LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Hai guys. Buat kamu pecinta laut, samudera, termasuk pecinta pelestari terumbu karang, bulan-bulan ini, ada tiga hari terkait peringatan hari terumbu karang. Kenapa sampai diperingati sedemikian?
Hasil riset, pertumbuhan beberapa jenis karang hanya mencapai kurang dari 3 cm per tahun. What's? Setahun tumbuh 3 centi? Ya, makanya perlu kesadaran kita akan pentingnya konservasi, rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang.
Nah, adanya peringatan Hari Peduli Terumbu Karang ini buat ngingetin kita ya guys, agar merawat tumbuh kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan terumbu karang. Bener banget.
Ada tiga hari terkait terumbu karang dan satu hari hari laut sedunia.
1. Tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Terumbu Karang Dunia sejak tahun 2009,
2. Setiap 1 Juni seperti hari Minggu (1/6/2025) ini diperingati sebagai Hari Peduli Terumbu Karang.
3. Pada tanggal 9 Juni, Hari Segitiga Terumbu Karang.
4. Nah beruntun dong. Diselanya, tiap 8 Juni kita tahu diperingati sebagai Hari Laut Sedunia.
Wah, selama ini cuma tahunya tiap 1 Juni ini diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Ternyata, pada tanggal itu juga ditetapan Pemerintah Indonesia sejak 2016 dan Hari Susu Sedunia yang ditetapan Badan Pangan dan Pertanian PBB diperingati sejak 1 Juni 2001.
Oke guys. Nah, menurut informasi nih, 1 Juni sebagai Hari Peduli Terumbu Karang, meski asal-usul penetapannya hingga kini masih misterius sejak kapan, tapi perayaannya jadi momen raya, momen serius komunitas global buat galakkan kampanye edukatif, guys.
National Today, melaporkan terumbu karang syahdan pertama kali muncul circa 500-an juta tahun lampau atau bahkan lebih awal. Tetapi terumbu karang telah beberapa kali punah akibat faktor perubahan lingkungan, termasuk Zaman Es dan peristiwa kepunahan massal seperti Kepunahan Permian-Trias.
Lantas? Setelah lewati siklus muncul punah, muncul lagi punah lagi demikian seterusnya jutaan tahun, akhirnya terumbu karang nongol lagi berbentuk Great Barrier Reef di Australia, yang infonya ditemukan penjelajah Inggris, Kapten James Cook, tahun 1770.
Terumbu karang kan, ekosistem kompleks ya. Bermacam organisme, dari yang besar hingga tak kasat mata ada didalamnya. Benar, dan terumbu karang tersusun atas kumpulan hewan karang yang memiliki ragam jenis, bentuk, dan ukuran.
Nah, yang dimaksud "terumbu" ini batuan sedimen yang berasal dari zat kapur (kalsium karbonat, CaCO3) yang dihasilkan karang.
Lalu, "karang" sendiri, organisme hewan yang masuk dalam filum Coelenterata atau Cnidaria dan kelas Anthozoa. Karang ini hewan, bukan tumbuhan atau bebatuan berbentuk unik.
Karena betul emang, karang dikenal memiliki bentuk unik beraneka ragam, ada yang keras dan lunak, ada yang seperti ranting pohon atau branching (Acropora formosa), jamur atau coral mushroom (Fungia sp.), meja atau tabulate (Acropora hyacinthus), jari-jari atau digitate (Acropora humilis), bulat seperti otak atau massive (Leptoria phyrgia), dan lainnya.
Selain bentuk, warna karang juga indah kan. Ternyata, keindahan warnanya bersumber dari hasil simbiosis mutualismenya dengan jenis alga diketahui sebagai zooxanthellae. Ini tak cuma perindah tampilan karang, tapi juga bantu karang bisa bertahan hidup dengan menyediakan makanan hasil fotosintesis.
Sebaliknya, polip karang memberi lingkungan terlindungi dan nutrisi yang zooxanthellae butuhkan untuk lakukan fotosintesis. Wah, iya sendok dan garpu ya guys. Pantas, banyak karang-karang indah berada pada wilayah perairan dangkal sekitar 0-10 meter. Yuk mari.
Ada info lain lagi guys? Ada, negara kita guys,, kata Direktur Eksekutif The Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) Widi Pratikno, Indonesia ini satu dari enam negara termasuk Timor Leste, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon, yang memiliki tingkat keberagaman biodiversitas laut sangat tinggi sebagai pemegang wilayah perairan dengan terumbu karang terluas di dunia.
Asal tahu aja, hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2018, dari 1.067 situs terumbu karang di perairan Indonesia, cuma tersisa kurang dari 30 persen yang berada pada kondisi baik hingga sangat baik, 36 berada pada kondisi jelek/rusak, 34 persen berada pada kondisi yang cukup/sedang.
Dan kita tahu, keberadaan terumbu karang dewasa ini bukannya lagi-lagi tetapi lebih ekstrem amat sangat terancam punah baik oleh pemanasan global, pemutihan karang, polusi, maupun tangan "jahil".
Dan rupanya, selain itu pemakaian tabir surya berbahaya —duh sublock guys, dan aktivitas kepariwisataan juga dianggap jadi ancaman bagi kesejahteraan terumbu karang.
Apabila terumbu karang menghilang, banyak spesies laut yang bergantung padanya akan kehilangan habitat dan sumber pakan penting bagi kelangsungan hidupnya. Sebab, literatur bilang lebih dari 25 persen kehidupan laut bergantung pada ekosistem terumbu karang.
Terumbu karang yang kondisinya jelek, rusak, cenderung disebabkan peristiwa pemutihan (bleaching) massal. Pemutihan karang (coral bleaching) ini kondisi dimana hewan karang kehilangan warnanya akibat zooxanthellae yang bersimbiosis dengan karang, koit guys.
Iya, beliau tewas guys. Kok bisa, ya bisa lah. Penyebabnya, kenaikan suhu air laut akibat fenomena anomali cuaca El-Nino. Perkiraan ahli, ini akan semakin banyak terjadi di masa datang akibat kondisi perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi seluruh dunia.
Jadi tahu sekarang, karang yang warnanya menjadi putih —memutih, lambat laun akan mati kehilangan sumber produksi nutrisinya.
Sebagian lagi, kerusakan karang timbul sebab kurangnya kesadaran masyarakat pentingnya menjaga biota laut ini. Terbukti di beberapa lokasi perairan Indonesia masih ditemukan aktivitas merusak, seperti penangkapan ikan gunakan bom, pencemaran laut (sampah), peningkatan pengembangan wilayah pesisir dan laut (pariwisata dan pembangunan).
Ya sutra. Selamat Hari Lahir Pancasila ya. Yuk guys, kasitau yang lain. Yuk kita lebih aware lagi, jangan jahilin terumbu karang. Yuk peduli, yuk jaga, yuk lestariin. Kuylah. (Muzzamil)
-