HELOINDONESIA.COM -Dua minggu lalu, band psych-rock "The Velvet Sundown" bahkan belum ada. Namun kini, mereka sudah memiliki lebih dari setengah juta pendengar di Spotify dan bersiap merilis album ketiga.
The Velvet Sundown bisa dibilang sebagai band rock paling rajin dan penuh inspirasi sepanjang masa—atau mungkin, mereka hanya bermain dengan aturan yang berbeda. Band ini muncul tiba-tiba dua minggu lalu, tetapi sudah merilis dua album dan mengumumkan bahwa album ketiga akan segera dirilis di Spotify. Dengan 500.000 pendengar bulanan di platform streaming musik tersebut, mereka terus menunjukkan tren yang meningkat.
Namun, kesuksesan instan dan jadwal rilis album yang begitu cepat menarik perhatian banyak orang. Banyak yang menuduh The Velvet Sundown sebagai tipuan hasil AI dan faktanya, semua tanda mengarah ke sana.
Tanda-Tanda bahwa The Velvet Sundown Dibuat oleh AI
1. Foto Anggota Band yang Terlihat Hasil AI
Foto-foto yang diunggah di Instagram band ini terlihat seperti dibuat dengan kecerdasan buatan.
2. Profil Anggota Band yang Misterius
Nama-nama personel band Gabe Farrow (vokal), Lennie West (gitaris), Milo Rains (pemain synth), dan Orion “Rio” Del Mar (perkusionis) hanya bisa ditemukan di akun Instagram mereka, yang dibuat akhir bulan lalu.
3. Pengakuan Penggunaan AI di Deezer
Di platform Deezer, The Velvet Sundown bahkan mencantumkan pernyataan: "Beberapa lagu dalam album ini mungkin dibuat menggunakan kecerdasan buatan."
Ketika kabar tentang kesuksesan The Velvet Sundown di Spotify pertama kali tersebar, banyak yang meragukan pencapaian mereka dalam waktu singkat. Namun, tim di balik proyek ini akhirnya mengonfirmasi bahwa **band ini memang hasil AI.
Pernyataan Resmi: The Velvet Sundown adalah Proyek Musik Sintetis,
Dalam deskripsi terbarunya, The Velvet Sundown menulis:
"The Velvet Sundown adalah proyek musik sintetis yang digarap dengan arahan kreatif manusia, tetapi dikomposisikan, divokalkan, dan divisualisasikan dengan bantuan kecerdasan buatan. Ini bukan trik—ini adalah cerminan."
"Sebuah provokasi artistik yang bertujuan menantang batasan kepenulisan, identitas, dan masa depan musik di era AI. Semua karakter, cerita, musik, vokal, dan lirik adalah kreasi orisinal yang dihasilkan dengan alat-alat AI sebagai instrumen kreatif. Kemiripan dengan tempat, peristiwa, atau orang hidup maupun yang sudah meninggal adalah kebetulan dan tidak disengaja."
Lagu Terpopuler Mereka: "Dust on the Wind"
Lagu andalan mereka, "Dust on the Wind", telah diputar lebih dari 500.000 kali di Spotify dan masuk dalam beberapa playlist populer seperti:
- "Vietnam War Music"
- "Good Mornings – Happily Positive Music to Start The Day"
Dengan popularitas yang terus melesat, The Velvet Sundown menjadi bukti nyata bagaimana AI mulai mengubah lanskap industri musik—dan memicu perdebatan tentang **seni, orisinalitas, dan masa depan kreativitas**.
Catatan Tambahan:
- Band ini juga menarik perhatian karena **tidak pernah tampil live** atau memberikan wawancara.
- Beberapa pendengar mengaku sulit membedakan apakah vokal dan instrumentasi mereka dibuat manusia atau sepenuhnya oleh AI.
- Keberhasilan mereka memicu diskusi tentang **etika penggunaan AI dalam musik** dan apakah karya seperti ini layak diakui setara dengan musisi manusia. ***
