Helo Indonesia

Tasyakuran Talang Tawing, Warga Ikuti Kirab Budaya dan Sembelih Kerbau Bule

Jumat, 20 September 2024 18:41
    Bagikan  
Tasyakuran Talang Tawing, Warga Ikuti Kirab Budaya dan Sembelih Kerbau Bule

Tradisi Talang Tawing yang turun temurun yang dilaksanakan warga tiga desa di Kecamatan Peguruyung

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Tradisi Talang Tawing sudah menjadi tradisi yang turun temurun yang dilaksanakan warga tiga desa yaitu Desa Surokonto Wetan, Surokonto Kulon dan Kebongembong Kecamatan Pageruyung. Tradisi talang tawing ini adalah tasyakuran atau merti desa yang digelar setiap tiga tahun sekali.

Talang Tawing adalah salah satu aliran air yang ada di Desa Surokonto. Dimana aliran air ini dimanfaatkan warga di tiga desa tersebut untuk mengairi sawah dan keperluan lainnya.

Baca juga: Sabet Tiga Emas, Sepak Takraw Jateng Lampaui Target di PON XXI

Tradisi Talang Tawing atau Nyadran Tawing identik dengan penyembelihan kerbau bule di hutan tawing sebagai ungkapan rasa hormat terhadap leluhur yang telah berjasa memberikan kesuburan terhadap wilayah tersebut berkat saluran air talang tawing.

Nyadran Tawing tahun 2024 ini dikemas dalam rangkaian Festival Culture Tawing. Diawali dengan acara kirab budaya sedekah bumi, pemotongan kerbau bule, pagelaran kesenian kuda lumping dan wayang kulit.

Kepala Desa Surokonto Wetan, Rasyono menjelaskan, aliran irigasi atau talang tawing ini merupakan hasil kerja keras dari para leluhur sebagai upaya mengalirkan air tersebut ke bawah sehingga sawah-sawah bisa dialiri air dan dapat ditanami padi.

"Karena aliran irigasi ini melewati hutan dan perbukitan yang medannya sangat sulit. Makanya timbul rasa syukur ketika leluhur kami ini bisa mewujudkan irigasi yang bisa mengaliri sawah dengan menggelar acara tasyakuran talang tawing," ujar Kades Surokonto Wetan usai acara kirab dan penyembelihan kerbau bule di hutan Tawing, Jumat 20 September 2024.

Baca juga: Tiga Pembacok Mahasiswa di Semarang Diciduk, Polisi Buru Pelaku Lain

Dijelaskan, kegiatan talang tawing dilaksanakan tiga tahun sekali dengan melibatkan warga di tiga desa. Ia berharap pemerintah kabupaten bisa mensupport agar talang tawing bisa terus terjaga dan aliran airnya terus memberikan manfaat bagi para petani dan penduduk sekitar.

"Manfaat dari tasyakuran talang tawing ini adalah terciptanya kerukunan antar warga, gotong royong dan bisa nguri-uri budaya leluhur," tandasnya.

Sub Koordinator Sejarah Tradisi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdikbud) Kabupaten Kendal, Yuhan Cahyantara mengungkapkan, talang tawing sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional pada tahun 2021 lalu oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

"Harapannya tradisi tersebut terus dilestarikan, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk memupuk kebersamaan sehingga memperkuat tradisi yang ada," harapnya.(Anik)