SEORANG bocah menangis sedih ketika Radin Intan II tewas dalam perjuangannya melawan penjajah. Kejadian tersebut bukan pada saat sang pahlawan meninggal pada 5 Oktober 1856, tapi terjadi di Gedung Teater Taman Budaya Lampung.
Komunitas Gham Berkain berhasil menceritakan kepahlawanan Radin Intan II kepada generasi masa depan sejak dini. Lewat media boneka, mereka mengisahkan heroiknya perjuangan sang pahlawan mempertahankan marwah bangsanya.

Para anak muda menggelar pertunjukan boneka Kisah Radin Intan II sejal 22-24 November lalu. Pada hari pertama, ratusan anak-anak ditemani para orangtuanya menonton pertunjukan kisah pahlawan kebanggaan Lampung.
Para orangtua dan anak-anaknya terlihat antusias menyaksikan pertunjukan yang dikemas menarik dengan teknologi modern dan elemen tradisional Lampung.

“Pertunjukan ini luar biasa! Anak-anak saya sangat menikmati, sekaligus belajar tentang sejarah Radin Intan dengan cara yang menyenangkan,” ujar Rani yang hadir bersama kedua anaknya.
Hari pertama ini menampilkan babak awal perjuangan Radin Intan dalam melawan penjajahan dengan menggunakan format seni boneka yang penuh ekspresi. Kombinasi cerita yang mendalam, visualisasi artistik, serta musik khas Lampung membuat penonton terpukau sepanjang acara.

“Kami sangat bersyukur melihat sambutan luar biasa dari masyarakat di hari pertama ini. Ini membuktikan bahwa seni budaya lokal tetap memiliki tempat di hati masyarakat,” ujar Ketua Panitia, Rissana Ica dalam konferensi pers usai pertunjukan.
Pertunjukan Kisah Radin Intan II dengan kemasan menarilk menyisipkan pesan moral yang kuat bagi generasi masa depan Indonesia Emas.
Pertunjukan ini merupakan inisiatif dari Komunitas Gham Berkain untuk mengenalkan sejarah pahlawan Lampung, Radin Intan, melalui seni pertunjukan boneka.
Acara ini bertujuan mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mencintai budaya dan sejarah lokal.
Project Manager Rico Febrian mengatakan pertunjukan ini untuk mengajak generasi muda mengenal lebih dalam perjuangan Radin Intan II, pahlawan nasional dari Lampung yang berjuang melawan kolonial.
Komunitas Gham Berkain merupakan komunitas berfokus melestarikan budaya dan sejarah Lampung. Melalui pertunjukan ini, Gham Berkain berupaya menghadirkan karya menginspirasi dan mengedukasi melalui seni pertunjukan nilai-nilai pahlawan lokal.
"Kami berkomitmen terus memopulerkan budaya dan sejarah Lampung agar selalu hidup di hati masyarakat, khususnya generasi muda,” pungkas Rico Febrian. (Rilis/HBM)
-
