HELOINDONESIA.COM - Dalam tradisi perawatan kecantikan wanita Madura dikenal dengan arebet beden. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk kecantikan, keindahan dan kehalusan kulit tubuh.
Yoyoh Rochmah Tambera pengajar dan [enguji di Indonesia Wellness Spa Professional Association (IWSPA) pada wabinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2024.
Perawatan kecantikan wanita Madura ini terletak di Lulur (E’lolor). penggunaannya dengan cara menggosok (So’oso).
Kemudian ada juga Eokop atau pengasapan penggunaan dupa dan minuman herbal (Jamu Madura). Menariknya lagi, perawatan ini dimulai dari remaja putri sampai paska menopause.
Baca juga: 5 Menu Diet Malam Sehat dan Lezat untuk Turunkan Berat Badan
“Perawatan kulit So’ oso digosokkan pada kulit setiap hari sebelum mandi. Biasanya menggunakan campuran kulit telur, asam, daun legundi, tepung beras, temu giring,” terang Yoyoh R Tambera.
Lanjut yoyoh, ada juga So’oso Celleng. Perawatan ini dengan cara menggosokkan pada kulit pada saat mandi. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran, bau, menghaluskan kulit. Bahan yang digunakan yakni tepung beras, daun jeruk purut, temulawak.
Bedak putih (mangir) : bunga nyamplung, akar klembak, kulit kayu pule, kayu cendana, tepung beras, massoia.
Kemudian ada juga perawatan steam atau penggunaan dupa. Ini dimanfaatkan untuk mengharumkan seluruh bagian tubuh, termasuk organ kewanitaan.
Baca juga: 5 Zodiak Mendadak Kaya di Tahun 2025, Auto Jadi Sultan!
“Biasanya dilakukan seminggu sekali. Komposisi dari dupa ini berasal dari kulit kayu Cananga, bunga Michelia champaca dan daun pandanus.
“Cara pembuatannya mudah. Campur semua bahan segar atau kering, taburkan di atas api saat digunakan,” tambah Yoyoh.
