobatkan jadi Rempah Termahal di Dunia, Berikut Ini Manfaat Kesehatan Saffron untuk Tubuh Anda

Rabu, 12 Juli 2023 18:37
Manfaat dan efek samping saffron untuk kesehatan Anda. pixabay/ Xtendo

HELOINDONESIA.COM - Saffron adalah salah satu rempah termahal di dunia. Harganya bisa berkisar antara 500 Dolar hingga 5000 Dolar untuk satu pon-nya. Saffron mahal bukan tanpa alasan. Yah, saffron dipilih secara manual dan diproduksi dengan cermat sehingga membuatnya menjadi proses padat karya.

Saffron sudah dijadikan bumbu masak sejak zaman kuno. Saffron memiliki warna dan aroma yang indah dan digunakan dalam berbagai masakan di seluruh dunia. Kadang, ada juga yang mengonsumsinya sebagai teh.

Secara historis, ekstrak saffron juga telah digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan. Ia dikenal memiliki khasiat meningkatkan kesehatan dan penyembuhan. Beberapa masalah kesehatan yang diketahui untuk dilawan adalah masalah menstruasi, masalah perut, maag, dan lain-lain.

Apa itu Saffron?

Saffron berasal dari bunga crocus sativus Linné. Tanaman ini berbunga hanya selama bulan Oktober dan November selama sekitar tiga sampai empat minggu. Bunganya mengandung stigma merah tua yang merupakan struktur seperti benang, benang ini dipetik dan dikeringkan dengan hati-hati hingga kemudian diproses hingga siap digunakan.

Baca juga: 5 Jenis Rempah-rempah Hasil Kekayaan Nusantara yang Paling Banyak Diburu Negara Asing

Nilai Gizi Saffron

Saffron memiliki sejumlah besar senyawa tumbuhan yang berfungsi sebagai antioksidan. Beberapa senyawa tersebut adalah crocetin, kemperanol, crocin dan safranal. Rempah ini kaya akan nutrisi yang membuatnya cocok untuk berbagai masalah kesehatan.

100 gram saffron mengandung nutrisi sebagai berikut:

  • Natrium-148
  • Kalium- 1724 mg
  • Serat makanan- 3.9mg
  • Protein- 11gm
  • Natrium-148
  • Kalsium- 111 miligram
  • Besi- 11,1 mg

Saffron juga mengandung mineral sesuai asupan harian yang dibutuhkan:

  • Vitamin C- 134%
  • Vitamin B6- 50%
  • Magnesium- 66%
  • Besi- 61%

Manfaat Kesehatan Saffron

Baca juga: Tak Sekedar Bumbu Dapur, Berikut Ini 6 Manfaat Kesehatan Kayu Manis yang Mungkin Belum Anda Ketahui

1. Sifat Antioksidan

Antioksidan dalam saffron melindungi sel Anda dari radikal bebas dan stres oksidatif. Antioksidan membantu melawan kerusakan sel. Penelitian juga menunjukkan bahwa antioksidan dalam saffron mungkin bermanfaat bagi otak dan sistem saraf. Antioksidan seperti crocin dalam ekstrak saffron dapat membantu meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar.

Saffron memiliki rasa dan aroma yang berbeda yang mungkin disebabkan safranal. Penelitian menunjukkan bahwa zat ini sangat bagus untuk meningkatkan suasana hati, memori, pembelajaran dan melindungi sel Anda dari stres oksidatif. Kaempferol juga merupakan zat yang terdapat pada kelopak bunga saffron. Ini telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan seperti pengurangan peradangan. 

2. Meningkatkan Suasana Hati dan Membantu Mengatasi Gejala Depresi

Saffron diyakini memiliki sifat meningkatkan suasana hati. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Behavioural and Brain Sciences menunjukkan bahwa ekstrak saffron berperan meningkatkan kadar dopamin di otak tanpa memengaruhi hormon lain seperti serotonin. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa mengonsumsi 30 miligram saffron setiap hari dapat menyebabkan efek yang mirip dengan pengobatan menggunakan imipramine dan fluoxetine.

Manfaat utama lainnya adalah orang mengalami lebih sedikit efek samping dengan menggunakan saffron dibandingkan dengan pengobatan obat. Meskipun berdampak positif pada suasana hati, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengklaimnya sebagai terapi yang efektif untuk mengobati gejala depresi.

Baca juga: Beda dengan Jahe Biasa, Berikut Ini Kandungan Nutrisi dan Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan Anda

3. Sifat Penangkal Kanker

Diketahui bahwa radikal bebas terkait erat dengan penyakit kronis seperti kanker. Saffron kaya akan antioksidan dan flavonoid yang membantu menetralkan radikal bebas. Flavonoid adalah bahan kimia yang membantu tanaman melindungi diri dari penyakit dan jamur.

Ada penelitian tabung reaksi, yang menemukan bahwa saffron dan senyawanya secara selektif membunuh sel kanker usus besar atau menekan pertumbuhannya. Mereka juga membiarkan sel sehat tidak terluka dalam proses ini. Proses dan efek ini tampaknya berlaku juga untuk sel kanker lainnya seperti paru-paru, payudara, prostat, leher rahim dan sel kanker lainnya. 

4. Membantu mengatasi gejala PMS

PMS yang merupakan sindrom pramenstruasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala psikologis, fisik, dan emosional yang dialami wanita sebelum dimulainya menstruasi. Saffron mungkin efektif dalam mengatasi gejala PMS. Dalam sebuah penelitian yang terdiri dari wanita berusia antara 20 - 45 tahun, ditemukan bahwa mengonsumsi 30 mg ekstrak saffron setiap hari lebih efektif dibandingkan dengan plasebo dalam pengelolaan gejala PMS seperti mengidam, sakit kepala, nyeri dan mudah tersinggung.

5. Bisa jadi Afrodisiak

Afrodisiak adalah zat yang meningkatkan hasrat seksual atau libido. Penelitian menunjukkan bahwa salah satu manfaat saffron bagi kesehatan adalah dapat meningkatkan gairah seks serta kepuasan. Ini secara khusus terlihat pada pasien yang menggunakan antidepresan. Mengambil 30 mg safron setiap hari selama lebih dari 4 minggu menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam fungsi ereksi dibandingkan dengan plasebo pada pria yang menderita disfungsi ereksi yang diinduksi antidepresan.

Baca juga: Rutin Minum Air Kunyit Setiap Pagi, Batuk, Radang Sendi dan Penyakit Lain Dijamin Pergi

6. Baik untuk Jantung

Saffron memiliki berbagai komponen kimia dan beberapa di antaranya dapat membantu menurunkan tekanan darah, yang pada gilirannya memberi Anda perlindungan dari penyakit jantung. Tinjauan sistematis dari studi yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa saffron membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian yang dilakukan pada kelinci juga menemukan bahwa kunyit efektif menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol.

Sebuah studi pada manusia yang lebih tua juga menunjukkan bahwa saffron mengurangi kemungkinan kolesterol jahat penyebab kerusakan jaringan. Dipercayai bahwa sifat antioksidan dalam saffron dapat berperan dalam membantunya bertindak sebagai faktor pelindung penyakit jantung.

Efek Samping dan Tindakan Pencegahan Saffron

Meskipun Saffron tampak seperti bumbu ajaib untuk semua masalah Anda, Anda mungkin ingin berhati-hati dengan seberapa banyak Anda menggunakannya. Secara umum, konsumsi saffron memiliki risiko yang rendah. Menambahkannya ke masakan harian Anda adalah cara terbaik untuk mengkonsumsinya karena juga membatasi proporsinya.

Baca juga: Rutin Minum Teh Jahe Setiap Hari, Rasakan 8 Manfaat Kesehatan Berikut Ini

Terlalu banyak saffron adalah sesuatu yang ingin Anda hindari! Ekstrak saffron 1,5 gram dianggap aman, namun jika dikonsumsi lebih dari itu bisa menjadi racun. Penelitian menemukan 5 g adalah dosis beracun. Dimungkinkan juga untuk memiliki alergi dan karenanya, siapa pun yang mengalami reaksi alergi harus segera menemui dokter.

Saffron juga sebaiknya dihindari oleh kelompok orang tertentu karena alasan kesehatan. Jumlah saffron yang tinggi memengaruhi pertumbuhan janin dan meningkatkan kemungkinan keguguran. Oleh karena itu ibu hamil dan menyusui harus menghindari konsumsi saffron dosis tinggi. Saffron juga diketahui mempengaruhi suasana hati dan karenanya mungkin lebih baik untuk berkonsultasi dengan penyedia kesehatan Anda sebelum Anda menggunakan saffron sebagai suplemen.

Berita Terkini